‘Father Hunger’ dan Dampaknya pada Anak-anak

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 22 Juni 2023
‘Father Hunger’ dan Dampaknya pada Anak-anak

Father hunger adalah istilah yang sama dengan fatherless, father absence, dan father deficit. (freepik/jcomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APA itu father hunger? Istilah ini wara wiri di media sosial dan mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang. Namun, istilah father hunger bukanlah istilah terkait kondisi psikologi seseorang.

Dikutip dari laman Viva, father hunger adalah istilah yang sama dengan fatherless, father absence, dan father deficit. Sementara orang tua pada umumnya, tidak di dukung oleh lembaga sosial. Contohnya seperti orang yang sudah bercerai, diremehkan, dan disingkirkan secara paksa dari kehidupan anak-anaknya.

Father Hunger dapat memengaruhi aspek kehidupan anak kapanpun dan di segala rentang usia. Hal itu bisa terjadi antara ayah biologis dan anaknya. Mengutip dari laman Psychology Today, penelitian menemukan sejumlah dampak yang bisa dialami seorang anak dengan kondisi father hunger.

Baca Juga:

5 Karakter Bahasa Tubuh Saat Berkencan

anak
Father hunger bukanlah istilah terkait kondisi psikologi seseorang. (Unsplash/Nathan Dumlao)

Fisik dan emosional


Anak yang kehilangan sosok dan perhatian dari ayahnya dilaporkan memiliki masalah konsep, baik secara fisik maupun emosional. Mereka cenderung sulit mengontrol emosi dan diri dipenuhi dengan kebencian yang berkepanjangan. Bahkan, kondisi father hunger bisa berdampak pada kenakalan remaja seperti mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.


Perilaku


Anak-anak dengan kondisi ini memiliki lebih banyak kesulitan dengan penyesuaian sosial. Mereka cenderung memiliki kepribadian yang angkuh dan kerap kali mengintimidasi sebagai upaya untuk menyamarkan ketakutan, kebencian, kecemasan, dan ketidakbahagiaan.


Kesehatan fisik


Kondisi ini rupanya juga berdampak pada masalah kesehatan fisik anak. Anak yang kehilangan sosok dan perhatian dari ayah lebih mudah terserang masalah kesehatan kronis seperti sakit kepala, sakit perut, dan serangan asma.

Baca Juga:

Dari Penggosip hingga Egois, Hindari Tipe Teman Berikut Ini

anak
Anak-anak dengan kondisi ini memiliki lebih banyak kesulitan dengan penyesuaian sosial. (freepik/Lifestylememory)


Masa depan


Kondisi ini berdampak pada hubungan anak dengan orang lain di masa depan. Seseorang yang kehilangan sosok ayah lebih memungkinkan untuk mengalami perceraian dalam hubungan pernikahannya.


Kesehatan mental


Anak-anak “tanpa sosok ayah” disebut lebih berpeluang mengalami gangguan kesehatan mental terutama anxiety (kecemasan), depresi, dan bunuh diri.

Prestasi akademik


Kondisi ini rupanya juga berdampak terhadap keterampilan berpikir anak. Disebutkan bahwa anak yang kehilangan sosok ayah dapat memiliki prestasi akademik yang buruk, suka membolos, bahkan dikeluarkan dari sekolah. (dkr)

Baca Juga:

Pentingnya Batasan Jelas Antara Teman dan Rekan Kerja

#Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan