Majelis Hakim dan Terdakwa Korupsi Waterpark Nisel, Protes Saat Difoto Wartawan
Terdakwa kasus korupsi Waterpark Nisel, Johanes Lukman Lukito (Foto: MP/Amsal Chaniago)
MerahPutih.Com - Johanes Lukman Lukito, satu dari dua terdakwa korupsi pembangunan Nias Waterpark tahun 2014, marah-marah ketika wartawan mengabadikan dirinya lewat kamera.
Kejadian itu berlangsung saat Johanes Lukman Lukito menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Jumat (11/8).
?Saat duduk di kursi disamping kuasa hukumnya, Johanes kerap menundukkan kepala. Ia juga melirik ke arah jaksa penuntut umum (JPU).
"Kok mesti difoto-foto. Saya jangan difoto-foto dululah," kata Johanes saat berbicara dengan jaksa usai sidang.?
?Tak hanya terdakwa, Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo ikut merasa keberatan dengan kehadiran wartawan.
"Wartawan ini izin dululah jangan main foto-foto aja," ucap Wakil Ketua PN Medan dengan nada tinggi ketika melihat kehadiran wartawan yang meliput dan mendokumentasikan persidangan.
Sebagaimana diketahui Johanes merupakan Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering yang mengerjakan proyek pembangunan Waterpark Nias.?
?Selama bersidang, menyewa jasa pengacara mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung bernama Marten Pongrekun.?
?Johanes berstatus tahanan kota. Beda halnya dengan terdakwa Direktur PT Bumi Nisel Cerlang, Yulius Dakhi yang saat ini ditahan di Rutan Tanjunggusta.?
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Amsal Chaniago, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya.
Ikuti berita-berita hangat dari Medan dan sekitarnya dalam artikel: Nyabu, Anak Bupati Batubara Dihukum Dua Tahun Penjara
Bagikan
Berita Terkait
Korupsi Bongkar Muat Pelabuhan IKN Terbongkar, 2 TSK Rugikan Negara Rp 5 Miliar
KPK Didesak Segera Susun Strategi Pemberantasan Korupsi yang Lebih Sistematis
Ketua KPK: Modus OTT kini Menggunakan Pola Layering
Perkuat Asset Tracing, KPK Kembalikan Aset Korupsi Rp 1,53 Triliun ke Kas Negara
Ahok 'Nyanyi' di Sidang Tipikor Dugaan Korupsi Pertamina, Sebut Laporan BPK dan BPKP Bersih dari Penyimpangan
Jaksa Soroti Selisih Harga Chromebook di E-Catalog yang Lebih Mahal daripada Marketplace
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Uang Rp 450 Juta dan USD 30 Ribu dari Vendor Chromebook
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
Bos Maktour Sebut Kuota Haji Tambahan Tanggung Jawab Kemenag
Saksi Beberkan Pertemuan Pimpinan Google dengan Nadiem di Kantor Kemendikbudristek