Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 04 Agustus 2025
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres

Creative Tribe gelar #pelarian dengan medium seni. (Foto: dok/Creative Tribe)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, kesehatan mental menjadi isu penting yang kini tak lagi bisa diabaikan, terutama bagi generasi muda seperti Gen Z.

Rentan terhadap stres, kecemasan, hingga perasaan terasing di era digital, generasi ini membutuhkan ruang yang aman untuk memahami dan mengekspresikan emosi mereka. Di sinilah Pelarian Artscape hadir sebagai pelampiasan yang sehat dan penuh makna.

"Sejak terbentuk di 2022, kami sudah melakukan banyak aktivasi untuk terus menggaungkan kesehatan mental ini. Namun, untuk format Artspace seperti ini memang baru yang pertama. Kami ingin melakukan banyak kolaborasi," Business Director Creative Tribe, Nadian Almatsier kepada MerahPutih.com.

Baca juga:

Transformasi ArtMoments Jakarta: Pameran Seni 2025 Usung Tema 'Restoration'

Digagas oleh Creative Tribe, gerakan #Pelarian telah menjelma dari kampanye terbuka menjadi Pelarian Tribe, sebuah komunitas yang secara aktif menyuarakan pentingnya kesehatan mental.

Melalui pendekatan modern-day culture, mereka mengajak generasi muda peduli dan terbuka terhadap isu batiniah yang kerap terpinggirkan.

Kali ini, gerakan tersebut berkembang lewat Pelarian Artscape, sebuah ajang yang mengajak para peserta untuk terhubung kembali dengan diri sendiri melalui seni, khususnya melukis.

Baca juga:

ARTSUBS 2025 Hadirkan Ragam Material dan Teknologi dalam Ruang Seni yang Lentur

Acara yang digelar Minggu, 3 Agustus 2025 di Krapela, Jakarta Selatan. Dalam suasana intim dan reflektif, peserta diajak mencurahkan perasaan mereka ke atas kanvas bersama seniman Elsadiora. Dengan cat dan kuas sebagai medium ekspresi, mereka bisa menyuarakan isi hati yang selama ini sulit diucapkan.

Tak hanya menjadi ajang seni, Pelarian Artscape juga menghadirkan HatiPlong, ruang konsultasi psikologi yang siap mendampingi peserta yang ingin mengambil langkah lebih jauh untuk memahami emosi mereka.

“Hati yang plong dimulai dari satu langkah kecil: yaitu bicara,” ujar CEO HatiPlong, Farah Djalal.

Melalui kolaborasi seni dan psikologi, Pelarian Artscape menghadirkan ruang aman di mana luka batin dapat diolah menjadi karya, dan kesendirian dijembatani lewat kreativitas yang ‘menyembuhkan’. (Far)

#Kesehatan Mental #Pameran Seni #Seni
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

ShowBiz
JSD Blok M Festival 2026 Siap Digelar, Rayakan Kreativitas dan Budaya Urban Jakarta
JSD Blok M Festival 2026 hadir selama 3 dengan tema Hari Raya Blok M. Hadirkan gelaran musik, fesyen, komunitas, seni, hingga berbagai kolaborasi kreatif.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
JSD Blok M Festival 2026 Siap Digelar, Rayakan Kreativitas dan Budaya Urban Jakarta
Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
ArtMoments Jakarta 2026 resmi digelar di Agora Ballroom dengan tema “Offerings”. Ajang seni kontemporer ini menghadirkan lebih dari 70 peserta dari berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
Fun
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Art Jakarta Gardens 2026 resmi digelar di Hutan Kota by Plataran dengan 31 instalasi patung, pertunjukan seni budaya, hingga panggung musik outdoor.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Angkat Tema 'Offerings', Hadirkan 75 Galeri dan Seniman Asia
ArtMoments Jakarta 2026 digelar pada 4–7 Juni di Agora Ballroom dengan tema 'Offerings'. Ajang seni ini menghadirkan 75 peserta dari Asia Tenggara hingga Korea Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Angkat Tema 'Offerings', Hadirkan 75 Galeri dan Seniman Asia
Lifestyle
Fadli Zon Resmikan Art Jakarta Gardens 2026, Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Seni
Jakarta Art Gardens juga menjadi sarana edukasi publik agar semakin dekat memahami dan menghargai seni rupa sebagai bagian penting dari kehidupan budaya kita
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Fadli Zon Resmikan Art Jakarta Gardens 2026, Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Seni
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Fun
Art Jakarta Gardens 2026 Siap Digelar, Hadirkan 26 Galeri di Hutan Kota
Art Jakarta Gardens 2026 resmi diumumkan. Edisi kelima ini hadir di Hutan Kota dengan 26 galeri, pameran outdoor, hingga program seni interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Art Jakarta Gardens 2026 Siap Digelar, Hadirkan 26 Galeri di Hutan Kota
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Bagikan