Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
  Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki

Brigitte Macron, istri presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: YouTube/France Channel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PUTRI Ibu Negara Prancis Brigitte Macron mengatakan di pengadilan Paris pada Selasa (28/10) bahwa ibunya kini menderita ‘kecemasan mendalam’ akibat klaim palsu tentang identitas gendernya.

Tiphaine Auziere, 41, mengatakan penting baginya untuk memberikan kesaksian dalam sidang yang menghadirkan 10 orang yang didakwa melakukan pelecehan daring terhadap ibu negara berusia 72 tahun. Ke-10 terdakwa menyebarkan apa yang oleh jaksa digambarkan sebagai ‘komentar jahat’ mengenai gender dan seksualitas Brigitte.

“Tidak ada satu minggu pun saat dia tidak dilecehkan, tidak ada satu orang pun dalam kehidupan pribadi atau profesionalnya yang tidak menyinggung tuduhan ini,” kata Auziere.

Ia menjelaskan bagaimana ibunya kini harus selalu memperhatikan apa yang ia kenakan atau bagaimana ia membawa diri karena khawatir setiap foto atau video dirinya bisa dipelintir dan dijadikan senjata di dunia maya. Pelecehan siber itu, kata Auziere, telah berdampak pada kesehatan mental Brigitte Macron. Menurutnya, penurunan kondisi ini juga dibuktikan melalui penilaian medis.

“Ia membaca unggahan-unggahan di media sosial yang ditunjukkan kepadanya, tapi sekarang ia tak ingin lagi membacanya,” tambah Auziere.

Baca juga:

Mengenal Brigitte Macron yang Bercanda dengan Menampar Suaminya, Lebih Tua 25 Tahun dari Pasangannya dan Pernah Dituduh Transgender



Anak bungsu dari tiga anak Brigitte dari pernikahan pertamanya dengan Andre-Louis Auziere itu mengatakan serangan daring tersebut juga sangat memengaruhi seluruh keluarga. Ibunya sangat terpukul karena cucu-cucunya mendengar apa yang dikatakan orang dan tidak tahu bagaimana cara menghentikannya.

Kasus ini terkait dengan gugatan hukum yang diajukan pengacara ibu negara pada Agustus 2024 atas dugaan pelecehan siber. Gugatan itu memicu dua gelombang penangkapan pada Februari dan Maret 2025.

Penyelidikan awal mengungkap sejumlah klaim terkait dengan gender dan seksualitas Brigitte, serta tuduhan bahwa perbedaan usia antara dirinya dan presiden dikaitkan dengan pedofilia. Persidangan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan putusan akan diumumkan kemudian.

Di antara 10 terdakwa, delapan pria dan dua perempuan, terdapat seorang pejabat terpilih, pemilik galeri seni, spesialis IT, guru, manajer properti, dan pengusaha, semuanya berusia antara 41 dan 60 tahun. Seperti dilaporkan BFMTV, salah seorang terdakwa ialah eksekutif periklanan berusia 41 tahun bernama Aurelien Poirson-Atlan, yang menggunakan nama samaran ‘Zoe Sagan’ di media sosial. Akun X miliknya kini telah ditangguhkan dan kerap dikaitkan dengan para penganut teori konspirasi. Jika terbukti bersalah, para terdakwa terancam hukuman hingga dua tahun penjara.

Persidangan ini berlangsung tiga bulan setelah Macron dan istrinya mengajukan gugatan pencemaran nama baik dengan 22 tuduhan di Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat, terhadap podcaster sayap kanan Candace Owens atas klaim bahwa Brigitte Macron ialah seorang laki-laki. Gugatan di Delaware itu menuduh Owens melakukan kampanye pencemaran nama baik yang tiada henti selama setahun terhadap keluarga Macron.(dwi)

Baca juga:

Video Wajahnya Ditepak sang Istri Viral, Macron Bilang Publik Lebay dalam Menafsirkannya

#Emmanuel Macron #Kesehatan Mental #Prancis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Gerakan protes yang telah memasuki minggu ketiga ini akhirnya mendapat respons.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis, Korban Berjatuhan dengan Cacat Permanen Jadi Bukti Tindakan Brutal Kepolisian
Beberapa remaja lainnya juga mengalami cedera yang mengubah hidup mereka.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
 Unjuk Rasa Pelajar Prancis, Korban Berjatuhan dengan Cacat Permanen Jadi Bukti Tindakan Brutal Kepolisian
Dunia
Pencurian Museum Renoir, 5 Orang Ditangkap dan Diduga Bagian Jaringan Kejahatan Terorganisasi
Dua terduga pelaku pembobolan dikatakan berada di antara mereka yang ditangkap.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Pencurian Museum Renoir, 5 Orang Ditangkap dan Diduga Bagian Jaringan Kejahatan Terorganisasi
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Indonesia
Atasi Krisis BBM, Prancis Minta Uni Eropa Longgarkan Standar Kualitas
Para pengemudi di Prancis sengaja melanggar aturan dengan mengisi kendaraan mereka dengan bahan bakar khusus mesin pertanian akibat tingginya harga bahan bakar biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Atasi Krisis BBM, Prancis Minta Uni Eropa Longgarkan Standar Kualitas
ShowBiz
Kim Kardashian Dapat Kompensasi atas Perampokan Senilai Rp 106 Miliar, cuma Dikasi Rp 19 Ribu
Jumlah tersebut merupakan kompensasi yang memang diminta Kardashian.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Kim Kardashian Dapat Kompensasi atas Perampokan Senilai Rp 106 Miliar, cuma Dikasi Rp 19 Ribu
Bagikan