Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 26 Desember 2020
Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Chitya Intania Kusnita. Foto: Dokumentasi Pribadi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penanganan protokol kesehatan di Jakarta memang tidak mudah. Salah satunya karena tingkat kedisiplinan warga yang tergolong masih rendah.

Apalagi, jumlah penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia yang masih sangat mengkhawatirkan sehingga ribuan orang terpapar setiap harinya.

Baca Juga

Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja di Monas

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Chitya Intania Kusnita bercerita jika ia rela meninggalkan keluarga maupun anak demi konsisten dalam penerapan protokol kesehatan.

Perempuan yang lama bertugas di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini mengaku, saban pagi mesti berangkat dari rumah tanpa perlu berlama-lama bersama ketiga buah hatinya.

"Saya berangkat pagi untuk penegakan disiplin warga yang tak pakai masker dan berkerumun. Imbauan bahkan hingga sanksi sosial yang tak tertib protokol kesehatan," kata Chitya saat berbincang dengan MerahPutih.com, Sabtu (26/12).

Kegiatan ini berlangsung hampir setiap hari. Dari pagi bahkan sampai pagi lagi. "Malam kami juga patroli Kamtibmas. Lakukan imbauan bahkan hingga antisipasi curanmor, balap liar dan pencurian," terang Chitya.

Tak jarang, rasa rindu bertemu anak-anak selalu muncul dalam benak wanita yang dikenal tegas terhadap pelaku kejahatan ini. Untuk menyiasatinya, ia selalu menggunakan aplikasi video call hanya untuk 'bertemu' buah hatinya.

"Pasti video call dengan anak-anak. Kalau pulang, anak belum tidur ya kami ngobrol," jelas Chitya.

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Chitya Intania Kusnita
Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Chitya Intania Kusnita. Foto: Dokumentasi Pribadi

Ia mengakui, anak-anaknya selalu meminta berkunjung ke kantor Polsek Cempaka Putih hanya untuk bertemu sang ibunda sampai menginap di sana.

"Mereka senang dan minta ikutan patroli. Dan, pengen ikut ke Kampung Tangguh yang jadi program andalan kami. Jadi kerja sambil ngajak anak. Dia mereka bilang 'mama keren'," tambahnya.

Menurut Chitya, tak jarang ketiga anaknya yang masih SD dan kuliah ini suka 'komplain' karena ibunda tak memiliki waktu libur.

"Dulu waktu di Polda bisa saja. Sekarang kan gak bisa. Sabtu masuk dan malamnya kami patroli sampai pagi. Baru minggu pagi bisa pulang, tapi kalau ada kegiatan lanjut," imbuh Chitya.

Chitya pun berharap, kepada wanita agar selalu semangat dalam bekerja. Terutama yang memiliki profesi sepertinya yang dikenal sangat beresiko.

"Kita harus bersatu-padu dalam memutus mata rantai COVID-19. Tetap tangguh dan semangat dalam menaati protokol kesehatan,"pesan Chitya.

Ia berharap, jelang tahun baru ini, bisa dijadikan momentum masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan.

"Agar masyarakat semakin sadar menerapkan protokol kesehatan. Indonesia tetap sehat sehingga perekonomian bisa pulih," harap Chitya.

Sekedar informasi, Polri dibantu TNI, pemerintah daerah, dan mitra keamanan lainnya, menggelar apel gelar pasukan Operasi Lilin 2020, secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi Lilin mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Operasi Lilin digelar selama 15 hari mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 mendatang.

Ada puluhan pos pengamanan yang disediakan untuk memantau pergerakan warga. Terutama di kawasan padat dan yang ramai dikunjungi. (Knu)

Baca Juga

Kisah Inspiratif Survivor Kasus 01 COVID-19 Sita Tyasutami Menghadapi Perundungan

#COVID-19 #Kasus Covid #Protokol Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Pemerintah dan pihak sekolah tidak boleh meremehkan tren peningkatan kasus superflu
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Bagikan