MERAHPUTIH.COM - PERWAKILAN Greenpeace Malaysia dan Himpunan Advocacy Rakyat Malaysia (HARAM) menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (4/9). Mereka menuntut pemerintah Indonesia menyelesaikan permasalahan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan.
Seperti dilansir Free Malaysia Today, para pendemo membawa sejumlah poster yang bertuliskan 'Can’t breathe', 'Belum merdeka dari jerebu', dan 'Name them, show the evidence, take action'.
Beberapa juga menyerukan 'Tolak, tolak asap!' dan 'Tolak, tolak jerebu!' selama aksi berlangsung.
Setelah demonstrasi, kedua kelompok menyerahkan memorandum kepada perwakilan KBRI yang berisi tuntutan agar pemerintah Indonesia membuka informasi mengenai lokasi kebakaran hingga nama perusahaan yang sedang diselidiki terkait dengan kebakaran hutan dan lahan. Mereka menilai keterbukaan informasi diperlukan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran yang berdampak hingga ke Malaysia.
Baca juga:
Habitat Satwa Ikut Terdampak Karhutla, DPR Dorong Tambahan Anggaran Rp 1,34 Triliun
Demonstrasi tersebut berlangsung setelah anggota parlemen Indonesia Marwan Dasopang meminta Malaysia dan Singapura ikut membantu mencegah kebakaran hutan di Kalimantan, bukan hanya mengeluhkan dampak kabut asap.
Marwan menyoroti keberadaan perusahaan dari kedua negara yang mengoperasikan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.(knu)
Baca juga:
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI