Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Momen Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Warga Posko Pengungsian di Aceh Tenggara
MerahPutih.com - Para pengungsi korban bencana alam di Sumatra menghadapi tantangan akan tingginya penyakit menular di pengungsian.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyakit yang paling banyak muncul pascabencana adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare.
“Obat-obatan kami sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Budi dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/1).
Menurut Budi, campak menjadi penyakit yang paling diwaspadai karena memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Baca juga:
“Penyakit menular yang kami amati dengan sangat dekat itu adalah campak. Karena penularannya paling tinggi. Kalau ingat waktu COVID, reproduction rate satu orang bisa menularkan ke berapa itu paling tinggi di campak,” jelasnya.
Budi mengungkapkan, Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten di wilayah Sumatra. Untuk mencegah meluasnya penularan, pemerintah telah menjalankan program imunisasi khusus yang dimulai sejak pekan ini.
“Campak itu sudah kami identifikasi ada di lima kabupaten. Di situ kami sudah lakukan program imunisasi khusus, dan itu sudah berjalan sejak minggu ini,” tutup Budi.
Baca juga:
Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir Sumatera, DPR Ingatkan Penyaluran Tepat Sasaran
Sekadar informasi, berdasarkan data BNPB, jumlah pengungsi bencana banjir dan longsor di Sumatera sempat mencapai puncaknya pada 8 Desember 2025 dengan total 1.057.450 orang.
Jumlah tersebut pun berangsur turun hingga tercatat 242.174 orang per Kamis (8/1). (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
DPR Dukung Pembentukan Pokja Buat Percepat Pemulihan Warga Terdampak Banjir Sumatera
Satgas PKH Identifikasi 12 Korporasi Penyebab Banjir Sumatera, Sanksi Berat Menanti
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat
Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian Jadi Ketua
147 Orang Masih Hilang, Kelanjutan Operasi SAR Korban Bencana Sumatera Dievaluasi Lusa
KSAD Jelaskan Sumur Rp 150 Juta di Lokasi Bencana Dalamnya 100-200 Meter untuk 1 Desa
Polri Percepat Pemulihan Pascabencana di Padang Pariaman, Fokus Bangun Tandon Air Bersih dan Jembatan