MerahPutih.com - Angka pengangguran terdidik di Indonesia masih menjadi perhatian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat 1.033.182 penganggur lulusan diploma IV hingga S3 per Mei 2026.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa ijazah perguruan tinggi belum otomatis menjamin lulusan langsung mendapatkan pekerjaan.
Lantas, jurusan kuliah apa yang lulusannya paling banyak menganggur?
6 Jurusan dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur
Jika dilihat berdasarkan bidang studi pendidikan terakhir, lulusan minimal S1 yang menganggur paling banyak berasal dari jurusan Manajemen. Berikut daftarnya:
Baca juga:
Ramalan Zodiak 18 Agustus: Ada yang Sulit Fokus karena Asmara!
| Peringkat | Jurusan | Persentase |
|---|---|---|
| 1 | Manajemen | 10,3% |
| 2 | Hukum | 9,0% |
| 3 | Ekonomi | 8,7% |
| 4 | Pendidikan | 7,1% |
| 5 | Akuntansi | 5,1% |
| 6 | Ilmu Komputer/Informatika | 4,6% |
Manajemen berada di posisi teratas dengan kontribusi 10,3 persen dari penganggur berpendidikan minimal S1 berdasarkan bidang studi.
Posisi berikutnya ditempati lulusan Hukum sebesar 9 persen, kemudian Ekonomi 8,7 persen. Lulusan Pendidikan mencapai 7,1 persen, disusul Akuntansi 5,1 persen dan Ilmu Komputer atau Informatika 4,6 persen.

Ilustras horoskop terkini. Foto magnific
Mengapa Pengangguran Terdidik Masih Tinggi?
Baca juga:
Ramalan Shio 16 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Cuan Banyak, Asalkan Tahu Jalannya
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai salah satu penyebab utama tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi adalah ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi menyebut terdapat kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan jabatan di dunia usaha dan industri.
"Fenomena pengangguran lulusan perguruan tinggi disebabkan adanya mismatch antara kompetensi jabatan dengan keterampilan yang dimiliki, hingga rendahnya literasi digital dan soft skills," kata Anwar dilansir Antara, dikutip Senin (17/8/2026).
Selain persoalan kompetensi, pertumbuhan lapangan kerja formal juga belum mampu mengimbangi jumlah lulusan perguruan tinggi baru yang terus bertambah.
Baca juga:
Ramalan Shio 18 Agustus 2026, Siapa Hadapi Masalah Keuangan?
"Pertumbuhan lapangan kerja formal belum sebanding dengan jumlah lulusan baru, ditambah preferensi lulusan yang cenderung menunggu pekerjaan formal tertentu," ujarnya.
Tantangan Lulusan Perguruan Tinggi
Tingginya angka pengangguran terdidik menunjukkan tantangan pencari kerja tidak hanya berkaitan dengan tingkat pendidikan.
Kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri, literasi digital, serta soft skills juga menjadi faktor penting dalam memasuki pasar kerja.
Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, kondisi ini dapat menjadi pertimbangan untuk tidak hanya melihat popularitas sebuah jurusan. Prospek pekerjaan, perkembangan industri, serta keterampilan tambahan yang dapat dibangun selama kuliah juga perlu diperhatikan.
Dengan jumlah lulusan baru yang terus bertambah, persaingan mendapatkan pekerjaan formal diperkirakan tetap menjadi tantangan.
Karena itu, penguatan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri menjadi salah satu kunci untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.