Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusut tuntas latar belakang kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tragedi ini diduga dipicu oleh ketidakmampuan keluarga memenuhi permintaan korban untuk membeli buku dan alat tulis.

“Kami sangat prihatin. Kasus ini menjadi alarm keras bahwa masih ada anak-anak kita yang tidak mendapatkan kebutuhan belajar paling mendasar. Ini tidak boleh dibiarkan. Negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar pendidikan terpenuhi tanpa kecuali,” ujar Habib Syarief di Jakarta, Selasa (3/2).

Peristiwa tragis ini dilaporkan terjadi setelah korban meminta dibelikan perlengkapan sekolah kepada ibunya, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca juga:

Progam Dokter Spesialis Mata Unsri Dibekukan Imbas Kasus Bully, Korban Nyaris Bunuh Diri

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik sebagai simbol mendesaknya pemerataan sarana penunjang pendidikan di pelosok negeri.

Habib menilai, peristiwa tersebut merupakan potret buram dunia pendidikan nasional yang menunjukkan masih adanya celah besar dalam pemenuhan hak dasar belajar bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, Kemendikdasmen harus melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat kelalaian sistemik dalam penyaluran bantuan pendidikan di wilayah tersebut.

"Karena sepengetahuan kami anggaran pendidikan dari APBN itu besar, harusnya kebutuhan dasar pendidikan dasar pendidikan seperti buku dan alat tulis bisa terpenuhi,” katanya.

Baca juga:

Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser, DPR Minta Polisi Usut Tuntas

Ia juga mempertanyakan efektivitas mekanisme deteksi dini pihak sekolah dan pemerintah daerah terhadap siswa yang mengalami tekanan ekonomi maupun psikososial.

Seharusnya, penyelenggara sekolah seperti pemerintah daerah, kepala sekolah dan para guru bisa memahami prioritas kebutuhan dasar pendidikan yang harus dipenuhi.

“Pengusutan ini penting agar negara tidak abai. Kita perlu memastikan apakah bantuan pendidikan sudah tepat sasaran dan apakah ada pendampingan bagi anak-anak yang mengalami tekanan berat akibat kemiskinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib meminta pemerintah melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap kondisi ekonomi siswa di NTT dan wilayah tertinggal lainnya.

Baca juga:

Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rp 2 Juta di Malaysia

Ia mendorong penguatan program bantuan perlengkapan sekolah gratis serta peningkatan peran guru dalam memantau kondisi psikologis peserta didik.

“Jangan sampai kita kehilangan generasi hanya karena kemiskinan dan kelalaian sistem. Sekolah harus lebih peka dan responsif terhadap kondisi sosial muridnya agar tragedi serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (Pon)

#Bunuh Diri #Pelajar #Buku #Kemendikdasmen #Komisi X DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IMSO Ke-23 Digelar di Indonesia: 404 Murid dari 23 Negara Adu Kemampuan Matematika dan Sains
Sebanyak 404 murid sekolah dasar dari 23 negara ambil bagian dalam IMSO ke-23 di Indonesia.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
IMSO Ke-23 Digelar di Indonesia: 404 Murid dari 23 Negara Adu Kemampuan Matematika dan Sains
Indonesia
Viral Bedah Buku Feby Indriani Dibubarkan, Polisi Endus Dugaan Penistaan Agama
Pembubaran diskusi buku Feby Indriani di Bogor berbuntut panjang! Polda Metro Jaya turun tangan usut dugaan penistaan agama dan ancaman SARA.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Viral Bedah Buku Feby Indriani Dibubarkan, Polisi Endus Dugaan Penistaan Agama
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Kabar Baik! Mau Dibuka Seleksi 139 Ribu CPNS Guru Bebas Syarat Sertifikat PPG
Kemendikdasmen siap buka 139 ribu formasi CPNS Guru. Terbuka untuk umum, fresh graduate S1/D-IV bisa daftar tanpa syarat sertifikat PPG.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Kabar Baik! Mau Dibuka Seleksi 139 Ribu CPNS Guru Bebas Syarat Sertifikat PPG
Indonesia
PTN Diwacanakan Gratis, Komisi X DPR Usul KIP Kuliah Dialihkan ke PTS
Komisi X DPR mengusulkan adanya kebijakan khusus untuk menjaga keberlangsungan PTS. Hal itu terkait wacana PTN digratiskan.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
PTN Diwacanakan Gratis, Komisi X DPR Usul KIP Kuliah Dialihkan ke PTS
Lifestyle
Lewat ‘#HaHa Leadership’, Ita Sembiring Ajak Melihat Kepemimpinan dari Sisi yang Lebih Ringan
Ita mengajak pembaca melakukan sesuatu yang sering kali tidak mudah dilakukan seorang pemimpin, yakni becermin pada diri sendiri sambil tertawa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Lewat ‘#HaHa Leadership’, Ita Sembiring Ajak Melihat Kepemimpinan dari Sisi yang Lebih Ringan
Indonesia
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Rekan korban menerima sinyal 'SOS' itu melalui fitur jam di salah satu aplikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Indonesia
Baznas Bantah Biayai Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Pakai Dana ZIS
Baznas RI menegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan dalam penerbitan buku Islam Ala Prabowo.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Baznas Bantah Biayai Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Pakai Dana ZIS
Indonesia
Buku Islam Ala Prabowo Ramai Diperbincangkan, Ini Pengarang, Deskripsi dan Harganya
Buku yang diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House memiliki ketebalan sekitar 346 halaman dan pertama kali dirilis pada April 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Buku Islam Ala Prabowo Ramai Diperbincangkan, Ini Pengarang, Deskripsi dan Harganya
Indonesia
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meminta sekolah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau mengutamakan keselamatan siswa dengan menerapkan PJJ dan menyesuaikan jam belajar.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Bagikan