Indonesia Ekspor Perdana 23 Ton Durian Beku ke China dengan Nilai Rp 2 Miliar
Foto: dok Kemendag
MERAHPUTIH.COM - INDONESIA secara perdana melakukan ekspor durian beku ke China. Ekspor awal 23 ton durian beku produksi PT Amerta Nadi Agro Cemerlang dari Sulawesi Tengah senilai USD 123,84 ribu atau sekitar Rp 2,08 miliar. Durian beku ini tiba di 'Negeri Tirai Bambu' pada Selasa (6/1). Kesuksesan ekspor ini merupakan hasil sinergi Kedutaan Besar RI Beijing dan Kemendag RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing.
Atase Perdagangan (Atdag) RI Beijing Budi Hansyah menyampaikan ekspor durian beku ini menjadi bukti nyata penerimaan standar kualitas hortikultura Indonesia di pasar global. Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya sebagai pemasok produk hortikultura berkualitas tinggi di pasar internasional.
"Ekspor langsung ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar global. Durian beku yang dikirimkan telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan otoritas China, mulai dari keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, hingga persyaratan mutu produk," ujar Budi, Kamis (15/1).
Budi menyebut masuknya durian beku Indonesia ke pasar China telah memperoleh persetujuan Badan Karantina RI serta diproses sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan melalui pengawasan karantina yang berlaku di China. "Hal ini menegaskan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina serta jaminan mutu produk pertanian Indonesia," jelasnya.
Baca juga:
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Durian beku Indonesia ini akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di China. Dengan melihat besarnya potensi durian olahan di pasar China, Budi mengajak para pelaku usaha Tanah Air untuk menjajaki peluang ekspor durian bernilai tambah ke China.
Kemendag terus memotivasi para pelaku usaha di tanah air untuk merambah produk olahan bernilai tambah. Hal ini mengingat besarnya potensi pasar di China yang menunjukkan minat tinggi terhadap varian produk seperti durian kering hingga pasta durian. "Dengan produk bernilai tambah ini, daya saing produk lokal di kancah internasional akan semakin meningkat," kata Budi.
Budi menegaskan Kemendag akan terus memfasilitasi promosi dan penguatan jejaring bisnis agar lebih banyak produk unggulan Indonesia dapat bersaing di pasar China.
"Kami terbuka untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan menghubungkan para pelaku usaha. Kami juga mengundang mitra China untuk bekerja sama dengan Indonesia agar dapat membangun hubungan yang kuat dan menciptakan perdagangan yang lebih sukses bersama," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Hari Durian Nasional Malaysia Diusulkan Tiap 7 Juli, Bareng Momen Panen Raya
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Indonesia Ekspor Perdana 23 Ton Durian Beku ke China dengan Nilai Rp 2 Miliar
Kemendag Terima 7.887 Laporan Konsumen Sepanjang 2025, 99 Persen Ditangani
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Kemendag Salurkan 100 Tenda Darurat untuk Pedagang Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Pantau Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Senen dan Johar Baru, Wamendag: Stok Aman Jelang Tahun Baru 2026
Indonesia Pastikan Impor Minyak dari Amerika Serikat
Jelang Nataru, Pemerintah Siap Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Indonesia Perdana Kirim Produk Tetes Tebu ke Australia, Buka Diversifikasi Ekspor
Kemendag Intensifkan Pengawasan Distribusi MINYAKITA Jelang Nataru
Tampil di Pameran Dagang Alkes di Jerman, Sarung Tangan Medis Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 200 Miliar