Mengapa Orangtua Sulit Menyuruh Anak Tidur Malam Hari?

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 06 Juli 2023
Mengapa Orangtua Sulit Menyuruh Anak Tidur Malam Hari?

Umum bagi anak-anak untuk menolak waktu tidur karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan orangtua. (Foto: Freepik/Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orangtua hanya punya sedikit waktu untuk dirinya sendiri pada siang hari. Jadi, waktu beberapa jam (atau menit) ketika anak-anak tertidur di kamar sangatlah berharga.

Jelas, alasan orangtua menginginkan anaknya segera tidur karena ingin pergi menonton film atau serial favorit, membaca buku, atau bahkan sekadar ngobol dengan sesama orang dewasa seperti pasangan atau teman.

Masalahnya, dari sisi anak, mereka tidak mau tidur begitu saja.

“Adalah umum bagi anak-anak untuk menolak waktu tidur karena mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan orangtua, atau karena mereka merasa cemas berpisah dari mereka,” kata ahli saraf Sanam Hafeez, Psy.D yang berbasis di New York City yang juga merupakan Direktur Comprehend the Mind, dikutip dari parents.com.

Namun, Hafeez juga mencatat bahwa ini bukan satu-satunya alasan anak-anak menolak tidur. Dia menambahkan, ada fear of missing out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan, serta akibat kesulitan beralih ke jadwal tidur baru, yang menjadi penyebab pertengkaran sebelum tidur.

Baca juga:

‘Father Hunger’ dan Dampaknya pada Anak-anak

orangtua menyuruh tidur
Sumber Pic 2: Fear of missing out (FOMO) pada anak dapat menjadi penyebab pertengkaran sebelum tidur. (Foto: Pexels/Artem Podrez)

Daniel Huerta, pakar parenting, profesional kesehatan mental, dan penulis, menambahkan beberapa penyebab lain yang membuat waktu tidur terasa lebih seperti perebutan kekuasaan daripada waktu yang menenangkan.

Dia mengatakan hal-hal yang membuat waktu tidur jadi lebih menantang: kurangnya kontrol diri, masalah pengaturan diri, atau kepribadian anak.

Kabar baiknya, ada hal-hal yang dapat orangtua lakukan untuk membantu anak-anak lebih tenang, tanpa kehilangan akal sehat dalam melakukannya.

Kita telah mendengar berkali-kali bahwa menetapkan rutinitas sebelum tidur membantu anak-anak mengetahui apa yang terjadi. Itu juga membuat mereka tetap tenang ketika hari mereka mulai berakhir.

Ternyata, ada alasan mengapa rutinitas anak-anak, terutama yang mengandung unsur-unsur yang menenangkan, lebih dari sekadar mengurangi 'penderitaan orangtua'. "Umumnya, anak-anak kurang bisa mengendalikan diri menjelang tidur," ungkap Huerta.

"Menurut penelitian, pengendalian diri cenderung menurun sepanjang hari, dan jika mereka lelah, karena kurang tidur dari hari sebelumnya atau melewatkan tidur siang, anak mungkin kurang memiliki kemampuan pengaturan diri dan mungkin lebih impulsif," tambah Huerta.

Baca juga:

Dokter: Lupus juga Bisa Menyerang Anak-anak

tidur anak-anak

Memperlambat proses perpisahan adalah cara lain untuk mengurangi protes putus asa menjelang tidur. (Foto: Freepik/Lifestylememory)

Ternyata FOMO itu nyata bagi anak-anak. "Banyak anak kecil yang tidak mau ketinggalan apa pun dan masih aktif ingin tahu dan mencari rangsangan," tambah Huerta.

"Ini bisa menjadi alasan mengapa musik, menari, nyanyian, dan cerita pengantar tidur kadang-kadang dapat membantu menenangkan anak untuk tidur. Musik, suara melodi yang tenang dari seseorang yang sedang membaca atau bernyanyi, atau gerakan, dapat memberikan rangsangan yang cukup menenangkan bagi tubuh anak," ungkap Huerta.

Selain itu, memperlambat proses perpisahan adalah cara lain untuk mengurangi protes putus asa menjelang tidur.

“Menyendiri dari keingintahuan, pikiran, dan emosi mereka dapat terasa luar biasa dan kesepian. Namun, penting bagi mereka untuk belajar bagaimana mengelolanya saat mereka terus menjadi dewasa dan tumbuh,” kata Huerta.

Perpisahan anak dan orangtuanya saat tidur bisa melalui beberapa tahap.

Hafeez menyarankan, pertama-tama duduk di samping tempat tidur mereka saat mereka tertidur, lalu berpindah ke duduk di dekat pintu, lalu akhirnya, ke luar ruangan. Yakinkan mereka bahwa mereka aman, dan kamu berada di dekatnya jika mereka mengalami mimpi buruk. (aru)

Baca juga:

Kandungan Gula dan Nutrisi pada Makanan Minuman Anak-anak

#Anak-anak #Parenting #Tips Tidur
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia dan Ranch Market memotivasi anak-anak TPA Bantar Gebang untuk bermimpi dan beraksi menuju masa depan yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Lifestyle
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Ini merupakan pilihan yang bijak dan menyehatkan bagi anak-anak yang tidak bisa menoleransi susu sapi.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Lifestyle
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Paparan musik, terutama musik klasik, terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Juni 2025
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Fun
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Studi dari American Psychological Association temukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan agresi pada anak-anak. Konten dan dukungan emosional juga berperan penting.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Lifestyle
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Nimaz lebih mengutamakan kebiasaan makan bersama di meja makan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Juni 2025
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Bagikan