Ini Tanggapan Bawaslu Jateng Soal Sanksi Kemendagri kepada Sri Mulyani

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 08 Juli 2020
Ini Tanggapan Bawaslu Jateng Soal Sanksi Kemendagri kepada Sri Mulyani

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) yang telah memberikan sanksi terhadap Bupati Klaten Sri Mulyani.

Sanksi diberikan pada Sri Mulyani yang merupakan politikus PDIP ini terkait viral penempelan stiker bergambar Bupati Klaten pada hand sanitizer yang dinagikan warga. Hand sanitizer tersebut ternyata bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga terdampak pandemi COVID-19 di Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga:

Sri Mulyani Ditantang Jagoan Tiga Partai Koalisi di Pilkada Klaten

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih, menyambut baik tindakan Kemendagri tersebut. Sanksi tegas ini bisa menjadi peringatan keras bagi kepala daerah petahana yang maju di pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang.

"Ini peringatan juga bagi petahana agar tidak memanfaatkan bantuan corona untuk kampanye terselubung," ujar Ananingsih, Rabu (8/7).

Menurutnya, Kemendagri hanya menjatuhkan sanksi pembinaan dan teguran, tapi setidaknya publik bisa menilai bahwa apa yang terjadi di Klaten merupakan tindakan yang dilarang. Sosok kepala daerah dilarang menyalahgunakan bantuan dalam bentuk apapun untuk kepentingan politik.

"Kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah kami imbau supaya tidak menyalahgunakan atau tidak melakukan politisasi bantuan sosial ditengah pandemi Covid-19," kata dia.

 Bantuan hand sanitizer dengan foto gambar Bupati Klaten Sri Mulyani (MP/Istimewa)
Bantuan hand sanitizer dengan foto gambar Bupati Klaten Sri Mulyani (MP/Istimewa)

Ia mengatakan sanksi terhadap Bupati Klaten tertuang dalam surat Kemendagri tanggal 17 Juni 2020 yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik. Dimana dalam surat yang ditembuskan Bawaslu Jawa Tengah tersebut, Kemendagri mengeluarkan sanksi terkait peristiwa botol penyanitasi tangan bantuan Kemensos yang ditempeli gambar Bupati Klaten Sri Mulyani.

"Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Salah satu poin dalam surat tersebut berbunyi agar Gubernur Jawa Tengah memberikan pembinaan dan pengawasan berupa teguran kepada Bupati Klaten," tutup Ananingsih.

Baca Juga:

Polres Klaten Bongkar Sindikat Pembuatan Uang Palsu Setengah Miliar

Diberitakan sebelumnya, perilaku tak terpuji diperlihatkan Bupati Klaten Sri Mulyani di tengah pandemi COVID-19. Dia membagikan hand sanitizer dengan ditempeli stiker foto dirinya. Alih-alih mendapat pujian, Sri Mulyani malah banjir hujatan dari warganet yang tak simpati dengan sikap orang nomor satu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tersebut.

Tagar #BupatiKlatenMemalukan menjadi trending topic di medsos saat itu. Dalam kesempatan itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani langsung meminta maaf atas kekeliruan tersebut melalui akun twitter pribadinya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Dicatut Dalam Teror Diskusi di UGM, Muhammadiyah Klaten Lapor Polisi

#Jawa Tengah #Kemendagri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit
Minyak goreng yang diterima berwarna pekat bau mirip solar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit
Indonesia
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar
Pemkab Klaten langsung melakukan penindakan dengan menarik Minyakita tersebut agar tidak dipakai warga.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar
Indonesia
Puncak Musim Kemarau, 3 Desa di Lereng Gunung Merapi Klaten Kesulitan Air Bersih
Dropping air bersih menjadi upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Puncak Musim Kemarau, 3 Desa di Lereng Gunung Merapi Klaten Kesulitan Air Bersih
Indonesia
ASN di Kukar Terima Honor 900 Kali Setahun Senilai Rp 9,5 Miliar, DPR Minta Kemendagri Investigasi
DPR meminta Kemendagri mengusut temuan BPK terkait ASN di Kutai Kartanegara yang tercatat menerima pembayaran honor hingga 900 kali dalam setahun.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
ASN di Kukar Terima Honor 900 Kali Setahun Senilai Rp 9,5 Miliar, DPR Minta Kemendagri Investigasi
Indonesia
Sumanto Bantah Terkait Dugaan Korupsi MBG, Mengaku Tak Kenal Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto membantah terlibat dalam dugaan korupsi tata kelola MBG. Ia juga mengaku tidak mengenal mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Sumanto Bantah Terkait Dugaan Korupsi MBG, Mengaku Tak Kenal Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Indonesia
Live TikTok Pocong Jadi-Jadian Bikin Geger, 7 Remaja Dihukum Sungkem ke Orangtua
Para pelajar dihukum meminta maaf dan sungkem kepada orangtua masing-masing sebagai bentuk penyesalan atas perbuatan mereka.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Live TikTok Pocong Jadi-Jadian Bikin Geger, 7 Remaja Dihukum Sungkem ke Orangtua
Indonesia
Petugas LP Sragen Gagalkan Penyelundupan 10,9 Gram Sabu, Disembunyikan di Alat Vital
Narkoba diduga akan diberikan kepada suaminya yang menjadi warga binaan LP tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Petugas LP Sragen Gagalkan Penyelundupan 10,9 Gram Sabu, Disembunyikan di Alat Vital
Indonesia
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia
“Struktur benda yang ditemukan berbentuk seperti lonceng. Dari corak yang terlihat, diduga objek ini peninggalan era Buddha."
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia
Indonesia
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Satu keluarga ditemukan tewas di dalam tenda saat berkemah di Temanggung, Jawa Tengah. Polisi menduga keracunan makanan, autopsi dan pemeriksaan forensik masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Indonesia
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Sebelumnya Bhikkhu Thudong mulai berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah untuk memperingati puncak Hari Raya Waisak.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Bagikan