Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 16 Desember 2020
Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’

Ras Muhamad survive dengan rilis album kedua internasional melalui label Jerman. (Instagram/@ras_muhamad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMPAT tertunda perilisannya, Ras Muhamad akhirnya merilis album terbaru bertajuk SATRYO pada Agustus 2020. Album ketujuh ini merupakan album kedua Ras Muhamad yang dirilis secara internasional oleh label asal Jerman, Oneness Records.

Pada album kedua rilisan internasional ini, Ras Muhamad bereksperimen dengan memadukan elemen Arab dan Jawa, serta filosofi islam dalam balutan musik dancehall dengan teknik toasting yang merupakan perpaduan antara musik Jamaika dengan hip hop yang menjadi ciri khasnya.

Baca juga:

Tentang 'VANDAL' dan Arti Survive Menurut Joe Million

Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’
Album SATRYO merupakan evolusi dari Ras Muhamad. (Instagram/@ras_muhamad)

“Salah satu hal menarik di album ini yaitu memakan waktu yang lama sekitar tiga setengah tahun. Namun, album ini bisa disebut sangat berbeda, karena album ini bentuk evolusi dari Ras Muhamad dan secara personal ini adalah pertumbuhan seorang Ras Muhamad,” kata Ras Muhamad saat dihubungi Merahputih.com, Selasa (15/12).

Seperti penggalan lirik “Berjalan di hidup ini bagaikan jawara, penuh percaya diri bagaikan singa ambasah, lakukan segalanya dengan basmalah” pada lagu Jawara, Ras Muhamad mengawali album SATRYO dengan kata ‘Bismillahirrohmanirrohim’ di lagu pembuka Kick a Lil Prelude.

Di album SATRYO, Ras Muhamad berperan sebagai co-producer, co-song writer dan co-music director, sehingga album penuh ini merupakan hasil 100 persen perjalanan seorang Ras Muhamad.

“Ras Muhamad bukan hanya sebatas musisi reggae saja dan saya tidak ingin dikotakan seperti itu, saya ingin menantang diri sendiri bahwa saya bisa lebih baik dari apa yang saya lakukan sebelumnya. Karena album SATRYO merupakan terlahirnya kembali seorang Ras Muhamad,” lanjut pria yang menempuh pendidikan lanjut di Liberal Arts, Borough of Manhattan Community College.

View this post on Instagram

A post shared by Ras Muhamad (@ras_muhamad)

SATRYO bisa dikatakan sebagai sebuah cerita utuh, perjalanan Ras Muhamad dari sisi religius, spiritual, hingga ideologi musik.

Ia juga tidak segan untuk memuji nama sang pencipta, Allah SWT, seperti penggalan lirik “Ya Wadud, sang maha kasih, lebih dekat dari urat nadimu, Ya Wadud, sang maha kasih, hembuskan cinta dalam Rahim,” di lagu Al Wadud yang merupakan salah satu sifat sang pencipta, Allah SWT berarti Yang Maha Mengasih.

Ada juga lirik yang berbunyi “Sering ku bilang reggae itu budaya, bukan sebatas genre ataupun busana, Kingston Jamaika jangan dilupakan, karena one love bukan sekadar ucapan” pada lagu Pistol Parabellum yang sarat akan pesan tentang arti reggae sesungguhnya.

Walaupun Ras Muhamad sudah dikenal secara internasional, namun ia tetap peka dengan isu-isu di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan pada lirik “Tetap ku yakini Pancasila, walau ku sujud ke arah kiblat, pulau Jamaika ku napak tilas, tanag suci ku negeri Indonesia, Mereka larang tanaman khasiat, namun bebas jual-beri miras, bahayanya marlboro dan chivas, namun tak ada yang tewas akibat sativa” dari lagu Bambu Keras.

Baca juga:

'Survival Mode' Hadapi Pandemi ala Musisi Indonesia

“Album SATRYO seperti sebuah perjalanan, akhirnya saya bagi menjadi tiga bagian dalam 15 lagu tersebut. Act pertama saya sebut Awakening di mana saya mulai sadar atau membuka hati, Act dua “A Rhyme and Disharmony” dan Act ketiga Essention atau bisa disebut juga menembus langit,” jelas pria yang kini menetap di Bali.

Tidak hanya itu, album SATRYO juga menjadi wadah eksperimen bagi seorang Ras Muhamad, seperti lagu Flight of Ananta yang memadukan rock dengan distorsi gitar, lagu Madda Like lebih kepada campuran afro pop dengan afrobeats, kemudian lagu King & Goddess yang terinspirasi dari psychedelic rock, serta lagu penutup Meta Master Eye Allah yang dipadukan dengan komposisi orkestra.

“Walaupun nafasnya masih tetap reggae, namun saya bereksperimen yaitu dengan musik-musik akustik dan lainnya di album ini,” cetusnya.

View this post on Instagram

A post shared by Ras Muhamad (@ras_muhamad)

Pemilihan sampul album SATRYO juga memiliki kesan mendalam untuk Ras Muhamad sendiri. Ia berkata memilih sosok Maulana Jalaluddin Rumi, yang merupakan seorang penyair sufi asal Uzbekistan, membantunya dalam perjalanan spiritual.

“Syair-syair beliau dan ayat-ayat dari Al-Qu’ran sangat membantu dan bisa dikatakan mengobati saya disaat saya kehilangan Ayahanda, dan juga mendorong diri saya dalam perjalanan spiritual yang lebih mendalam,” ucapnya.

