MerahPutih.com - Perayaan Idul Fitri disaat pandemi COVID-19 diharap jadi momentum meningkatkan nilai kemanusiaan. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap seluruh umat muslim dapat mengambil pelajaran (ibrah) saat kali kedua merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di tengah pandemi.
Menurut Gus Yaqut, umat kembali diingatkan belajar bahwa ajaran agama menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama dalam kondisi pandemi saat ini.
Baca Juga:
Menteri Agama Sebut Larangan Mudik Hukumnya Wajib
“Pandemi COVID-19 telah mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ramadan dan Idulfitri saat pandemi semakin perkuat nilai kemanusiaan,” kata Gus Yaqut, sapaan karibnya dalam keterangan resmi Menag, Kamis (13/5).
Gus Yaqut berharap, tempaan Ramadan yang dijalankan di tengah pandemi mampu memberi makna lebih sekaligus bekal bagi umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga:
Sebab, lanjut Menag, ketakwaan yang tidak hanya tercermin dalam kesalehan personal, tapi juga kesalehan sosial dalam rupa kepedulian pada sesama. " Ketakwaan yang memiliki keseimbangan antara spiritual vertikal dengan kesalehan sosial,” tutur dia.
Menag mengapresiasi bentuk kesalehan sosial yang telah dilakukan semua pihak saat Ramadan, salah satunya ketaatan menjaga protokol kesehatan (prokes) serta kondusivitas dalam peribadatan.
“Karena masih pandemi, mari beribadah dan berlebaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tutup orang nomor satu di Kementerian Agama itu dalam pesan Idul Fitrinya. (Knu)
Baca Juga:
Salat Id di Rumah, Anies dan Anak Kompak Pakai Sorban Bendera Palestina