Top 10 Survivor of The Year

Kisah Inspiratif Survivor Kasus 01 COVID-19 Sita Tyasutami Menghadapi Perundungan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 24 Desember 2020
Kisah Inspiratif Survivor Kasus 01 COVID-19 Sita Tyasutami Menghadapi Perundungan

Sosok inspiratif Survivor COVID-19, Sita Tyasutami (Foto: instagram/@sitatyasutami)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NOMOR telepon tak dikenal masuk ke ponsel Sita Tyasutami. Memanggil-manggil. Tombol hijau digeser. Belum selesai menyapa hallo, kontan ocehan menyambar di seberang sambungan. Nadanya tinggi. Membentak-bentak. Tak karuan. Tombol merah ponsel cepat-cepat ditekan. Ia mengira mungkin orang salah sambung.

Sejurus kemudian nomor serupa memanggil lewat video call. Ia tak gubris. Panggilan selesai tak berbalas, lalu muncul lagi berkali-kali. Tak beroleh respon, sang penelepon anonim tersebut mengirim teks via Whatsapp. Begitu dibuka benar saja namanya disebut-sebut sebagai penyebar virus.

Merasa tak seperti dituduhkan, Sita meladeni dengan santai. Meski berkali-kali kata kasar muncul dari lawan bicara. Belum selesai dengan satu nomor anonim, muncul lagi dari nomor tak dikenal lain. "Aku gatau darimana orang-orang dapet nomor aku. Akhirnya aku blokir aja nomornya," ucap Sita kepada merahputih.com.

Baca Juga:

Kisah Survive Bayu Fajri, Bos Sound System Banting Setir Jadi Penjual Sayur

'Telepon kaleng' tersebut muncul setelah pesan berantai menyua identitas lengkap berikut alamat rumah dan fotonya beredar di pelbagai grup Whatsapp. Begitu pula di grup terdapat Sita di dalamnya.

"Aku syok banget kok bisa data pribadi aku dan keluarga ada di grup-grup WhatsApp. Aku awalnya diem aja, terus ada tiba-tiba ngirim foto aku di grup komunitas dansa (campuran se-Jakarta). aku juga masih diem," ucap Sita berusaha sabar namun di sisi lain jarinya tak sabar mengklarifikasi. Ia pun membenarkan informasi berisi identitas dan fotonya. Kepada seluruh anggota grup, Sita meminta agar tidak menyebarluaskan ulang informasi tersebut dan meminta dukungan serta doa.

Belum selesai masalah di Whatsapp, ia makin kaget setelah membuka media sosial. Pengikutnya di Instagram meningkat seturut hujan komentar membanjiri. Isi komentar sebagian kecil memberikan semangat, sebagian besar menghujat. Sita langsung mengunci akun. Membisukan komentar.

Sita merasa syok saat mengetahui dirinya positif COVID-19 01 Indonesia (Foto: instagram/@Sitatyasutami)

Sita merupakan orang pertama di Indonesia terjangkit COVID-19. Ia sering disebut 'Kasus 01'. Penari profesional lulusan Sastra Perancis FIB UI tersebut terpapar virus SARS-Cov-2 dari seorang teman kebangsaan Jepang tinggal di Malaysia.

"Waktu pertama kali 'COVID-19' banget, sejujurnya lebih ke telat emosinya, seharian diem aja, bener-bener gabisa baca Whatsapp, gabisa ngapa-ngapain, syok banget," jelas Sita merasa panik dan depresi.

Di titik terendah tersebut, Sita sering dikuatkan sang ibu, Maria Darmaningsih, nan sama-sama diisolasi begitu tersemat status 'Kasus 02' juga kakaknya, Ratri Anindya, 'Kasus 03'. Namun, perlahan Sita mulai kuat menghadapi keadaan sulit berkat dukungan sepenuh hati keluarga, teman-teman, dan tim medis.

Meski kondisinya sempat dibuat drop karena banyaknya hujatan dari netizen, Sita menanggapinya dengan santai (Foto: instagram/@Sitatyasutami)

Setelah benar-benar dinyatakan sembuh, Sita pulang lebih dulu bersama sang kakak. Sementara Ibunya pulang tiga hari lebih lama. Kabar kesembuhan tiga pasien klaster pertama COVID-19 disampaikan secara resmi. Kabar baik tersebut tak lantas menggagalkan orang mencaci Sita sekeluarga.

Sita sengaja membuka media sosial setelah beroleh nasihat sang kakak agar platform tersebut dijadikan media positif kepada para survivor dan informasi seputar COVID-19. Begitu ia mengunggah, lanjutnya, muncul komentar miring menyebut keluarganya antek propaganda Jokowi.

