28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengecek sekolah rusak TK Gaya Baru III di Kampung Ngoresan, Solo, Kamis (30/7). (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEBANYAK 28 siswa TK Gaya Baru III di Kampung Ngoresan, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, menempati sekolah rusak dan rawan roboh. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkot Solo langsung menganggarkan dana Rp 150 juta untuk perbaikan sekolah tersebut.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan pihaknya mendapatkan laporan mengenai kerusakan bangunan sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Hasil pengecekan kondisi sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup parah. Plafon di beberapa ruangan telah terlepas, atap bangunan tampak melengkung, kerangka atap mengalami pelapukan, sehingga kuda-kuda bangunan terlihat retak,” kata Astrid, Kamis (30/7).

Kondisi tersebut, kata dia, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan apabila proses belajar-mengajar tetap berlangsung di ruang yang rusak.

Baca juga:

Angin Kencang Terjang Cilincing, 51 Rumah dan 1 Sekolah Rusak



Astrid menegaskan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Menurutnya, setiap anak di Kota Surakarta berhak memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, serta didukung sarana dan prasarana yang layak.

“Hal yang paling utama yakni memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Anak-anak harus mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak karena itu merupakan hak mereka,” tegasnya.

Ia memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak akan terhenti. Untuk sementara, proses pembelajaran direlokasi ke SD Bulu Kantil Ngoresan hingga kondisi bangunan memungkinkan untuk digunakan kembali. “Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman. Relokasi ini merupakan langkah sementara agar proses pendidikan tetap berjalan sambil menunggu penanganan bangunan sekolah,” katanya.

Kepala TK Gaya Baru III Nanik Santoso menyebut kerusakan bangunan sebenarnya telah berlangsung cukup lama. “Awalnya itu kerusakan hanya terjadi pada bagian plafon, tapi seiring waktu kondisinya semakin memburuk meski sempat dilakukan perbaikan sederhana,” kata Nanik.

Dia mengungkapkan beberapa tahun lalu plafon di salah satu ruang kelas pernah ambruk hingga menimpa seorang guru. Setelah kejadian tersebut, dilakukan penggantian plafon, tapi kerusakan kembali muncul dan kini kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Menurut Nanik, TK Gaya Baru III berdiri sejak 1980 dengan luas bangunan sekitar 90 meter persegi. Kerusakan mulai terlihat di sejumlah titik sejak 2018 dan terus berkembang hingga saat ini. Akibat kerusakan tersebut, atap bangunan mengalami kebocoran. Saat hujan turun, air masuk ke ruang kelas sehingga mengganggu aktivitas belajar. Siswa bahkan harus menunggu lantai mengering sebelum dapat memasuki kelas.

“Selama ini, upaya perbaikan hanya mengandalkan dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan sebesar Rp 90.000 per bulan dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan. Namun, kondisi keuangan sekolah juga terbatas karena masih terdapat tunggakan pembayaran dari sebagian wali murid,” kata dia.

Dia menambahkan TK Gaya Baru III berdiri di atas lahan seluas 108 meter persegi milik Pemerintah Kota Surakarta dan memiliki izin operasional di bawah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Jebres. Saat ini sekolah tersebut melayani 28 siswa yang mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Solo Dwi Ariyatno mengatakan anggaran yang diusulkan untuk perbaikan sekitar Rp 150 juta. Anggaran ini untuk konstruksi atap sekolah. "Kami kemarin mengusulkan sesuai kebutuhan pembangunan dan segala macam proyeksinya sekitar Rp 150 juta. Itu untuk konstruksi atap saja,” kata Dwi.

Dia menyebut, kalau bangunan TK sampai dirobohkan, tidak cukup waktu karena hanya ada waktu tiga bulan. Oleh karena itu, perbaikan difokuskan untuk atap sekolah.

“Karena kalau sampai merobohkan segala macamnya itu enggak cukup waktu. Karena perubahan ini sekitar tiga bulan efektif. Sedangkan kalau saya lihat kemarin permasalahan utamanya adalah konstruksi atap supaya ada cahaya masuk," tutupnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

PSI Sebut Indonesia Darurat Sekolah Rusak

#Solo #Pendidikan #Renovasi Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - 7 menit lalu
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Indonesia
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Indonesia
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Pengamat sosial menyoroti soal biaya dan kualitas pendidikan. Hal itu terkait rencana kuliah gratis di PTN yang dicanangkan pemerintah.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
program sekolah negeri gratis tetap dialokasikan menggunakan anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan dalam RAPBN 2027 atau dengan kata lain tidak menggunakan anggaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Bagikan