Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis

Suasana proses belajar di Sekolah Rakyat. (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani buka suara terkait kasus meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri karena orang tuanya tidak mampu membelikan buku tulis dan pena seharga Rp 10.000.

Puan menilai peristiwa tragis itu menjadi duka mendalam sekaligus peringatan serius bagi negara. Menurut dia, ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.

“Kasus kematian anak di Kabupaten Ngada tersebut tentunya merupakan duka yang cukup memilukan dan harus menjadi pembelajaran,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2).

Baca juga:

Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin

Jangan Cuma Sebatas Biaya Sekolah Gratis

Ketua DPR menekankan program pendidikan tidak cukup hanya menggratiskan biaya sekolah, tetapi juga harus menjamin terpenuhinya kebutuhan penunjang pendidikan.

“Program-program pendidikan terutama beasiswa dan bantuan pendidikan harus bisa mengatasi persoalan ini,” kata Puan.

Dia juga mendorong sekolah agar lebih aktif memetakan latar belakang sosial ekonomi peserta didik. Dengan pemetaan tersebut, sekolah diharapkan mampu memastikan setiap anak memperoleh kebutuhan pendidikan yang layak.

“Sekolah harus bisa memetakan latar belakang anak didiknya, dan memastikan setiap kebutuhan pendidikan dapat diberikan,” lanjutnya.

Baca juga:

Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada

Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan Nasional

Puan berharap peristiwa ini menjadi titik balik bagi pemerintah dalam mengevaluasi sistem pendidikan nasional agar lebih ramah anak dan memperhatikan kesehatan mental siswa secara menyeluruh.

“Jangan sampai ada nyawa generasi muda Indonesia yang hilang lagi hanya karena tidak mampu membeli buku dan pulpen,” tutup plitikus PDIP itu.

Seperti diketahui, YBR (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, meninggal dunia akibat gantung diri. Dia diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen.

Korban YBR diketahui berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal bersama neneknya di pondok kecil yang tidak layak huni. (Pon)

#Sistem Pendidikan #Kemiskinan Ekstrem #NTT
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Lewotobi Laki-laki 5 Kali Erupsi Jumat, 12 Juni Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) lima kali erupsi sejak Jumat, 12 Juni pagi sampai siang WITA.
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Gunung Lewotobi Laki-laki 5 Kali Erupsi Jumat, 12 Juni Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
Indonesia
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
Indonesia menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara posisi ketua dipegang China melalui Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Zhang Lu.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
Indonesia
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Hasil pengembangan dari kasus pencurian Komodo yang terjadi pada 2025
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Indonesia
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Bayi perempuan berusia dua hari itu ditinggalkan kakaknya, Zidan (12), setelah sang ibu meninggal dunia saat melahirkan
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Indonesia
Pakai 39 Variabel, BPS Cek Ulang Level Miskin 106 Ribu Pasien Kronis Pemegang PBI-JKN
BPS menargetkan verifikasi ulang 106 ribu peserta PBI-JKN penyintas penyakit kronis selesai sebelum Lebaran 2026.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026
Pakai 39 Variabel, BPS Cek Ulang Level Miskin 106 Ribu Pasien Kronis Pemegang PBI-JKN
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Bagikan