Kepala PPATK Sebut Cek Rp 2 Triliun di Rumah Dinas SYL Palsu
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana. Foto: ANTARA
MerahPutih.com - Cek senilai Rp2 triliun yang ditemukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinas mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ternyata palsu.
"Dokumen (cek) yang ada palsu," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana saat dihubungi, Selasa (17/10).
Baca Juga
Polisi Periksa 3 Pejabat Eselon 1 Kementan soal Kasus Pemerasan SYL
KPK diketahui menemukan cek senilai Rp2 triliun saat melakukan penggeledahan di rumah dinas SYL pada 28 Agustus 2024.
Penyidik KPK menemukan cek Bank BCA senilai Rp 2 triliun atas nama Abdul Karim Daeng Tompo.
Ivan mengungkapkan, nama yang disebut dalam cek itu terindikasi kerap melakukan penipuan.
"Kami sudah cek. Nama tersebut terindikasi sering melakukan penipuan," ungkapnya.
Baca Juga
KPK Watch Nilai Foto Pertemuan Firli Bahuri dengan SYL Tidak Bahas Kasus
Menurut Ivan, pihaknya kerap menemukan cek bernilai fantastis seperti yang ditemukan KPK saat ini. Cek itu, kata dia, hanyalah modus yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Banyak kasus serupa dengan dokumen serupa yang PPATK temukan," imbuhnya.
Ivan menjelaskan, modusnya dengan seolah-olah meminta bantuan seseorang untuk membayarkan uang administrasi buat bank atau yang lebih ekstrem, meminta disediakan uang untuk menyuap petugas atau petugas PPATK, dengan janji begitu dana cair akan memberikan bagian beberapa persen.
"Begitu seseorang tertipu, bersedia memberikan bantuan, mereka kabur. ZONK," tutup Ivan. (Pon)
Baca Juga
Selain SYL, Ada Kepala Daerah Diduga Jadi Korban Pemerasan Oknum KPK
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Modus Deposit Judol Geser dari E-Wallet Sekarang Pakai QRIS
KPK Dalami TPPU Syahrul Yasin Limpo, Temuan Aliran Dana Menguak Kasus Baru di Kementan
Polisi Minta PPATK Telusuri Aliran Dana ke Para Pelaku Kerusuhan Demo Jakarta
DPR Ternyata Soroti PPATK Blokir Rekening Masyarakat hingga Royalti Hak Cipta Lagu
PPATK Tegaskan Cuma Blokir Rekening e-Wallet Terindikasi Judol, Tahun Ini Ada Rp 1,6 T
Langkah PPATK Dikhawatirkan Bikin Warga Berbondong-bondong Tarik Uang dari Bank
Awas Penipuan! DPR Ungkap Biaya Pembukaan Blokir Rekening PPATK Itu Palsu
Rekening Ketua MUI Cholil Nafis Diblokir PPATK: Kebijakan yang Tak Bijak
PPATK Temukan Rekening Bank Dijual Bebas di Marketplace, Diduga untuk Cuci Uang
Modus Transaksi Judol Penerima Bansos Terbanyak Pakai Aplikasi Dana, Sisanya BCA dan 3 Bank BUMN