Jaksa Soroti Selisih Harga Chromebook di E-Catalog yang Lebih Mahal daripada Marketplace

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Jaksa Soroti Selisih Harga Chromebook di E-Catalog yang Lebih Mahal daripada Marketplace

3 Eks Anak Buah Nadiem Didakwa Rugikan Negara Rp 2,1 Triliun di Kasus Korupsi Chromebook

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SIDANG lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1). Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung menghadirkan dua mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemendikbudristek, yakni Harnowo Susanto dan Dhani Khamidan Khoir, sebagai saksi.
?
Dalam persidangan, jaksa menyoroti perbedaan harga satuan Chromebook yang tercantum di sistem e-catalog dengan harga yang beredar di sejumlah marketplace. Jaksa mempertanyakan apakah para saksi pernah melakukan survei harga sebelum proses pengadaan dilakukan.
?
Saat menjawab pertanyaan tersebut, Harnowo yang merupakan PPK Direktorat SMP menyatakan survei harga dilakukan tim teknis. Menurutnya, tim tersebut melakukan pencarian harga melalui internet. “Iya melakukan. Dari Direktorat SMP melakukan survei di internet, Pak. Itu dilakukan tim teknis,” ujar Harnowo di ruang sidang.
?
Sementara itu, Dhani selaku PPK Direktorat SMA menjelaskan tim teknis di bawah koordinasinya melakukan survei melalui sistem e-catalog.
?
Ia menyebutkan harga satuan Chromebook saat itu berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 8 juta. “Waktu itu, harga survei harganya dari Rp 5 juta sampai Rp 8 juta, Pak,” kata Dhani.

Baca juga:

Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Uang Rp 450 Juta dan USD 30 Ribu dari Vendor Chromebook


?
Keterangan tersebut membuat jaksa heran. Jaksa kemudian membandingkan kesaksian Dhani dengan keterangan saksi sebelumnya, Hamid Muhammad, mantan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud. Pada sidang sebelumnya, Hamid mengaku membeli Chromebook ukuran 14 inci pada April 2020 melalui marketplace dengan harga sekitar Rp 3,3 juta, meski spesifikasinya tinggi.
?
Jaksa kemudian menekan Dhani agar memberikan keterangan jujur terkait dengan survei harga. Dhani mengakui ia secara pribadi tidak melakukan survei tersebut. “Saya tidak,” jawab Dhani saat ditanya jaksa. Dhani berdalih bahwa terdapat pembagian tugas antara PPK dan tim teknis. Ia menyebut tim teknis bertugas penuh dalam membantu proses pengadaan hingga selesai.

Saat ditanya apakah ia mengecek hasil survei tim teknis, Dhani mengaku hanya melihat sekilas tanpa menelusuri secara detail.
?
Jaksa kembali menegaskan bahwa harga di e-catalog lebih tinggi jika dibandingkan dengan marketplace. Namun, Dhani mengaku tidak pernah membandingkan harga e-catalog dengan harga di platform daring karena memilih menggunakan sistem e-purchasing pemerintah.(Pon)

Baca juga:

Eks Direktur SMA Kemendikbud Akui Terima USD 7.000 dari Vendor Chromebook

#KPK #Kasus Korupsi #Chromebook
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT sebagai Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Markup Anggaran Motor Listrik Rp 1,03 Triliun
Kejagung menetapkan AM, Komisaris PT YAT, sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi program MBG. Diduga markup pengadaan motor listrik senilai Rp 1,03 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT sebagai Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Markup Anggaran Motor Listrik Rp 1,03 Triliun
Indonesia
Periksa Pendiri Indonesia Audit Watch, KPK Dalami Pengondisian Saksi Kasus Bea dan Cukai
Lembaga antirasuah menduga ada upaya mengumpulkan informasi atau materi pemeriksaan saksi kasus tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Periksa Pendiri Indonesia Audit Watch, KPK Dalami Pengondisian Saksi Kasus Bea dan Cukai
Indonesia
Viral Foto Tumpukan Uang Valas Dikaitkan dengan Silmy Karim, KPK Beri Klarifikasi
KPK menegaskan foto tumpukan uang valuta asing yang viral di media sosial bukan berasal dari penggeledahan rumah Silmy Karim.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Viral Foto Tumpukan Uang Valas Dikaitkan dengan Silmy Karim, KPK Beri Klarifikasi
Indonesia
Heri Gunawan dan Istri Mangkir dari Panggilan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi CSR BI-OJK
KPK mengungkap Heri Gunawan dan istrinya, Kartini Buchari, mangkir dari pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Heri Gunawan dan Istri Mangkir dari Panggilan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi CSR BI-OJK
Indonesia
Kejaksaan Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Bandung, Cari Bukti Korupsi MBG
Lokasi yang digeledah yakni rumah dan kantor. Namun, belum jelas rumah dan kantor siapa yang digeledah.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Kejaksaan Geledah Sejumlah Lokasi di Jakarta dan Bandung, Cari Bukti Korupsi MBG
Indonesia
KPK Buka Peluang Dalami Keterlibatan Anggota BPK Bobby Rizaldi dalam Kasus Suap Audit Muara Enim
Penyidik akan menelusuri apakah Angga masih berkoordinasi dengan mantan atasannya setelah Bobby menjabat anggota BPK.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
KPK Buka Peluang Dalami Keterlibatan Anggota BPK Bobby Rizaldi dalam Kasus Suap Audit Muara Enim
Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Suap Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit BPK di Muara Enim
KPK mengungkap dugaan suap Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit BPK terhadap Pemkab Muara Enim. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
KPK Ungkap Dugaan Suap Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit BPK di Muara Enim
Indonesia
Jadi Tersangka Baru OTT Bupati Muara Enim, Pejabat BPK Titin Rita Lestari Berdalih Cuma Pelaksana
KPK menetapkan Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel, Titin Rita Lestari, sebagai tersangka kasus suap pengaturan temuan BPK.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Jadi Tersangka Baru OTT Bupati Muara Enim, Pejabat BPK Titin Rita Lestari Berdalih Cuma Pelaksana
Indonesia
Fitroh Rohcahyanto Bantah Terlibat Kasus Korupsi MBG, Tegaskan tak Kenal Sony Sonjaya
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto menegaskan, bahwa ia tak mengenal Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Ia juga tak terlibat kasus korupsi MBG.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Fitroh Rohcahyanto Bantah Terlibat Kasus Korupsi MBG, Tegaskan tak Kenal Sony Sonjaya
Indonesia
KPK: Yayasan Wakil Ketua Fitroh Rohcahyanto Sudah Berdiri Sebelum Ada Program MBG
“Yayasan ini fokus pada kegiatan sosial, seperti pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” Jubir KPK Budi Prasetyo
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
KPK: Yayasan Wakil Ketua Fitroh Rohcahyanto Sudah Berdiri Sebelum Ada Program MBG
Bagikan