Sains

Mamalia Betina Hidup Lebih Lama Ketimbang Jantan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2020
Mamalia Betina Hidup Lebih Lama Ketimbang Jantan

Sama seperti manusia, kebanyakan mamalia betina hidup lebih lama daripada yang jantan. (Foto: unsplash @bepnamanh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LAYAKNYA manusia, mamalia betina juga hidup lebih lama daripada jantan. Demikian terungkap dalam sebuah studi yang dipublikasi di jurnal Proceedings of the National Academy Of Sciences, seperti dilansir CNN.

Dalam studi itu, para peneliti meneliti 101 spesies mamalia liar yang hidup di 134 lokasi berbeda. "Penelitian ini merupakan yang terluas tentang topik ini, walaupun kami tidak dapat memasukkan banyak spesies hewan pengerat kecil. Ini disebabkan kurangnya data tentang hewan-hewan itu di alam liar," ucap Jean-Francois Lemaitre, penulis studi, kepada CNN.

BACA JUGA:

Ukuran Cokelat di Jepang Menyusut, Ini Penyebabnya

Peneliti menemukan mamalia betina hidup lebih lama daripada jantan dalam 60% kasus. Satu hal yang sangat mengejutkan bagi para peneliti ialah berapa lama mereka hidup. Mamalia betina memiliki rata-rata rentang hidup 18,6% lebih lama daripada jantan. Walaupun ada beberapa mamalia jantan hidup lebih lama, seperti kuda dan beberapa spesies kelelawar dan kelinci, magnitudenya jauh lebih rendah.

singa
Mamalia betina hidup lebih lama daripada jantan dalam 60% kasus. (unsplash @gerandeklerk)

Sebaliknya, pada manusia, perempuan hidup 7,8% lebih lama ketimbang laki-laki. Data yang dilansir BBC menyebut sembilan dari 10 orang yang hidup hingga 110 tahun ialah wanita. Peneliti mengatakan pola itu telah konsisten sejak catatan kelahiran akurat pertama yang tersedia pada abad ke-18.

Bagaimanakah itu bisa terjadi? Lemaitre punya beberapa teori.

mamalia
Beberapa mamalia jantan lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan. (unsplash @paxsonwoelber)

Perbedaan umur panjang jantan dan betina dibentuk lingkungan dan peran reproduksinya. Lemaitre memberi contoh mamalia domba bighorn. Para peneliti memiliki akses ke data yang baik tentang populasi yang berbeda spesies ini. Jika sumber daya alam tersedia secara konsisten, hanya ada sedikit perbedaan dalam umur jantan dan betina.

Namun, di satu lokasi dengan musim dingin sangat parah, yang jantan hidup jauh lebih pendek. "Domba jantan bighorn menggunakan banyak sumber daya untuk persaingan seksual, menuju pertumbuhan massa tubuh yang besar, dan mereka mungkin lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan," kata Lemaitre dalam studi.

Meskipun mamalia betina hidup lebih lama daripada jantan, itu tidak berarti risiko kematian lebih banyak meningkat pada jantan daripada betina seiring bertambahnya usia. Angka kematian jantan yang diestimasikan selalu lebih tinggi, tetapi angka kematian pada kedua jenis kelamin hampir sama saat mereka menua.

burung
Burung jantan umumnya hidup lebih panjang daripada yang betina. (unsplash @borisworkshop)

Terdapat juga teori lain yang mengatakan memiliki dua salinan dari kromosom jenis kelamin yang sama menawarkan efek perlindungan. Pada mamalia, betina memiliki dua kromosom X, sedangkan jantan hanya memiliki satu. Pada spesies burung, jantan sering hidup lebih lama daripada betina, susunan itu terbalik.

Ada juga teori yang lebih unik disebut 'hipotesis kutukan ibu'. Ada kemungkinan para ibu dapat menularkan gen yang dapat merugikan anak laki-laki mereka tetapi tidak kepada anak perempuan. "Apa yang kami tunjukkan dalam makalah ini ialah perbedaan yang sangat bervariasi antarspesies. Ini berarti ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan untuk menjelaskan variabilitas ini," ucap Lemaître.(Lev)

BACA JUGA:

Ademnya Wisata Hutan Bambu

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Bagikan