SETARA Soroti Kekerasan terhadap Demonstran: Jangan Sampai Premanisme Kalahkan Kebebasan Sipil

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
SETARA Soroti Kekerasan terhadap Demonstran: Jangan Sampai Premanisme Kalahkan Kebebasan Sipil

Ketua Setara Institute. (Foto: Dok. Hendardi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebebasan warga menyampaikan pendapat di muka umum dinilai tidak boleh dikalahkan oleh kekuatan massa maupun tindakan kekerasan.

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengingatkan agar ruang demokrasi tidak berubah menjadi arena yang dikendalikan kelompok tertentu melalui intimidasi dan aksi koersif.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendardi menanggapi aksi sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jakarta dan Yogyakarta yang disebut menghalang-halangi hingga melakukan kekerasan terhadap massa yang tengah menyampaikan aspirasi.

Menurut Hendardi, penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional warga negara. Karena itu, tidak ada kelompok, termasuk ormas, yang berhak menentukan siapa yang boleh atau tidak boleh menggunakan ruang publik untuk menyampaikan pendapat.

Hendardi Minta Kekerasan terhadap Demonstran Diproses

Hendardi menilai negara harus memastikan setiap aksi berlangsung dalam koridor hukum.

Jika terdapat kekerasan, intimidasi maupun upaya membubarkan aksi secara paksa, tindakan tersebut harus diproses berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Hendardi mengapresiasi kinerja Kepolisian yang dinilainya relatif lebih baik dalam mengawal sejumlah demonstrasi belakangan ini dibandingkan penanganan aksi pada akhir Agustus 2025 yang menimbulkan korban dari masyarakat maupun petugas.

Namun, apresiasi tersebut, kata dia, harus dibarengi dengan ketegasan terhadap pihak mana pun yang menggunakan kekerasan untuk menghadapi demonstran.

“Jangan sampai premanisme mengalahkan kebebasan sipil,” kata Hendardi kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (4/9).

Baca juga:

Polisi Didesak Lepaskan Warga Tidak Terkait Demo 27 Agustus 2026, Diminta Usut Keterlibatan Ormas

Minta Aktor di Balik Kekerasan Ditelusuri

Hendardi juga meminta Kepolisian tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku kekerasan di lapangan.

Jika ditemukan adanya keterlibatan kelompok yang terorganisasi, aparat perlu menelusuri siapa yang menggerakkan, memerintahkan, membiayai, maupun memprovokasi tindakan tersebut.

Menurutnya, penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan berbasis bukti.

Rekaman CCTV, video masyarakat, jejak digital hingga keterangan saksi dapat digunakan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Hendardi juga mengingatkan agar aparat tidak terburu-buru menggeneralisasi kerusuhan sebagai representasi seluruh massa demonstran.

Dalam aksi massa berskala besar, selalu terdapat kemungkinan adanya pihak yang menyusup atau menunggangi aksi untuk menciptakan kekacauan.

Karena itu, pihak yang bertanggung jawab harus dibuktikan berdasarkan fakta.

Jika terdapat aktor yang mengorganisasi atau membiayai kerusuhan, proses hukum semestinya tidak berhenti pada pelaku lapangan.

Baca juga:

Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus

Soroti Pola Aksi pada 2025 dan 2026

Hendardi turut menyoroti pola yang menurutnya perlu dicermati dari rangkaian aksi pada 2025 dan 2026, termasuk munculnya massa perusuh, keterlibatan ormas, serta jatuhnya korban.

“Pola tersebut perlu diusut secara serius tanpa terlebih dahulu menunjuk kelompok tertentu sebelum bukti tersedia,” tutur Hendardi.

Ia juga memperingatkan munculnya gejala 'militerisme berkedok sipil' apabila organisasi sipil digunakan sebagai instrumen untuk menghadapi rakyat dengan pendekatan kekerasan dan koersif.

Kekhawatiran tersebut dikaitkan Hendardi dengan sejarah penggunaan kekuatan sipil dalam politik Indonesia, termasuk fenomena Pam Swakarsa pada masa transisi Reformasi.

Menurut Hendardi, negara hukum tidak boleh menyerahkan pengendalian ruang demokrasi kepada kelompok sipil yang bertindak dengan kekerasan.

Pemerintah dan Kepolisian harus memastikan jalanan tetap menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, bukan berubah menjadi arena pertarungan antarkelompok,

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi.

(Knu)

#SETARA Institute #Demonstrasi #Kebebasan Berpendapat #Organisasi Masyarakat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Aksi di kawasan Monas dan Balai Kota membuat sejumlah rute Transjakarta mengalami perpendekan dan pengalihan perjalanan. Simak rute dan halte yang terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Indonesia
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Berdasarkan informasi Traffic Management Centre (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya, rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Indonesia
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Gelombang demo pelajar di Paris berujung kerusuhan. Kemlu dan KBRI Paris imbau WNI waspada, hindari kerumunan, dan rilis nomor hotline darurat!
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Oktober 2026
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Infografis
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Rezita Kesuma - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Gerakan protes yang telah memasuki minggu ketiga ini akhirnya mendapat respons.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis, Korban Berjatuhan dengan Cacat Permanen Jadi Bukti Tindakan Brutal Kepolisian
Beberapa remaja lainnya juga mengalami cedera yang mengubah hidup mereka.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
 Unjuk Rasa Pelajar Prancis, Korban Berjatuhan dengan Cacat Permanen Jadi Bukti Tindakan Brutal Kepolisian
Indonesia
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Demo di Gedung MPR/DPR akan berlangsung 6-8 Oktober 2026. Polisi pun menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Bagikan