Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi

Kabut asap akibat karhutla. (BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berkoordinasi dengan Malaysia terkait asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Menurut Puan, dampak kebakaran dapat dirasakan hingga negara tetangga. Karena itu, pemerintah perlu melakukan komunikasi efektif dengan Malaysia agar persoalan dampak asap karhutla dapat dikoordinasikan dengan baik.

"Ya nanti saya akan koordinasikan meminta kepada kementerian, khususnya Kemenlu untuk bisa lakukan komunikasi yang efektif dan baik untuk bisa berikan masukan atau koordinasi terkait hal ini," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).

"Karena kan biasanya terjadinya kebakaran di Kalimantan ini memang efeknya itu akan juga terdampaknya negara-negara tetangga," lanjutnya.

Baca juga:

RI Buka Ruang Udara Kalimantan, Malaysia Susun Strategi Serangan Gabungan Modifikasi Cuaca Karhutla

Penanganan Tak Hanya Soal Pemadaman

Puan menilai pemerintah telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani kebakaran di Kalimantan.

Upaya pemadaman, kata dia, sudah dilakukan untuk mengatasi karhutla. Meski begitu, pemerintah diingatkan agar tidak hanya berfokus pada pemadaman api.

Dampak setelah kebakaran juga harus menjadi perhatian. Puan menyebut aspek kesehatan dan pendidikan masyarakat terdampak perlu dipastikan mendapat penanganan.

Selain itu, rehabilitasi kawasan yang terdampak juga harus dilakukan.

Nanti sesudah kebakarannya itu apa yang akan dilakukan terkait kesehatan, pendidikan anak-anak, dan rehabilitasi bukan hanya hutannya, tapi tempat yang terdampak oleh kebakaran tersebut,

Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Asap Karhutla Berdampak Lintas Negara

Menurut Puan, persoalan karhutla memiliki dampak yang lebih luas karena asap dapat bergerak melintasi wilayah Indonesia hingga negara-negara sekitar.

Karena itu, koordinasi pemerintah dengan negara tetangga menjadi bagian penting dalam merespons persoalan tersebut.

Baca juga:

Tinjau Karhutla Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Habitat Orangutan Terlindungi

Puan berharap langkah penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman hingga pemulihan wilayah dan masyarakat yang terdampak.

Ia juga meminta dampak terhadap kehidupan warga menjadi perhatian setelah kondisi kebakaran berhasil dikendalikan. (Pon)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Puan Maharani #Kementerian Luar Negeri #Malaysia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
Berita Foto
Kalahkan Vietnam 1-0, Malaysia Raih Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Selebrasi pemain Timnas Malaysia usai menang melawan Vietnam dalam FIFA Asean Cup 2026 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 05 Oktober 2026
Kalahkan Vietnam 1-0, Malaysia Raih Juara Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Link Live Streaming Malaysia vs Vietnam di FIFA ASEAN CUP 2026: Misi Balas Dendam Harimau Malaya
Cari link streaming Malaysia vs Vietnam sore ini? Cek jadwal lengkap, prediksi susunan pemain, dan head to head perebutan juara 3 ASEAN Cup 2026 di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Link Live Streaming Malaysia vs Vietnam di FIFA ASEAN CUP 2026: Misi Balas Dendam Harimau Malaya
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Olahraga
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia resmi mencapai target 4 emas Asian Games 2026 lewat Desak Made Rita, dan berpeluang menggeser Malaysia untuk masuk ke jajaran 10 besar klasemen.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Bagikan