MerahPutih.com - Klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah Solo, Jawa Tengah, semakin tak terkendali. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat jumlah terpapar corona klaster PTM telah mencapai 99 orang terdiri dari 93 siswa dan 6 guru dari sembilan sekolah mulai SD, SMP, dan SMA.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, kasus klaster PTM muncul kali pertama pada 18 Oktober dengan total 47 orang dinyatakan positif. Kemudian dilakukan tracking sampai akhirnya bertambah 99 orang positif corona.
Baca Juga
Ditemukan Klaster di Lima Sekolah, UNS Pastikan Kuliah Tatap Muka Tetap Jalan
"Kasusnya terus bertambah dengan sedikit tambahan beberapa orang saja. Tes acak (surveilans) terus kita lakukan di sekolah sebagai upaya evaluasi PTM," kata Ning sapaan akrabnya, Selasa (26/10).
Dikatakannya, untuk sebaran yang terpapar SD ada 63 orang (57 siswa dan 6 guru) terkonfirmasi positif COVID-19. Untuk SMP ada 30 siswa. Sementara untuk SMA/SMK ada 6 siswa terpapar.
"Temuan 99 siswa dan guru ini telah melalui berbagai tahapan penelusuran sejak kali pertama ditemukan dalam giat surveilans dengan menggunakan metode PCR," kata dia.
Ia mengatakan total sudah ada sebanyak 1.600 sampel PCR untuk melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM). Hasilnya ya 99 orang terpapar corona. Temuan kasus-kasus dari berbagai sekolah itu menjadi catatan untuk makin ketat dalam penerapan protokol kesehatan.
"Disiplin prokes Ini penting dilakukan mengingat kondisi saat ini masih belum aman dari bahaya pandemi COVID-19," katanya.
Ketua Satgas COVID-19 Solo, Ahyani mengatakan peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anak. Ia menegaskan pelaksanaan prokes tidak hanya disekolah, tetapi juga di rumah.
"Prokes di rumah juga wajib ketat. Kalau di sekolah dan rumah sudah baik ya jangan sampai anak-anak ini sembarangan main di luar rumah tanpa masker," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Muncul Klaster Sekolah, Gibran Bersikukuh Bolehkan Anak Usia 5-12 Tahun Masuk Mal