Top 10 Survivor of The Year

Kisah Survive Bayu Fajri, Bos Sound System Banting Setir Jadi Penjual Sayur

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 23 Desember 2020
Kisah Survive Bayu Fajri, Bos Sound System Banting Setir Jadi Penjual Sayur

Bayu Fajri terpaksa banting setir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Foto: Instagram/segarsvara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAYU Fajri Hadyan limbung. Pihak penyelenggara acara tiba-tiba meminta menarik seluruh uang muka. Bukan cuma satu, melainkan 30 acara batal. "Maret ke April jadi bulan berat buat gue," kata CEO Bayusvara menggambarkan kondisi bisnis penyewaan sound system di masa permulaan pandemi COVID-19. Rencana beroleh pemasukan berlebih di musim tersibuk penyelenggaran acara musik mendadak paceklik.

Pada 10 Maret 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) mengharuskan masyarakat belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah. Seluruh kegiatan di luar rumah melibatkan banyak orang tak beroleh izin. Termasuk acara musik.

Pembatalan acara musik tentu berimbas pada penundaan atau kandas para penampil beserta kru sampai pihak di belakang beroleh pemasukan. Semestinya, lanjut Bayu, Bayusvara beroleh omzet sekira 200 juta per bulan namun sirna lantaran semua acara dibatalkan.

Kisah Bayu Fajri, Bos Sound System yang Survive Jualan Sayur
Memulai bisnis Segarsvara sejak April 2020. (Foto: Instagram/segarsvara)

Pemasukan nol sementara pengeluaran membayar gaji karyawan juga pemeliharaan alat terus berjalan. Ketika itu Bayusvara, sambungnya, menghabiskan fixed cost untuk cicilan kredit usaha dan kendaraan total sekira 70 juta. Bayu berpikir cepat mencari cara agar bisa membayar semua cicilan. Ia memutuskan menjual beberapa barang operasional.

“Tapi hasilnya nihil. Meskipun udah gue jual dengan harga sangat murah jauh di bawah rata-rata, tetep aja beberapa gak laku,” kata lulusan Filsafat FIB UI tersebut, melirih.

Di kalangan penyelenggara acara musik, Bayusvara acap diperhitungkan mengisi piranti tata suara. Band-Band selaik Payung Teduh, Mocca, Endank Soekamti, dan masih banyak lagi juga telah merasakan pelayanan maksimal dari lini bisnis penyewaan tata suara nan dirintis sedari kampus tersebut.

Selain ongkos operasional, Bayu juga harus menghidupi istri dan satu anak bayi. Pengeluarannya pun tak sedikit.

Baca juga:

Cara Pemilik Toko Alat Tulis Survive Saat Pandemi

Kisah Bayu Fajri, Bos Sound System yang Survive Jualan Sayur
Salah satu karyawan Segarsvara yang mengantarkan pesanan konsumen. (Foto: Instagram/segarsvara)

“Ongkos operasional jalan terus. Setiap hari gue coba muter otak gimana caranya itu bisa ketutup dan pekerja, karyawan atau freelance bisa mendapat kesempatan pemasukan lagi di tengah pandemi ini,” lanjut Bayu.

Di masa sulit tesebut, ia melihat berbagai pihak menggalang donasi bagi pekerja atau orang terdampak pandemi. Namun, alokasi dana selalu tertuju kepada pedagang kaki lima dan ojek daring. Orang panggung tak masuk daftar bantuan. Di masa itu, Bayu seakan berada pada titik terendah.

Ia terkadang masih bersyukur saat beroleh cerita banyak orang susah makan lantaran sama sekali tak ada pemasukan, apalagi saat mertuanya cerita pedagang di pasar tradisional terus buka sampai siang karena sepi pembeli. Dari cerita mertuanya, Bayu sempat terpikir membuka celah di bisnis makanan. Ia lantas bertanaya kepada beberapa teman nan memang telah malang-melintang di indutrsi tersebut.

Kisah Bayu Fajri, Bos Sound System yang Survive Jualan Sayur
Setiap komponen makanan tentu dipikirkan baik-baik kebersihannya. (Foto: Instagram/segarsvara)

“Dari situ gue sadar, masyarakat bisa hidup tanpa event tapi tidak bisa hidup tanpa makan. Terus seolah Allah memang mau kasih jalan," tukasnya. Ia pun semakin menjadi-jadi saat sang istri kembali menimpali cerita banyak pedagang di pasar tradisional mengeluhkan penuruan omzet. "Dari situ gue semakin mantap untuk banting setir menyelamatkan usaha dan para karyawan gue".

