MerahPutih.Com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait dengan indeks demokrasi di Indonesia.
Berdasarkan keterangan peneliti senior LSI, Burhanuddin Muhtadi mayoritas penduduk Indonesia puas dengan demokrasi dengan total responden 68,7 persen dengan rincian 63,2 persen warga merasa puas dan 5,5 persen mengaku sangat puas.
Baca Juga:
Peneliti Senior: Jokowi Bisa Terancam Jika Pansel Salah Pilih Capim KPK
Hal ini diungkapkan Burhanuddin saat pemaparan indeks kepuasan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintah di Indonesia.
"Dalam tiga tahun terakhir, kepuasan terhadap demokrasi cenderung meningkat. Kepuasan ini sempat menurun di akhir 2018, namun kembali menunjukkan kecenderungan meningkat pada Mei 2019," jelasnya saat rilis hasil survei di Hotel Mercure, Cikini, JakartaPusat, Kamis (29/8).
Sementara itu, warga yang menyatakan tidak puas atas demokrasi di Indonesia sebanyak 25,8 persen. Tidak puas sama sekali sebanyak 2,8 persen dan tidak jawab atau tidak tahu sebanyak 2,7 persen.
Burhanuddin menjelaskan dalam survei pasca pilpres pada Juli 2019, mayoritas masyarakat Indonesia menilai pemerintah sekarang sudah cukup banyak (50,8%) dan sangat banyak (10,3%) bekerja dengan baik dalam memberantas korupsi dan suap.
"Namun masih ada 28% yang menilai pemerintah belum banyak bekerja untuk memberantas korupsi," ucapnya.
Oleh karena itu, kata dia, sebanyak 77,3% masyarakat puas dengan kinerja Presiden terkait pemberantasan korupsi, dan 22% masyarakat dinilai tak puas.
"Kalau misalnya Presiden salah langkah dalam mengambil keputusan untuk memilih pimpinan KPK yang sesuai dengan aspirasi publik bukan tidak mungkin itu akan menjadi amunisi yang akan menggerogoti kredibilitas Presiden," jelas dia.
Baca Juga:
Analis Politik Ingatkan Jokowi Soal Peran KPK Dalam Kemenangannya di Pilpres 2019
"Karena dua-duanya institusi paling tinggi kepercayaannya, orang yang percaya kepada presiden umumnya percaya kepada KPK," tuturnya.
Burhanuddin mengatakan, survei ini melibatkan 1.220 responden sebagai basis survei. Responden dipilih acak atau multistage random sampling. Margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara lapangan terhadap responden ini dilakukan setelah Pemilu serentak 2019 yaitu 11-16 Mei yang lalu.(Knu)
Baca Juga:
Pansel Serahkan 10 Nama Capim KPK ke Jokowi Tanggal 2 September