Ras Muhamad berevolusi menjadi seorang ksatria dalam album SATRYO, ia seakan jalan beriringan dengan para musisi mancanegara pada album ini, mulai dari JahCoustix (Jerman), Kelissa (Jamaica), Promoe (Swedia), Cali P (Guadalupe/Swiss), Tippa Irie (Jamaica/UK) dan sahabat baiknya keturunan Indonesia, Toke (Berlin/Bali).

Album ini bukan sekadar karya musik, SATRYO menjadi bukti pertumbuhan Ras Muhamad dalam segala aspek. Tidak berlebihan bila menyebut album SATRYO adalah sajian persatuan filosofi islam dengan musik reggae terbaik dari Ras Muhamad.

Sebagai seorang seniman, Ras Muhamad membuktikan dirinya memiliki keberanian untuk terus berubah dan tidak diam. Sebagai Survivor, ia memiliki mental ksatria yang mampu melewati situasi buruk, dengan cara ikhlas dan terus bertindak oleh apa yang ia percaya.

“Sebagai survivor, memang saat ini kita harus terus berjuang dan bertahan di masa yang menantang ini, selain kesehatan fisik, yang paling penting adalah menjauhi untuk mengonsumsi hal-hal yang negatif, dalam hal ini adalah pikiran,” tutup Ras Muhamad. (far)

Baca juga:

28 Tahun ‘Survive’, NTRL Rayakan dengan Konser Virtual

#Ras Muhamad #Album Baru #Musik #Musik Reggae #Musisi Indonesia #Musik Indonesia #Desember Survive
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Sheryl Sheinafia Ungkap Luka yang Tak Terlihat Lewat Single 'Tenggelam'
Sheryl Sheinafia merilis single terbaru 'Tenggelam', sebuah lagu emosional yang mengangkat kisah tentang luka yang tak terlihat, kesepian, dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Sheryl Sheinafia Ungkap Luka yang Tak Terlihat Lewat Single 'Tenggelam'
ShowBiz
beabadoobee Rilis Single 'Switchblade', Angkat Pergulatan Batin tentang Keberanian dan Bertahan Diri
beabadoobee kembali dengan single 'Switchblade' yang menghadirkan refleksi tentang keberanian, konflik, dan cara bertahan menghadapi berbagai persoalan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
beabadoobee Rilis Single 'Switchblade', Angkat Pergulatan Batin tentang Keberanian dan Bertahan Diri
ShowBiz
Fajar Noor Bawa Album 'Sementara, Selamanya' ke Panggung lewat Showcase Spesial
Showcase ini menjadi penampilan spesial pertama Fajar Noor yang secara penuh membawakan materi dari album 'Sementara, Selamanya' di atas panggung.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Fajar Noor Bawa Album 'Sementara, Selamanya' ke Panggung lewat Showcase Spesial
ShowBiz
Agatha Chelsea Rilis Single 'good alone', Rayakan Kemandirian dan Cinta pada Diri Sendiri
Agatha Chelsea merilis single terbaru 'good alone'. Angkat pesan tentang mencintai diri sendiri, menikmati kemandirian, dan menemukan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Agatha Chelsea Rilis Single 'good alone', Rayakan Kemandirian dan Cinta pada Diri Sendiri
ShowBiz
Lirik Lagu 'Louder Than Bombs dari BTS', Viral Lagi setelah Dibawakan Live
Lirik lagu Louder Than Bombs dari BTS viral usai dibawakan live. Makna lagunya sangat mendalam.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Lirik Lagu 'Louder Than Bombs dari BTS', Viral Lagi setelah Dibawakan Live
ShowBiz
Mikha Tambayong dan Rayi Putra Hadirkan 'Jalan Tengah', Lagu tentang Cinta yang Tak Cukup untuk Bertahan
Mikha Tambayong dan Rayi Putra merilis single kolaborasi 'Jalan Tengah'. Angkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, tetapi memilih berpisah karena perbedaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Mikha Tambayong dan Rayi Putra Hadirkan 'Jalan Tengah', Lagu tentang Cinta yang Tak Cukup untuk Bertahan
ShowBiz
Nickelback Umumkan Album Baru Everything Under The Sun, Gandeng John 5 di Single 'Rattle The Cage'
Nickelback resmi mengumumkan album baru Everything Under The Sun yang rilis pada 30 Oktober 2026. Luncurkan single 'Rattle The Cage' bersama John 5.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Nickelback Umumkan Album Baru Everything Under The Sun, Gandeng John 5 di Single 'Rattle The Cage'
ShowBiz
DNANDA Rilis Single 'Tiba-Tiba Kau', Angkat Kisah Ghosting dan Hubungan Tanpa Kepastian
DNANDA merilis single terbaru 'Tiba-Tiba Kau' yang mengangkat kisah ghosting dan hubungan tanpa kepastian. Simak lirik lagunya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
DNANDA Rilis Single 'Tiba-Tiba Kau', Angkat Kisah Ghosting dan Hubungan Tanpa Kepastian
ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu 'Beyond the Dream' Dino SEVENTEEN, OST K-Drama 'Dream to You'
Dino SEVENTEEN mengisi OST K-drama 'Dream to You' lewat lagu 'Beyond the Dream'. Simak makna lagu yang mengangkat semangat mengejar impian dan pantang menyerah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Lirik dan Makna Lagu 'Beyond the Dream' Dino SEVENTEEN, OST K-Drama 'Dream to You'
ShowBiz
The Brandals Rilis 'Ke Timur', Padukan Hip-Hop Klasik dengan Kritik Sosial
The Brandals merilis single terbaru 'Ke Timur' yang memadukan hip-hop klasik era 1990-an dengan kritik sosial. Tandai debut Eka Annash membawakan teknik vokal rap.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
The Brandals Rilis 'Ke Timur', Padukan Hip-Hop Klasik dengan Kritik Sosial
Bagikan