Bayu mulai meriset komoditi di pasar. Setelah itu, ia meminta para karyawan menata ulang kebutuhan operasional pada bisnis barunya. Ia membangun kemitraan dengan para pedagang. Meraba teknis dan sistem penjualan. Dirasa sipa, Bayusvara akhirnya bertransformasi.

“Akhirnya dengan modal nekat, gue coba banting setir Bayusvara menjadi Segarsvara,” lanjutnya.

Segarsvara merupakan bisnis baru Bayu sejak April berfokus pada kebutuhan pokok dan sayuran. Ia menjadi perantara antara pembeli dan pedagang di pasar tradisional. Barang dari pasar disortir kemudian dijaga higienitasnya.

Para karyawan mesti ke pasar setiap hari dan harus menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan sarung tangan, masker, dan topi.

“Karena belanja dan mengantar belanjaan ada seni dan SOP harus diperhatikan. Terlebih di tengah pandemi begini SOP keamanan, kebersihan, dan keselamatan perlu sekali diperhatikan,” ungkap Bayu.

Sejak Segarsvara melaju, para karyawan nan semula lihai menggulung kabel, gotong speaker, dan mengoperasikan mixer sound, perlahan mempelajari keahlian baru, memilih dan memilah belanjaan berkualitas di pasar.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bayusvara (@bayusvara)

Menjalani hal baru butuh adaptasi. Bayu dan para karyawan berkali-kali mengalami kesulitan. Terkadang memilih buah terlalu matang untuk dipasarkan sehingga cepat busuk. Salah membeli jenis cumi. Belum lagi salah menaruh ikan asin kering di cooler box. Pernah juga beli brokoli terlalu kecil.

“Tapi itu semua membaik seiring beberapa hari percobaan. Aku bangga deh,” ujarnya.

Konsep ditanamkan di Segarsvara membeli, mengemas, lalu mengantarkan sembako dan sayur kepada pelanggan. Awalnya, pembeli hanya orang-orang terdekat Bayu, kemudian melebar sampai daerah Jakarta, Tangerang, dan Depok. Bayu memanfaatkan para karyawannya sebagai kurir untuk mengantarkan pesanan.

Seiring berjalannya waktu, Bayu bangga bisa melihat para karyawannya tersenyum kembali dan mendapatkan penghasilan. Ramadhan dan Lebaran menjadi bulan tersibuknya. Kini, omzetnya di Segarsvara bisa meraup keuntungan hingga Rp80 juta.

“Ya walaupun segitu, tetep aja masih kurang untuk menutupi pemasukan bisnis Bayusvara yang sempat sepi beberapa bulan lalu,” kata Bayu.

Baca juga:

Cara Haykal Kamil Survive di Bisnis Fashion Muslim saat Pandemi

Kisah Bayu Fajri, Bos Sound System yang Survive Jualan Sayur
Bayu Fajri yang sedang mempersiapkan event onlinenya. (Foto: Istimewa)

Pilihan membuat Segarsvara sangat tepat mengingat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan sebagian masih enggan membeli langsung di pasar lantaran anjuran tetap berada di rumah. Berdasarkan data dipaparkan McKinsey & Company COVID-19 di Indonesia, sebanyak 32 persen masyarakat lebih banyak membeli makanan dibungkus dan diantarkan.

Angka tersebut tentu sangat signifikan dibandingkan sebelum masa pandemi COVID-19. Selama hampir sembilan bulan masa pandemi COVID-19, permintaan pengantaran makanan ke rumah meningkat pesat sebesar tujuh kali lipat dari biasanya.

Bagi Bayu, pandemi COVID-19 merupakan ajang survival karena ia harus mempertahankan bisnis dan kehidupan rumah tangga serta para kerabat. COVID-19 juga mengajarkannya tentang mengelola bisnis dengan baik, mulai dari survei, melihat peluang, dan branding. Ke depan, Bayu akan tetap melanjutkan bisnis Segarsvara sekaligus membuka semakin banyak lapangan pekerjaan baru.

Bulan demi bulan terlewati. Tak terasa, Bayu semakin nyaman dengan bisnis Segarsvara. Pada Juli lalu, Bayusvara sempat mendapatkan kembali orderan namun terhenti di September ketika PSBB mulai diterapkan.

Mulai November, ia kembali mendapatkan orderan beberapa konser musik daring, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketika berada di tempat. Bayusvara kembali menggeliat meski belum pulih seperti sebelum pandemi.

