Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Harus Junjung Negara Hukum dan HAM

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Harus Junjung Negara Hukum dan HAM

Pengamanan Kawasan Bundaran Hotel Indonesia Kawal Aksi Unjuk Rasa BEM UI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pembentukan Tim Preventive Strike oleh Polda Metro Jaya dapat dipahami sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap mengedepankan prinsip negara hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Menurut Hendardi, Selasa (4/8), dalam paradigma pemolisian modern, kepolisian tidak hanya dituntut bertindak setelah kejahatan terjadi, tetapi juga harus mampu melakukan deteksi dini, pemetaan kerawanan, serta langkah-langkah pencegahan melalui pendekatan berbasis intelijen, kemitraan dengan masyarakat, dan peningkatan kehadiran polisi di ruang publik.

Pembentukan satuan yang berorientasi pada pencegahan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus menekan potensi gangguan Kamtibmas,

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi.

Tekankan Prinsip Legalitas dan Penghormatan HAM

Meski mendukung pendekatan pencegahan, Hendardi menegaskan orientasi tersebut harus dijalankan secara profesional dan tidak bergeser menjadi tindakan yang melampaui kewenangan.

Menurutnya, setiap langkah kepolisian harus tetap berpedoman pada prinsip legalitas, proporsionalitas, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

Baca juga:

Lakukan 'Preventive Strike' Tiga Hari Berturut-turut, Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris

Hendardi juga mendorong Polda Metro Jaya menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas bagi Tim Preventive Strike, disertai mekanisme pengawasan yang efektif, baik secara internal maupun eksternal.

Selain itu, transparansi mengenai mandat dan tata cara kerja tim dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik.

Ia menambahkan, keberhasilan tim tersebut tidak seharusnya diukur dari banyaknya tindakan kepolisian yang dilakukan, melainkan dari efektivitasnya dalam mencegah gangguan Kamtibmas tanpa menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

“Kinerja kepolisian yang baik dalam penegakan hukum perlu terus ditingkatkan agar semakin memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung supremasi sipil,” katanya.

Baca juga:

Desak Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan ke KPK, SETARA Institute: Demi Independensi Penegakan Hukum

Dorong Pendekatan Preemptive Policing yang Profesional

Hendardi berharap pendekatan preemptive policing yang diterapkan mampu menciptakan sistem keamanan yang efektif sekaligus menjaga keseimbangan antara pemeliharaan keamanan dan perlindungan hak konstitusional masyarakat.

“Dengan demikian, Tim Preventive Strike diharapkan menjadi instrumen pencegahan yang profesional, terukur, dan akuntabel dalam menjaga situasi Kamtibmas,” tutup Hendardi. (Knu)

#Tim Preventive Strike #SETARA Institute #Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Harus Junjung Negara Hukum dan HAM
SETARA Institute menilai pembentukan Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya harus tetap menjunjung prinsip negara hukum, HAM, dan akuntabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Harus Junjung Negara Hukum dan HAM
Indonesia
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Tembakau sintetis Melalui Investigasi Digital
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jaringan tersebut menjalankan modus operandi dengan memasarkan tembakau sintetis menggunakan sistem mapping
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Tembakau sintetis Melalui Investigasi Digital
Indonesia
Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel Amankan Puluhan Agenda di Jakarta dan Sekitarnya
Secara keseluruhan terdapat 47 agenda yang mendapat pelayanan pengamanan, terdiri atas tiga kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel Amankan Puluhan Agenda di Jakarta dan Sekitarnya
Indonesia
Polda Metro Jamin Kondisi Jakarta Tetap Kondusif, Minta Warga tak Panik
Banyaknya kegiatan yang berlangsung menunjukkan ruang publik tetap berjalan normal.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Polda Metro Jamin Kondisi Jakarta Tetap Kondusif, Minta Warga tak Panik
Indonesia
Pengamat Minta Polisi Usut Aktor di Balik Sindikat Buzzer
Penanganan perkara tidak boleh berhenti pada para pelaku yang diduga menjalankan aktivitas di lapangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pengamat Minta Polisi Usut Aktor di Balik Sindikat Buzzer
Indonesia
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Hampir 28 Kg Ganja di Jakarta Timur, Tangkap Tiga Tersangka
Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan distribusi ganja.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Hampir 28 Kg Ganja di Jakarta Timur, Tangkap Tiga Tersangka
Indonesia
Sindikat Obat Keras Ilegal Dibongkar di Jakarta, Polda Metro Sita Lebih dari 575 Ribu Butir
Polda Metro Jaya membongkar sindikat obat keras ilegal di Kebon Kacang. Sebanyak 575 ribu pil disita.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Sindikat Obat Keras Ilegal Dibongkar di Jakarta, Polda Metro Sita Lebih dari 575 Ribu Butir
Indonesia
PWI Cabut Laporan Polisi Hotman Paris, Polda Mau Semua Datang Dulu Baru Kasus Ditutup
Polda Metro Jaya menegaskan kasus baru ditutup setelah ketemu PWI dan Hotman Paris, serta melalui proses gelar perkara.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
PWI Cabut Laporan Polisi Hotman Paris, Polda Mau Semua Datang Dulu Baru Kasus Ditutup
Indonesia
Rp 220 Juta Disita, Polda Telisik Dugaan Sindikat Propaganda Hoaks Medsos Dibiayai Uang Negara
Polda Metro Jaya menyita Rp220 juta dari sindikat hoaks medsos. Polisi mendalami dugaan dana negara digunakan untuk membiayai propaganda digital. Delapan tersangka ditangkap.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
 Rp 220 Juta Disita, Polda Telisik Dugaan Sindikat Propaganda Hoaks Medsos Dibiayai Uang Negara
Indonesia
DPR Minta Polisi tak Tebang Pilih Usut Dugaan Kasus Kasat Narkoba Tangsel
Komisi III DPR mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus Kasat Narkoba Polres Tangsel.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Minta Polisi tak Tebang Pilih Usut Dugaan Kasus Kasat Narkoba Tangsel
Bagikan