Indonesia-Jerman Tingkatkan Hubungan Bilateral untuk Kerja Sama Kebudayaan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 15 Maret 2024
Indonesia-Jerman Tingkatkan Hubungan Bilateral untuk Kerja Sama Kebudayaan

Proses penandatanganan kerja sama. (Foto: Goethe-Institut)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman melakukan penandatanganan Pernyataan Kehendak Bersama (Joint Declaration of Intent) tentang operasional institut budaya resmi Jerman Goethe-Institut, di Indonesia.

Kolaborasi Indonesia dan Jerman tersebut untuk meningkatkan hubungan bilateral di bidang kerja sama kebudayaan dan mempromosikan hubungan antar masyarakat antara kedua negara.

Baca juga:

Goethe-Institut Gelar Pameran 'The Glass Room: Misinformation Edition'

Pernyataan Kehendak Bersama ini ditandatangani oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Siti Nugraha Mauludiah dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ina Lepel di Jakarta.

“Pertukaran diplomasi kebudayaan ini merupakan jalan dua arah yang memupuk saling pengertian dan apresiasi di antara kedua negara kita," ujar Siti, dalam siaran pers yang diterima merahputih.com, Jumat (15/3).

Sementara itu, Ina Lepel memaparkan bahwa selama lebih dari 60 tahun Goethe-Institut secara aktif mendukung dan mempromosikan hubungan kebudayaan di antara Jerman dan Indonesia.

Baca juga:

Jerman Tolak Kirim Pasukan ke Ukraina

"Saya sangat bergembira bahwa pada hari ini kita akan mengawali babak baru dalam kerja sama kita dengan menempatkan daya upaya Goethe-Institut di Indonesia di atas landasan yang kuat dan kukuh untuk menghadapi tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Tujuan Pernyataan Kehendak Bersama ini adalah untuk merinci aspek-aspek kerja sama tertentu antara kedua negara seperti yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Sama Kebudayaan, yang ditandatangani di Jakarta pada 28 September 1988, terkait operasional Goethe-Institut di Indonesia sebagai lembaga pelaksana kerja sama kebudayaan bilateral antara Indonesia dan Jerman. (ikh)

Baca juga:

Goethe Institut Berkolaborasi dengan Museum Dunia untuk Hadirkan Pameran Seni

#Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga sekaligus sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
 Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Skema pembelajaran Ramadan 2026 yang ditelah ditetapkan pemerintah berlaku 18 Februari–27 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Indonesia
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Pemkot Solo siap merekrut 286 tenaga pendidik pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya krisis tenaga pendidik akibat pensiun.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Tragedi yang dialami siswa SD YBR di NTT membuktikan anak laki-laki juga kerap mengalami masalah psikis, tetapi belum mendapatkan ruang aman untuk berbicara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT,  Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Bagikan