MerahPutih.com – Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam QS World Future Skills Index 2027, naik 15 peringkat ke posisi 32 dari 89 negara.
Skor 73,7 menempatkan Indonesia di peringkat keempat di antara 24 negara berpendapatan menengah ke atas. Namun, di balik capaian ini, kualitas lulusan perguruan tinggi masih menjadi titik lemah.
Baca juga:
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Lonjakan di Transformasi Ekonomi
Indeks QS menilai kesiapan negara melalui empat indikator: Keselarasan Keterampilan (Skills Alignment), Kesiapan Akademik (Academic Readiness), Masa Depan Pekerjaan (Future of Work), dan Transformasi Ekonomi (Economic Transformation).
Indonesia mencatat peningkatan di semua indikator:
-
Transformasi Ekonomi: naik 35 peringkat ke posisi 29 dunia, skor 85,6
-
Kesiapan Akademik: naik 17 peringkat ke posisi 42, skor 72,1
-
Keselarasan Keterampilan: naik 13 peringkat ke posisi 27
-
Masa Depan Pekerjaan: naik 10 peringkat ke posisi 36, skor 63,4
Kekuatan terbesar Indonesia ada pada Transformasi Ekonomi, dengan sub-skor Kapasitas Ekonomi 98,9, bahkan melampaui Amerika Serikat yang mencatat 91,7.
Peningkatan ini mencerminkan semakin baiknya keselarasan antara perkembangan ekonomi nasional dengan kebutuhan keterampilan tenaga kerja masa depan,
tulis laporan QS.
Perguruan Tinggi Jadi Tantangan
Meski unggul di pasar kerja, Indonesia masih tertinggal dalam kualitas akademik. Skor 72,1 pada indikator Kesiapan Akademik berada di bawah rata-rata Asia Timur dan Pasifik (87,8).
QS menilai perkembangan ekonomi Indonesia bergerak lebih cepat dibandingkan kapasitas perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan dunia pendidikan.
Baca juga:
Aturan Pensiun 59 Tahun, Pekerja Senior Perlu Adaptasi Teknologi Agar Tetap Relevan di Dunia Kerja
Indonesia vs Malaysia
Menariknya, Indonesia unggul dibanding Malaysia dalam kesiapan pasar kerja menghadapi transformasi teknologi.
-
Future of Work: Indonesia skor 63,4 (peringkat 36 dunia), Malaysia skor 23,8 (peringkat 72)
-
Academic Readiness: Malaysia unggul dengan skor 92,5, jauh di atas Indonesia
Artinya, pasar tenaga kerja Indonesia dinilai lebih siap menghadapi perubahan industri berbasis kecerdasan buatan (AI), meski universitas belum mampu sepenuhnya memasok kebutuhan tersebut.
QS menekankan pentingnya strategi Indonesia untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi bertaraf internasional agar kesenjangan ini bisa ditutup. (Tka)

