Indonesia Rayu Kanada untuk Percepat Selesaikan ICA-CEPA
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/6). ANTARA/Indra Arief/am.
MerahPutih.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak Kanada untuk bersama-sama meningkatkan komitmen untuk mempercepat terselesaikannya perundingan persetujuan kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Kanada (ICA-CEPA).
Zulhas mengatakan, upaya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi Indonesia dan Kanada salah satunya dapat dicapai melalui Indonesia-Canada CEPA.
Baca Juga:
Kemendag Buat Aturan Kurangi Kasus Robot Trading Rugikan Masyarakat
"Indonesia dan Kanada melakukan diskusi yang konstruktif dan signifikan dalam pembahasan teks perjanjian," kata Zulhas, Jumat (26/5).
Ketum PAN ini mengatakan, Indonesia dan Kanada sepakat bahwa IA-CEPA dapat segera selesai dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian kedua negara. Indonesia dan Kanada telah menyelesaikan perundingan putaran keempat ICA-CEPA pada 20-24 Februari 2023 di Bandung. Kedua negara pun saat ini bersiap untuk menyelenggarakan putaran kelima perundingan ICA-CEPA pada akhir Mei 2023 di Ottawa, Kanada.
Zulhas mengatakan pihaknya akan mendorong proses sertifikasi halal dan meminta akses produk pertanian Indonesia ke Kanada.
Baca Juga:
Indonesia-Kanada pada 2022, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 4,27 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia sebesar USD 1,27 miliar dan impor USD 2,99 miliar. Kanada juga merupakan negara tujuan ekspor ke-30 dan asal impor ke-14 bagi Indonesia.
Sementara itu, pada Januari-Maret 2023, total perdagangan kedua negara mencapai USD 971 juta atau naik 3,02 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2022, komoditas ekspor utama Indonesia ke Kanada antara lain karet alam, alas kaki kulit, alas kaki bahan kain, jaket, dan kertas.
Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Kanada antara lain pupuk mineral, gandum dan meslin, serbuk kayu kimia, kedelai, dan serbuk kayu semikimia. (Asp)
Baca Juga:
DPR Minta Penjelasan Mendag Terkait Melonjaknya Harga Telur dan Daging Ayam
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Indonesia Ekspor Perdana 23 Ton Durian Beku ke China dengan Nilai Rp 2 Miliar
Kemendag Terima 7.887 Laporan Konsumen Sepanjang 2025, 99 Persen Ditangani
Kemendag Salurkan 100 Tenda Darurat untuk Pedagang Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Pantau Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Senen dan Johar Baru, Wamendag: Stok Aman Jelang Tahun Baru 2026
Dianggap Pencitraan saat Panggul Beras, Zulhas Santai Tanggapi Hujatan Netizen
Jelang Nataru, Pemerintah Siap Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Indonesia Perdana Kirim Produk Tetes Tebu ke Australia, Buka Diversifikasi Ekspor
Dihujat Pencitraan Saat Bencana, Zulhas: 1 Karung Beras pun Penting
Kemendag Intensifkan Pengawasan Distribusi MINYAKITA Jelang Nataru
Takut Bobol, Kepolisian Kanada Cuma Pakai Drone China untuk Operasi Nonsensitif