Setara Institute mengungkap data penelitian sepanjang tahun 2007 hingga 2016 di Provinsi DI Yogyakarta (DIY). Berdasarkan pembagian kabupaten kota, Kota Yogyakarta menempati urutan intoleran tertinggi.
"Kota Yogyakarta tertinggi. Kemudian diikuti Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo," kata Halili, peneliti Setara Institute, dalam konferensi pers, di Jalan Magelang, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (27/2).
Halili menjelaskan, pelanggaran di Kota Yogyakarta sebanyak 16, Sleman 14, Bantul 6, dan Gunungkidul 2 peristiwa. "Kulonprogo satu-satunya kabupaten di Jogja dengan nol pelanggaran," papar Halili, sambil menunjukkan diagram penelitiannya.
Penelitian Setara ini diberi tajuk "Laporan Tematik tentang Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Minoritas Keagamaan di Jogja". Penelitian tematik dilakukan dengan cara analisis data sekunder selama 10 tahun. Peneliti terdiri dari 3 orang, dengan dua di antaranya melakukan pemantauan lapangan.
Berita ini merupakan laporan dari Fredy Wansyah, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Untuk membaca berita lainnya terkait intoleransi baca di sini: Riset Setara Institute: Jawa Barat Peringkat Pertama Wilayah Intoleransi