Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Tulisan tangan siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. (Foto: Polres Ngada)
MerahPutih.com - Kasus tragis menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berusia 10 tahun berinisial YBS di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bocah itu nekat mengakhiri hidupnya setelah merasa tidak mampu membeli buku tulis dan pena untuk keperluan sekolah.
Peristiwa tragis itu memicu keprihatinan publik dan desakan evaluasi kebijakan pendidikan serta perlindungan sosial. Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menilai tragedi ini sebagai alarm serius bagi negara.
“Kejadian ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Contoh potret yang buruk bagi dunia pendidikan, termasuk hak-haknya,” kata Ina, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/2).
Baca juga:
Peran KemenPPPA
Ina menekankan meski anggaran pendidikan telah dialokasikan besar, masih ada anak-anak yang tidak terlindungi aksesnya. Untuk itu, dia mendorong perlu adanya keterlibatan aktif dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
“Ini untuk memastikan perlindungan lebih kuat terhadap anak-anak rentan, terutama di daerah terpencil seperti Ngada,” tandas politikus PDIP itu.
Baca juga:
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Potret Kemiskinan di NTT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Kondisi ini berdampak langsung pada akses pendidikan anak-anak di daerah terpencil. Tragedi YBS menjadi pengingat bahwa perlindungan sosial dan pemerataan akses pendidikan harus menjadi prioritas utama negara. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihati Murid, DPR Desak Restorative Justice
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia