Klaster Sekolah di Solo Semakin tak Terkendali

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 26 Oktober 2021
Klaster Sekolah di Solo Semakin tak Terkendali

Siswa SMP jalani tes PCR untuk mendeteksi adanya klaster di sekolah. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah Solo, Jawa Tengah, semakin tak terkendali. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat jumlah terpapar corona klaster PTM telah mencapai 99 orang terdiri dari 93 siswa dan 6 guru dari sembilan sekolah mulai SD, SMP, dan SMA.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, kasus klaster PTM muncul kali pertama pada 18 Oktober dengan total 47 orang dinyatakan positif. Kemudian dilakukan tracking sampai akhirnya bertambah 99 orang positif corona.

Baca Juga

Ditemukan Klaster di Lima Sekolah, UNS Pastikan Kuliah Tatap Muka Tetap Jalan

"Kasusnya terus bertambah dengan sedikit tambahan beberapa orang saja. Tes acak (surveilans) terus kita lakukan di sekolah sebagai upaya evaluasi PTM," kata Ning sapaan akrabnya, Selasa (26/10).

Dikatakannya, untuk sebaran yang terpapar SD ada 63 orang (57 siswa dan 6 guru) terkonfirmasi positif COVID-19. Untuk SMP ada 30 siswa. Sementara untuk SMA/SMK ada 6 siswa terpapar.

"Temuan 99 siswa dan guru ini telah melalui berbagai tahapan penelusuran sejak kali pertama ditemukan dalam giat surveilans dengan menggunakan metode PCR," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

Ia mengatakan total sudah ada sebanyak 1.600 sampel PCR untuk melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM). Hasilnya ya 99 orang terpapar corona. Temuan kasus-kasus dari berbagai sekolah itu menjadi catatan untuk makin ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Disiplin prokes Ini penting dilakukan mengingat kondisi saat ini masih belum aman dari bahaya pandemi COVID-19," katanya.

Ketua Satgas COVID-19 Solo, Ahyani mengatakan peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anak. Ia menegaskan pelaksanaan prokes tidak hanya disekolah, tetapi juga di rumah.

"Prokes di rumah juga wajib ketat. Kalau di sekolah dan rumah sudah baik ya jangan sampai anak-anak ini sembarangan main di luar rumah tanpa masker," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Muncul Klaster Sekolah, Gibran Bersikukuh Bolehkan Anak Usia 5-12 Tahun Masuk Mal

#COVID-19 #Belajar Tatap Muka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan Normal, Begini Penjelasan Pemerintah
Pemerintah menegaskan bahwa sekolah tatap muka tetap berjalan normal. Kegiatan ekstrakurikuler juga tidak ada pembatasan.
Soffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan Normal, Begini Penjelasan Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Bagikan