Kandungan Berbahaya dalam Udara yang Tercemar

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 05 September 2023
Kandungan Berbahaya dalam Udara yang Tercemar

WHO mengatakan bahwa polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang setiap tahunnya. (Foto: Freepik/Master1305)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POLUSI udara di beberapa kota di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Melansir Data IQAir pada pagi hari ini Senin (4/9/2023) pukul 06.00 WIB kualitas udara di Jakarta mulai membaik dari status tidak sehat menjadi sedang dengan indeks kualitas udara AQI US 95 dan polutan utama PM2.5.

Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 6,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Cuaca kota Jakarta pagi ini beberapa awan dengan suhu 24 derajat celcius, kelembapan 62%, angin 11,1 hm/h dan tekanan 1.012 mbar.

Kota lainnya seperti Mempawah, Kalimantan Barat pun masuk dalam 10 kota berpolusi dan tidak sehat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sembilan dari sepuluh orang secara rutin menghirup udara dengan tingkat polusi yang berbahaya. Polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang setiap tahunnya.

Lalu, apa saja kandungan berbahaya dalam polusi udara?

Baca juga:

Buat Kompos, Kontribusi Sederhana untuk Kurangi Polusi Udara

polusi udara
Setengah populasi dunia kini tinggal di lingkungan perkotaan dan kerap bepergian di kawasan padat. (Foto: Freepik/Teksomolika)

1. Partikel Polutan

PM10 disebut mengancam kesehatan tubuh karena bisa masuk ke paru-paru lewat saluran pernapasan dan terkumpul di sana. Sedangkan PM2,5 disebut memiliki risiko kesehatan yang lebih besar.

Ukuran partikel yang tak lebih besar dari sehelai rambut membuat PM2.5 bisa masuk jauh ke paru-paru. Ini dapat menyebabkan alergi, infeksi bakteri di paru-paru, hingga mengidap kanker.

2. Karbon Monoksida (CO)

Karbon monoksida (CO) biasanya dilepaskan ketika sesuatu sedang terbakar. Sumber CO terbesar ke udara terbuka adalah mobil, truk, dan kendaraan atau mesin lain yang membakar bahan bakar fosil.

Bila terhirup, CO dapat menyebabkan pusing dan mual. Dalam kadar yang tinggi, CO dapat membuat pingsan bahkan meninggal dunia.

3. Nitrogen Dioksida (NO2)

Salah satu komponen yang memengaruhi kualitas udara dan gas beracun. Sumber pencemarannya berasal dari aktivitas kendaraan bermotor, industri, dan rumah tangga.

Dalam jangka panjang, seseorang yang sering menghirup Nitrogen Oksida dapat batuk-batuk sampai asma. Bila NO2 ini terkena hujan maka air hujan akan berubah menjadi asam sulfat.

4. Timah Hitam (Pb)

Jenis polutan berbahaya yang biasanya dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Pb saat ini menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Penggunaan Pb biasanya terdapat di industri kimia, baterai, keramik, dan cat. Selain itu, timah hitam juga dapat berasal dari hasil pembakaran bahan bakar bensin dalam berbagai senyawa Pb.

Pb adalah bahan toksik yang mudah terakumulasi dalam organ manusia dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan berupa anemia, gangguan fungsi ginjal, gangguan sistem saraf, otak, dan kulit.

5. Sulfur Dioksida (SO2)

Gas polutan yang banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung unsur belerang seperti minyak, gas, batubara, dan kokas. Serupa karbon monoksida, gas SO2 sulit dideteksi karena tidak berwarna.

Paparan SO2 jangka pendek ke manusia dapat menyebabkan efek yang membahayakan fungsi pernapasan, khususnya bagi mereka yang menderita asma. Sedangkan, paparan jangka panjang dapat mengganggu fungsi paru-paru, penyakit pernapasan, dan dalam kadar tertentu bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.

Baca juga:

Air Purifier, Kawan Halau Polusi Udara

polusi udara
Polusi udara mengakibatkan terganggunya kesehatan, kemampuan seseorang untuk membuat keputusan, dan masalah kesehatan jiwa. (Foto: Freepik/Lifestylememory)

6. Gas Amonia

Gas yang tidak berwarna dan menimbulkan bau yang sangat kuat. Amonia dapat bertahan kurang lebih satu minggu di udara. Gas ini terpajan melalui pernapasan dan dapat mengakibatkan iritasi yang kuat pada sistem pernapasan.

Gejala akibat terpapar amonia tergantung pada jalan terpaparnya, dosis, dan lama pemaparannya. Gejalanya antara lain mata berair dan gatal, hidung iritasi, gatal dan sesak, iritasi tenggorokan, kerongkongan, dan jalan pernapasan terasa panas, kering, serta batuk-batuk.

7. Hidrokarbon (HC)

Senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Banyak ditemukan dalam minyak tanah, bensin, gas alam, plastik, dan lain-lain.

Hidrokarbon berbahaya bagi makhluk hidup dalam konsentrasi ppm tertentu. Pengaruhnya bisa berupa iritasi, lemas, pusing, berkunang-kunang, dan lain sebagainya.

8. Hidrogen Sulfida (H2S)

Gas tidak berwarna, sangat beracun, mudah terbakar, dan memiliki karakteristik bau telur busuk. Gas H2S dengan cepat diserap oleh paru-paru.

Dalam konsentrasi rendah, hidrogen sulfida dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, atau kerongkongan. Bahkan dapat terjadi kesulitan pernapasan pada penderita asma. Konsentrasi lebih tinggi dari 500 ppm dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran dan mungkin kematian.

Itulah polutan-polutan berbahaya yang mengganggu kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kita harus sadar pentingnya menjaga kebersihan udara agar tercipta kualitas hidup yang lebih sehat dan baik. (dgs)

Baca juga:

Sebaiknya Pakai Masker dalam Kondisi Polusi Udara

#Polusi Udara #September Sebangsa Seudara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Indonesia
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Pontianak menduduki puncak kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks AQI berbahaya, sementara Medan jadi yang terbersih. Cek ranking kualitas udara kotamu hari ini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Lifestyle
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Cuaca panas dan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada HUT RI, Warga Disarankan Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta tercatat berada pada kategori tidak sehat pada Senin (17/8) pagi WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada HUT RI, Warga Disarankan Pakai Masker
Indonesia
Polusi Jakarta Disorot Usai AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
Polusi Jakarta disorot usai laga AC Milan Vs Chelsea. Gubernur DKI Pramono Anung menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca atau hujan buatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Polusi Jakarta Disorot Usai AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
Indonesia
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Konsentrasi PM2.5 akibat kebakaran TPA Jatiwaringin mencapai 1.000 µg/m³, 18 kali lipat di atas ambang batas. KLH peringatkan risiko ISPA dan dampak kesehatan warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Indonesia
Jakarta Juara Dunia Polusi! Udara Ibu Kota Paling Beracun dan Tidak Sehat Sejagad pada Kamis 2 Juli 2026
Paparan konstan polusi level ini berpotensi merusak tanaman hingga menurunkan nilai estetika lingkungan perkotaan secara drastis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta Juara Dunia Polusi! Udara Ibu Kota Paling Beracun dan Tidak Sehat Sejagad pada Kamis 2 Juli 2026
Indonesia
Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Democratic Repiblic of the Congo di angka 204.
Frengky Aruan - Kamis, 25 Juni 2026
Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia
Bagikan