“Saya mendoakan dan mengirim semangat kepada semua wiraswasta sedang berjuang mempertahankan usahanya. Semoga kita selalu diberikan jalan untuk terus menghidupi usaha dan karyawan kita. Dan juga teman-teman yang pekerjaannya terdampak COVID-19, semoga senantiasa selalu dimudahkan rezekinya. Tetap optimis!,” tutup Bayu. (and)

Baca juga:

Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’

#Penjual Sayur #Desember Survive #Musik #Events
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Parkir GBK saat Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026, ini Lokasinya
Simak lokasi kantong parkir GBK pada 24-25 Oktober 2026 saat konser Ye, Jakarta Running Festival, dan sejumlah acara lain berlangsung.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Parkir GBK saat Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026, ini Lokasinya
ShowBiz
'Lebih Beruntung Sedikit', Kolaborasi Terbaru Bernadya dan Pamungkas tentang Patah Hati
Lewat 'Lebih Beruntung Sedikit', Bernadya dan Pamungkas ceritakan kehilangan, patah hati, serta kenyataan hidup yang kerap berjalan di luar keinginan.
Dwi Astarini - Sabtu, 24 Oktober 2026
'Lebih Beruntung Sedikit', Kolaborasi Terbaru Bernadya dan Pamungkas tentang Patah Hati
ShowBiz
Kanye West Konser di GBK Hari ini, Cek Jadwal Masuk dan Transportasi Umum
Penonton diimbau memperhatikan jadwal masuk sesuai kategori tiket dan memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum berangkat ke lokasi.
Dwi Astarini - Sabtu, 24 Oktober 2026
Kanye West Konser di GBK Hari ini, Cek Jadwal Masuk dan Transportasi Umum
ShowBiz
JBL Hadirkan Pengalaman Audio Interaktif dalam Perayaan 80 Tahun di Jakarta
JBL menggelar showcase interaktif yang berlangsung di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, pada 21–25 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
JBL Hadirkan Pengalaman Audio Interaktif dalam Perayaan 80 Tahun di Jakarta
ShowBiz
Jeff Satur Perluas Kiprah Global lewat Kerja Sama dengan Universal Music
Jeff Satur menyambut kemitraan ini sebagai kesempatan melanjutkan perjalanan kreatifnya tanpa mengesampingkan identitas artistik yang selama ini ia bangun.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Jeff Satur Perluas Kiprah Global lewat Kerja Sama dengan Universal Music
ShowBiz
John Mayer Kembali dengan 'Tom and Jerry' Setelah Lima Tahun Tanpa Single Baru
John Mayer mendirikan Sob Rock Records bersama Mercury Records dan bersiap merilis 'Tom and Jerry', single pertamanya dalam lima tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Oktober 2026
John Mayer Kembali dengan 'Tom and Jerry' Setelah Lima Tahun Tanpa Single Baru
ShowBiz
Giant Jay dan Dewanda Pratama Rilis 'Kalau Aku Lebih Darinya', Kisah Pengorbanan Ayah
Giant Jay feat. Dewanda Pratama menghadirkan 'Kalau Aku Lebih Darinya', lagu tentang pengorbanan ayah, kasih sayang, dan harapan untuk masa depan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Oktober 2026
Giant Jay dan Dewanda Pratama Rilis 'Kalau Aku Lebih Darinya', Kisah Pengorbanan Ayah
ShowBiz
KRTM Rilis 'Ini Belum Selesai', Kisah Berani Mengejar Mimpi yang Pernah Dilepas
KRTM merilis 'Ini Belum Selesai' bersama Chika Olivia, single tentang keberanian mengejar kembali impian sebelum album debut mereka bulan depan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Oktober 2026
KRTM Rilis 'Ini Belum Selesai', Kisah Berani Mengejar Mimpi yang Pernah Dilepas
ShowBiz
U2 Rilis 'The Greatest Show On Earth', Lagu tentang Cinta dan Kepercayaan
Secara tematis, 'The Greatest Show On Earth' mengisahkan sepasang kekasih yang berjuang mempertahankan kepercayaan satu sama lain.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
U2 Rilis 'The Greatest Show On Earth', Lagu tentang Cinta dan Kepercayaan
ShowBiz
Tak Hanya 13 Anggota, SEVENTEEN Punya 7 Sub-Unit dengan Konsep Berbeda
Kenali tujuh sub-unit SEVENTEEN hingga Oktober 2026, mulai dari BSS, JxW, HxW, CxM, DK x Seungkwan, V8, hingga JxJ.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Oktober 2026
Tak Hanya 13 Anggota, SEVENTEEN Punya 7 Sub-Unit dengan Konsep Berbeda
Bagikan