MerahPutih.com - Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kompolnas, Komnas HAM, dan LPSK terkait perkembangan kasus penembakan Brigadir J.
Sejumlah anggota Komisi III DPR RI mendesak Ketua Kompolnas Mahfud MD agar mengungkap sosok jenderal bintang tiga yang hendak mengundurkan diri, karena terkait dengan perkara tersebut.
Baca Juga
Mahfud MD Duga Kapolda Metro Irjen Fadil Imran Kena Prank Ferdy Sambo
Mulanya Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sarifuddin Sudding meminta agar Mahfud memberitahukan siapa jenderal bintang tiga Polri yang hendak mengundurkan diri.
“Bagi saya ini penting dijawab oleh pak Mahfud, karena sudah menyampaikan ke publik bahwa bintang tiga yang mengudurkan diri," kata Suding dalam rapat bersama Kompolnas, Komnas HAM dan LPSK di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9).
"Nah saya ingin minta yang sebenarnya dari pak Mahfud siapa sebenarnya bintang tiganya itu,” sambung dia.
Suding mengaku khawatir informasi tersebut memunculkan isu seakan-akan Korps Bhayangkara tidak solid. Pasalnya, Polri merupakan institusi besar dan soliditasnya harus dijaga oleh semua pihak.
“Itu memunculkan spekulasi, itu berarti bahwa diinternal kepolisian tidak solid dalam penanganan kasus ini,” ujarnya.
Baca Juga
Polri Didesak Ungkap Motif Sensitif Kasus Pembunuhan Brigadir J
Tak hanya Suding, anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny K Harman juga meminta Mahfud untuk mengungkap nama jenderal tersebut.
“Kalau saya, sebut saja Pak siapa jenderal yang mau mengundurkan diri supaya jangan ada gelap-gelap,” kata Benny.
Merespons desakan itu, Mahfud enggan mengungkap sosok jenderal bintang tiga yang hendak mengundurkan diri tersebut.
Mahfud menegaskan dirinya hanya akan mengungkap sosok jenderal bintang tiga itu ke Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Saya hanya akan menjelaskan kepada dua pihak, satu kepada kapolri, yang kedua kepada presiden,” tegas Mahfud.
Lebih lanjut lria yang juga menjabat Menko Polhukam ini menekankan, tidak ada pihak yang bisa memaksanya untuk mengungkap sosok jenderal tersebut.
“Nggak bisa ada orang maksa saya,” pungkasnya. (Pon)
Baca Juga
Terlibat Kasus Brigadir J, Eks Kapolres Jaksel Dibawa ke Mako Brimob