MERAHPUTIH.COM - SEKOLAH Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi bukti nyata dalam memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang sempat terputus akses pendidikannya. Melalui fasilitas gratis berbasis asrama, program ini mengembalikan motivasi belajar anak-anak dari keluarga prasejahtera menuju masa depan yang lebih baik.
Menurut Muhammad Iddika Muhtar, atau yang akrab disapa Dika, salah satu siswa kelas 7 di SRT 1 Kediri asal Desa Tengger Lor, Kecamatan Kunjang, keberadaan sekolah tersebut memberikan warna baru bagi perjalanan hidupnya. Dika, yang berasal dari keluarga buruh tani dan merupakan anak tertua dari tiga bersaudara, sempat berhenti sekolah saat menginjak jenjang SMP akibat rasa malas serta hilangnya motivasi belajar.
"Dulu malas, terus di rumah tidak ada kegiatan. Iseng-iseng ikut teman kerja jadi driver," kata Dika.
Kegiatan bekerja sebagai sopir bantu tersebut awalnya ia jalankan hanya untuk mengisi waktu luang karena tidak ada aktivitas di rumah. Orangtuanya pasrah melihat kondisi Dika yang enggan melanjutkan sekolah sehingga membiarkan Dika bekerja. Titik balik terjadi ketika Dika mendapatkan informasi mengenai Sekolah Rakyat Kediri. Berawal dari rasa penasaran melihat teman-temannya yang ikut mendaftar, Dika akhirnya memutuskan untuk kembali menginjakkan kaki di bangku sekolah.
"Aslinya itu saya tidak mau. Habis itu kok tahu teman-teman saya banyak, ya saya juga ikutan juga," ujar Dika.
Baca juga:
Profil Ismi Ulfaida, Anak Buruh Tani Satu-satunya Murid Sekolah Rakyat Tembus Paskibraka Nasional
Keberadaan rekan sebaya serta lingkungan sekolah yang aman dan inklusif pada akhirnya mendorong Dika untuk bertahan dan kembali menata masa depannya. Perubahan rasa malas yang dulu menyelimutinya mulai terlihat setelah Dika menjalani kehidupan di asrama. Kebiasaan harian yang terstruktur melatih Dika menjadi pribadi yang lebih disiplin dan mandiri, seperti merapikan tempat tidur, menyapu, hingga mencuci pakaian sendiri.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Sekolah Rakyat mampu mengubah pola pikir siswa rentan. Dika kini merasa bersyukur dan tidak lagi malas belajar. Di sisi lain, Dika yang menyukai mata pelajaran IPA, IPS, dan bahasa Jawa ini memiliki harapan untuk terus melanjutkan sekolah hingga berhasil menggapai cita-citanya menjadi seorang penyanyi. Ia siap memanfaatkan fasilitas sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler yang ada untuk mengasah bakatnya.
Bagi Dika, keberadaan Sekolah Rakyat telah memberikan kesempatan kedua yang sangat berharga untuk memperbaiki masa depan. Dukungan ini mengembalikan harapan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki akses pendidikan yang setara.
Kisah Dika yang menjadi salah satu murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kediri dapat disaksikan lengkapnya dalam YouTube Badan Komunikasi Pemerintah.(Asp)
Baca juga:
Pramono: Sekolah Rakyat Jadi Kesempatan Anak Kurang Mampu Raih Masa Depan Lebih Baik