Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg, Prasetyo Hadi. (Foto: dok. Setneg)
Merahputih.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menginstruksikan pemerintah daerah hingga tingkat kepala desa dan kepala dusun untuk aktif memantau kondisi warga kelompok rentan guna mencegah tragedi bunuh diri siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) terulang.
Instruksi tegas ini disampaikan menyusul insiden memilukan seorang bocah 10 tahun yang mengakhiri hidup karena himpitan ekonomi keluarga.
Prasetyo menegaskan bahwa perangkat desa merupakan ujung tombak dalam memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
Baca juga:
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Menurutnya, proaktifnya pemerintah daerah menjadi kunci agar masyarakat miskin ekstrem tidak merasa ditinggalkan oleh negara.
"Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring, dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk, atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah," kata Prasetyo Hadi, Kamis (5/2).
Tragedi di NTT tersebut kini menjadi pemantik bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penghapusan kemiskinan, terutama pada sektor validasi data di lapangan.
"Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh, masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita," ujar Prasetyo menambahkan.
Kolaborasi Lintas Kementerian Demi Perlindungan Sosial
Pemerintah berkomitmen memperkuat intervensi bagi keluarga tunggal (single parent) dan kelompok rentan lainnya.
Berdasarkan laporan, korban di Ngada tinggal bersama neneknya sementara sang ibu bekerja serabutan untuk menghidupi lima orang anak.
Baca juga:
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
"Kami memastikan kalau pun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan terutama yang paling bawah sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Istana Pastikan Tak Ada Intervensi
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Negosiasi Tarif Impor AS Mundur ke Februari, Mensesneg Minta Doa Biar Lancar
Guru Jambi Tampar Siswa 'Pirang' Berujung Laporan Polisi, Komisi III DPR RI Pasang Badan Minta Kasus Dihentikan
Mensesneg Prasetyo Hadi: Banjir Jakarta Tak Hanya Dipicu Curah Hujan