Apakah Minum Air Dingin Setelah Kepanasan Memicu Heat Stroke?

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 24 Oktober 2019
Apakah Minum Air Dingin Setelah  Kepanasan Memicu Heat Stroke?

Minum air dingin ternyata bermanfaat untuk penderita heat stroke (Foto: Pixabay/congerdesign)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MINUM air dingin di siang yang panas memang sangat menyegarkan. Namun, ada satu ketakutan yang melanda sebagian orang. Hal itu karena ada mitos yang mengatakan kalau minum air dingin ketika sedang kepanasan akan memicu heat stroke.

Bagi yang belum tahu heat stroke adalah meledaknya pembuluh darah. Jika tak segera ditangani kondisi tersebut akan merambat pada kerusakan otak, jantung, ginjal, otot hingga mengancam nyawa. Bisa dibilang heat stroke adalah kondisi terparah saat dehidrasi.

Baca juga:

Terlalu Sering Berbohong, Apa Sih Dampaknya?

Namun, dilansir dari Antaranews.com, Rabu (23/10), dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah - Puri Indah dr Muhammad Ikhsan Mokoagow MMedSci SpPD FINASIM mengatakan tak ada kaitannya minum air dinging dengan heat stroke.

Tak ada kaitannya minum air dingin denga heat stroke (Foto: Pixabay/katja)
Tak ada kaitannya minum air dingin denga heat stroke (Foto: Pixabay/katja)

"Minum air dingin kan lewat tenggorokan sementara heat stroke terjadi pada permukaan kulit, tidak nyaman iya, tapi apa berbahaya secara langsung? Untuk mencegah heat stroke justru harus terhidrasi," katanya.

Baca juga:

Manfaat yang Akan Kamu Dapat Saat Bangun Lebih Pagi

Menurut Ikhsan konduksi dan penguapan adalah dua mode pendinginan yang digunakan dalam pengobatan untuk penyakit terkait panas. Terdapat penelitian yang mengatakan perendaman menggunakan air es adalah cara efektif untuk penanganan heat stroke di unit gawat darurat.

Minum air dingin ternyata bermanfaat untuk penderita heat stroke (Foto: Pixabay/congerdesign)
Minum air dingin ternyata mengobati heat stroke (Foto: Pixabay/PhotoMIX-Company)

Bahkan dalam penanganan gawat darurat, penderita heat stroke justri dianjurkan melakukan pendinginan dengan cara menyemprotkan air dingin atau mengelap kulit menggunakan spons. Teknik lainnya mengompres menggunakan ice packs di area pangkal paha, ketiak, leher dan dada.

Pengetahuan tentang heat stroke memang sangat diperlukan di beberapa hari ini. Hal itu karena sejumlah kota besar di Indonesia mencapai suhu tertinggi. BMKG mencatat suhu maksimum bis amencapai 37 derajat Celcius. Bahkan di Makasar mencapai 38 derajat Celcius.

Baca juga:

Masa Sih Sengatan Lebah Baik untuk Kesehatan?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan