Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional

Guru bersama anak didik di salah satu desa wilayah Soe, NTT. (Foto: Mercy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Legislator mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjadikan pendidikan di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebagai skala prioritas nasional.

Desakan ini muncul setelah tragedi meninggalnya YBR, siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri karena keterbatasan ekonomi keluarga untuk membeli buku dan alat tulis seharga Rp 10.000.

“Ini peristiwa yang membuat bangsa prihatin. Program pemenuhan kebutuhan dasar seperti buku dan alat tulis harus disiapkan secara sistematis. Pemerintah wajib memiliki peta pendidikan yang akurat dan pendataan utuh terkait kebutuhan riil di kawasan 3T,” kata Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, di Jakarta, Kamis (5/2).

Baca juga:

Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa

Potret Buram Pendidikan di Kawasan 3T

Menurut Habib, kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok yang perlunya penanganan khusus dan darurat.

Apalagi, khusunya bagi wilayah 3T seperti NTT yang menghadapi kompleksitas masalah pendidikan, mulai dari akses geografis yang sulit, kemiskinan struktural, hingga minimnya fasilitas fisik sekolah.

“Banyak sekolah di NTT kondisinya rusak parah bahkan ambruk, namun tetap dipaksakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkap legislator asal Jawa Barat itu.

Baca juga:

Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin

Angka Putus Sekolah dan Kekurangan Guru

Data BPS (2025) menunjukkan angka putus sekolah di kawasan 3T masih mencapai 8,7 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 3,2 persen.

Habib juga menyoroti krisis tenaga pendidik. Menurutnya, banyak guru tidak bertahan lama karena tantangan hidup yang berat dan minimnya insentif tambahan.

“Banyak guru hanya bertahan dua sampai tiga tahun. Tidak ada tunjangan khusus sebagaimana profesi lain. Kondisi ini jelas berdampak pada kualitas dan keberlanjutan pendidikan anak-anak kita di sana,” tandasnya. (Pon)

#Pendidikan #Kawasan 3T #NTT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta pendidikan hingga PTN digratiskan. Mendiktisaintek pun mulai mengkaji skema biayanya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Indonesia
Prabowo Soroti Sekolah Rusak hingga Gaji Guru, Ada Rencana Pendidikan Gratis
Prabowo menegaskan biaya pendidikan negeri dari SD, SMP, SMA hingga universitas harus gratis dan menyebut akan segera membahasnya melalui rapat terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Soroti Sekolah Rusak hingga Gaji Guru, Ada Rencana Pendidikan Gratis
ShowBiz
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Bukan pengalaman pertamanya dalam membantu penyediaan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Indonesia
SDM di Berbagai Institusi Bermasalah, Alasan Presiden Prabowo Bentuk URI
Pemerintah harus menyiapkan langkah yang konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 SDM di Berbagai Institusi Bermasalah, Alasan Presiden Prabowo Bentuk URI
Indonesia
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan yang berada di lokasi pengungsian, perlu menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Indonesia
Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Terbaru Jam 6 Tadi
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang patut diwaspadai.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Terbaru Jam 6 Tadi
Indonesia
JHL Foundation Turun Langsung ke Kotabaru Ende, Korban Gempa Flores Terima Bantuan Terpal
Relawan JHL Foundation menyalurkan bantuan berupa satu buah terpal kepada masyarakat Desa Kotabaru, Kabupaten Ende, Jumat (4/9).
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
JHL Foundation Turun Langsung ke Kotabaru Ende, Korban Gempa Flores Terima Bantuan Terpal
Indonesia
Sekolah Rakyat Kediri Beri Kesempatan bagi Siswa Putus Sekolah
Melalui fasilitas gratis berbasis asrama, program ini mengembalikan motivasi belajar anak-anak dari keluarga prasejahtera menuju masa depan yang lebih baik.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Sekolah Rakyat Kediri Beri Kesempatan bagi Siswa Putus Sekolah
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Rekaman yang ditampilkan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 17 Juni 2025 bukan pascagempa Agustus 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Bagikan