MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah rumor kamera pengawas milik Pemprov DKI, CCTV SMART City, dimatikan saat adanya aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8) lalu.
Menurut Pramono, CCTV SMART City tetap dapat beroperasi alias tidak dimatikan, dapat diakses guna memonitor situasi di lapangan secara real time.
Jadi tidak benar bahwa ada upaya untuk mematikan CCTV dan sebagainya karena semuanya termonitor dan kami mempunyai data untuk itu.
kata Pramono, Senin (31/8)
Ia menegaskan, tidak ada gangguan di CCTV SMART City saat demonstrasi berlangsung bahkan hingga malam hari.
"Jadi sekali lagi yang memang ada hanya satu hingga dua titik, tetapi secara keseluruhan berjalan dengan baik," ucapnya.
Baca juga:
PSI Ingatkan Gubernur Pramono, Proyek Lapangan Padel di Meruya harus Disanksi jika Langgar Aturan
Pramono Dalami Kasus Perusakan CCTV saat Demo 27 Agustus 2026
Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mendalami kasus perusakan CCTV oleh sejumlah orang, usai demonstrasi di Gedung DPR/MPR.
Ia pun belum menyinggung ihwal tindakan hukum yang akan dilakukan Pemprov DKI terkait tindakan perusakan CCTV itu.
"Berkaitan dengan fasilitas publik apakah itu CCTV, halte, dan yang lain-lain yang kemudian mengalami kerusakan ketika adanya aksi unjuk rasa, tentunya kami sekarang sedang mendalami itu, termasuk yang di Pejompongan," urainya.
Baca juga:
Menurut Pramono, saat ada penyampaian aspirasi di Gedung Parlemen Senayan, hampir setiap fasilitas publik berjalan dengan baik.
Tetapi saya harus menyampaikan secara keseluruhan, sebenarnya pelaksanaan ketika terjadi demo kemarin hampir semua fasilitas publik kita itu berjalan dengan baik.
ujar Pramono
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi menjelaskan, beberapa kamera pengawas dilaporkan mengalami kerusakan. Salah satunya berada di kawasan Pejompongan.
"Kami sangat menyayangkan terjadinya perusakan beberapa CCTV, antara lain di Pejompongan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Marulina.
Baca juga:
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Menurut Marulina, keberadaan CCTV bukan sekadar menjadi alat pemantau keamanan. Fasilitas tersebut memiliki sejumlah fungsi yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Kami mengimbau agar aksi penyampaian pendapat dilakukan secara tertib. Tidak disertai tindakan anarkis maupun vandalisme," pungkasnya. (Asp)