"Besokannya aku bangun tidur udah ada 1000 komentar semuanya menghujat aku. Pagi itu aku jantungan dan gabisa napas gitu," tutur Sita.

Sita memang tak sendirian mengelola media sosial. Ia dibantu sang kakak. Ratri, kakaknya, mengurus editorial dan unggahan.

Baca Juga:

KamiBijak.com Jadi Media Arus Utama Kaum Disabilitas Akses Informasi COVID-19

Bagi Sita, hujatan dilayangkan kepadanya masih bisa diterima dengan lapang dada. Namun, lanjutnya, bila sudah menyangkut soal orang tuanya tidak bisa diterima begitu saja.

"Yang bikin aku sakit hati banget, ketika ibu dikatain (cela) segala macem. Mereka bukan hanya ngatain aku pelacur, tapi ngatain ibu aku juga. Siapa sih anak yang enggak sakit hati ibunya digituin. Ya aku marah lah," ujar Sita naik pitam atas ulah perundungan warganet.

Sita tidak betul-betul diam. Ia gusar jika komentar atau pesan personal langsung sudah mengarah ke arah ancaman.

"Kalau dibilang pengen nuntut soal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan pengen banget, tapi energi aku akan habis buat ngurusin itu. Yang penting aku sudah ngumpulin bukti-bukti screenshot di komentar dan DM Instagram, Facebook Twitter, mungkin nanti aku urus," tutur Sita.

Media sosial Sita memang tak melulu berisi makian. Ia juga sering menerima dukungan dari orang dikenal maupun tak dikenal. Dari situ, Sita semakin yakin fungsi positif campaign terus dijalankan. Komentar negatif, Sita healing dengan olahraga ringan, yoga, dan dress up serta memasak.

Support dari keluarga merupakan semangat terbesar Sita Tyasutami (Foto: Instagram/@SitaTyasutami)

Selain perundungan, Sita juga merasa bosan berbulan-bulan di rumah. Ia ingin bertemu teman tapi sangat terbatas karena masih pemberlakuan PSBB.

"Stres juga enggak kemana-mana. Untungnya di rumah banyak tempat untuk punya privasi masing-masing. Kita main piano, ngelukis, menari, karena berkesenian itu mengurangi stres kita," jelasnya.

Setelah kondisi mulai kondusif, Sita mulai memberanikan diri berinteraksi dengan orang-orang di luar rumah melakukan kegiatan positif, dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Waktu awal-awal keluar rumah, kita bagi-bagi masker di jalan, bagi-bagi sembako. Sempat buka donasi umum juga bagi-bagi sembako, dan ngasih paket kesehatan seperti vitamin untuk Rumah Sakit," kata Sita.

Setelah lima bulan melepas status 'kasus 01', Sita mulai melakukan aktivitas kembali, seperti bekerja di bagian manajerial sebuah restoran. Di awal kerjanya, Sita hanya 2-3 kali seminggu ke restoran, sisanya Work From Home (WFH).

Setelah kondisi membaik, Sita mulai melakukan sejumlah kegiatan, seperti yoga, melukis, bekerja, hingga kuliah S2 (Foto: instagram/@SitaTyasutami)

Selain mengurus restoran, Sita juga mengajar tari, namun secara online, karena situasi pandemi. Biasanya Sita mengajar tari modern di sekolah internasional. Sita juga menjadi manajer grup band. Di tengah kesibukan bekerja, Sita masih harus membagi waktu kuliah daring pendidikan S2 di IPMI, jurusan Bisnis Administrasi. Semua kerjaan tersebut dilakukan pada masa kenormalan baru.

Hingga kini, Sita masih aktif memberikan konten positif di media sosial agar benih kebaikan bisa menyebar. Ia selalu memberi semangat kepada para pasien dan tenaga medis. Bagi pasien, menurut Sita, terpenting membenahi mental selagi fokus mengurus masalah kesehatan.

Bagi masyarakat luas, Sita berpesan agar terus tersenyum, berdoa, dan melakukan kegiatan apa pun agar tidak stres.

"intinya kita harus tau apa yang bikin bahagia untuk tetep sehat, tentunya harus makan-makanan bergizi dan menerapkan protokol kesehatan," tutupnya. (ryn)

Baca Juga:

Melawan Arus, Lawless Survive dengan Unit Bisnis Baru di Tengah Pandemi

#Kesehatan #Desember Survive #COVID-19
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan