Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial

Tulisan tangan siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. (Foto: Polres Ngada)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira.

Politikus asal NTT itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis itu. Andreas menilai kasus ini sebagai tanda darurat kondisi sosial masyarakat.

“Peristiwa meninggalnya seorang bocah SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, karena dugaan bunuh diri dengan menggantungkan diri sangat memilukan semua kita yang mempunyai hati,” kata Andreas, di Jakarta, Rabu (4/2).

Baca juga:

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas

Cegah Spekulasi Liar

Andreas menekankan tiga langkah penting yang harus segera dilakukan. Pertama, aparat kepolisian diminta mengusut tuntas penyebab kematian agar tidak berkembang spekulasi liar.

“Terhadap kasus ini, pertama, pihak kepolisian perlu menyelidiki penyebab dan menjelaskan penyebab kematian ini secara jelas,” tutur politikus senior PDIP itu

Kedua, lanjut dia, pemerintah daerah didorong untuk turun tangan membantu keluarga korban secara serius. Menurut dia, perlindungan sosial harus benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya keluarga tidak mampu.

Baca juga:

Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat

Refleksi Kolektif Tanggung Jawab Sosial

Terakhir, Andreas menekankan pentingnya refleksi kolektif atas tragedi tersebut. Dia menilai kematian YBS mencerminkan lemahnya perhatian dan kepedulian sosial terhadap anak-anak.

Andreas berharap tragedi ini menjadi pelajaran bersama agar semua pihak, baik keluarga, masyarakat, maupun negara, lebih peka terhadap kondisi sosial anak-anak.

“Ketiga, bagaimanapun peristiwa ini merupakan tamparan untuk kita sebagai masyarakat ketika seorang bocah meninggal tragis karena putus asa, hilangnya perhatian, dan kasih sayang,” tandasnya. (Pon)

#Bunuh Diri #Kemiskinan Ekstrem #NTT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada Selasa pukul 04.40 WIB atau 05.40 WITA.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
ShowBiz
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Bukan pengalaman pertamanya dalam membantu penyediaan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Indonesia
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Rekan korban menerima sinyal 'SOS' itu melalui fitur jam di salah satu aplikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Indonesia
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan yang berada di lokasi pengungsian, perlu menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Indonesia
Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Terbaru Jam 6 Tadi
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang patut diwaspadai.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Terbaru Jam 6 Tadi
Indonesia
JHL Foundation Turun Langsung ke Kotabaru Ende, Korban Gempa Flores Terima Bantuan Terpal
Relawan JHL Foundation menyalurkan bantuan berupa satu buah terpal kepada masyarakat Desa Kotabaru, Kabupaten Ende, Jumat (4/9).
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
JHL Foundation Turun Langsung ke Kotabaru Ende, Korban Gempa Flores Terima Bantuan Terpal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Rekaman yang ditampilkan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 17 Juni 2025 bukan pascagempa Agustus 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Indonesia
Kemendagri Terbitkan 11 Ribu Lebih Dokumen Kependudukan Korban Gempa NTT
Pemulihan dokumen administrasi kependudukan menjadi kebutuhan mendesak agar warga terdampak bencana tetap dapat memperoleh hak-hak dasarnya.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Kemendagri Terbitkan 11 Ribu Lebih Dokumen Kependudukan Korban Gempa NTT
Indonesia
JHL Foundation Bantu Guru dan Nakes, Jaga Pelayanan Publik di Flores Tetap Berjalan Pascagempa
Guru dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga pelayanan dasar tetap berjalan selama masa pemulihan bencana.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
JHL Foundation Bantu Guru dan Nakes, Jaga Pelayanan Publik di Flores Tetap Berjalan Pascagempa
Indonesia
Hercules Terbesar A400M Dikerahkan Kirim Bantuan ke Korban Gempa Flores, TNI AU Sudah Kirim 729 Ton
Bantuan tersebut, dikirim menggunakan ragam jenis pesawat angkut dari mulai Hercules C-130 hingga pesawat terbesar milik TNI AU yakni A400M.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Hercules Terbesar A400M Dikerahkan Kirim Bantuan ke Korban Gempa Flores, TNI AU Sudah Kirim 729 Ton
Bagikan