Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Ilustrasi sekolah. (Foto: DPRD DKI Jakarta)
MerahPutih.com - Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, meninggal dunia dengan mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).
Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta agar kasus bocah SD yang mengakhiri hidupnya secara tragis di Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk tidak terulang kembali.
Menurut dia, meski negara belum mampu mengentaskan kemiskinan secara total, keluarga dan lembaga masyarakat seharusnya turut prihatin untuk bertanggung jawab atas timbulnya kondisi tersebut.
Baca juga:
"Semoga dari peristiwa kita semua di bangsa ini, di masyarakat ini sadar, sehingga tidak terjadi lagi," kata Andreas di Jakarta, Rabu.
Ia merasa kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani. Untuk itu, meminta kepada pihak kepolisian agar menyelidiki dan menjelaskan penyebab kasus tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, juga harus secara serius menangani keluarga dari bocah tersebut. Kasus itu menjadi tamparan bagi seluruh pihak, karena bocah itu diduga putus asa dan merasa hilangnya perhatian dan kasih sayang, baik dari keluarga dan masyarakat.
"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa," katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihati Murid, DPR Desak Restorative Justice
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia