Merahputih.com - Meningkatnya mobilitas warga di libur Lebaran berpotensi menimbulkan lonjakan pasien COVID-19.
Mengantisipasi hal tersebut, jumlah tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tak dikurangi meski saat ini jumlah pasien COVID-19 sudah turun secara drastis.
Baca Juga:
Antrean Ambulans di RS Darurat Wisma Atlet karena Mengantar Pasien OTG
"Kapasitas kita 5.994 bed dan tidak kita turunkan meski saat ini angka hunian di bawah 30 persen," ujar Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen Tugas Ratmono kepada wartawan, Jumat (7/5).
Setidaknya, ada dua hal yang berpotensi meningkatnya pasien COVID-19. Pertama, meningkatnya mobilitas warga di libur Lebaran. Kedua, munculnya mutasi virus Corona di India, Inggris, dan Afrika Selatan.
Mutasi tersebut tentu saja akan meningkatkan daya infeksi virus corona, dibanding kondisi saat ini. Jika rumah sakit tidak siap, tidak melakukan antisipasi, akan sangat berbahaya.
"Karena, salah satu prinsip memutus rantai COVID-19 adalah dengan treating, yaitu merawat sesegera mungkin orang yang terinfeksi COVID-19," Kepala Pusat Kesehatan TNI itu.
Baca Juga:
Pangdam Pastikan Wisma Atlet Siapkan Ribuan Kamar untuk Pasien OTG di Jakarta
Dari pengalaman sebelumnya, setelah libur bersama Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah pasien COVID-19 melonjak drastis. Ia mencontohkan, pada 27 September 2020 dan 24 Januari 2021, jumlah pasien RSDC Wisma Atlet Kemayoran melesat hingga di atas 5 ribu pasien.
"Tentu kita tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali paska libur Lebaran," jelas dia. (Knu)