Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 09 Februari 2026
Survei Indikator Politik Indonesia: Kepercayaan Publik ke TNI 93 Persen, DPR 56 Persen

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kementerian dan lembaga negara.

Terdapat 11 lembaga yang menjadi objek survei, yakni TNI, Presiden, Kejaksaan Agung, Mahkamah Konstitusi (MK), pengadilan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), MPR, Polri, DPD, partai politik, serta DPR.

Hasilnya menunjukkan TNI menjadi lembaga dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi, sementara DPR RI berada di posisi paling rendah.

Survei dilakukan terhadap 1.220 responden pada 15–21 Januari 2026. Populasi survei adalah warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah. Dengan jumlah sampel tersebut, survei memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel diambil secara acak dan didistribusikan secara proporsional serta telah melalui proses quality control tanpa ditemukan kesalahan berarti.

Baca juga:

Survei Indikator Politik: Baru 13 Persen Publik yang Sangat Puas Kinerja Presiden Prabowo

Tingkat kepercayaan publik terhadap TNI mencapai 93 persen, dengan rincian 15 persen sangat percaya dan 78 persen cukup percaya. Sementara itu, 5 persen responden menyatakan kurang percaya, 1 persen tidak percaya sama sekali, dan 1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Kalau dari data ini, yang paling tinggi tingkat kepercayaannya itu adalah TNI. Jadi ada total 93 persen yang sangat percaya atau cukup percaya terhadap TNI,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2).

Namun, menurut Burhanuddin, tingkat kepercayaan publik terhadap TNI mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Ia menilai penurunan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi seiring semakin luasnya peran TNI di luar urusan pertahanan.

“Mungkin perlu dievaluasi ya berkaitan dengan indikasi TNI yang perannya makin luas, bukan hanya di luar masalah pertahanan. Sudah ada indikasi TNI masuk ke MBG, masuk ke Koperasi Merah Putih, dan seterusnya,” ujarnya.

Baca juga:

Pengamat Nilai Kepuasan Publik Moderat Selama Setahun Prabowo–Gibran, Program Populer Rentan Berbalik Jadi Beban Politik

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam urusan non-pertahanan berpotensi meningkatkan interaksi dengan masyarakat sekaligus risiko gesekan.

Sementara itu, lembaga presiden menempati peringkat kedua dengan tingkat kepercayaan publik 91 persen, terdiri dari 15 persen sangat percaya dan 76 persen cukup percaya.

Burhanuddin menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan terhadap presiden sebagai lembaga umumnya lebih tinggi dibandingkan penilaian terhadap kinerja. Adapun approval rating Presiden Prabowo Subianto tercatat sebesar 79,9 persen.

“Trust terhadap presiden sebagai lembaga seringkali lebih tinggi ketimbang evaluasi kinerja atau performanya,” ujarnya.

Di posisi berikutnya, Kejaksaan Agung mencatat tingkat kepercayaan sebesar 80 persen, terdiri dari 6 persen sangat percaya dan 74 persen cukup percaya.

Baca juga:

Kepuasan Publik di Awal Kepemimpinan Prabowo Lebih Tinggi Dibanding Jokowi

Selanjutnya, Mahkamah Konstitusi (MK) berada di angka 75 persen, diikuti pengadilan sebesar 74 persen. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat 72 persen, meningkat dibandingkan survei sebelumnya.

MPR memperoleh tingkat kepercayaan 67 persen, disusul DPD sebesar 65 persen. Polri juga berada di angka 65 persen, terdiri dari 5 persen sangat percaya dan 60 persen cukup percaya.

Survei tersebut juga menunjukkan partai politik dan DPR masih menjadi lembaga dengan tingkat kepercayaan publik paling rendah.

Partai politik mencatat tingkat kepercayaan 61 persen, sementara DPR berada di posisi terakhir dengan 56 persen.

“Yang masih belum beranjak dari ranking bawah antara partai politik dan DPR. Bukan hal baru,” kata Burhanuddin. (Asp)

#Survei #LSI #Indikator Politik Indonesia #TNI #DPR #KPK #Kejaksaan Agung #MK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Terjunkan 442 Pasukan Tim Afla ke Titik Karhutla, Saat Ini Latihan Turun Tali dari Heli
Tim Alfa merupakan pasukan khusus bentukan TNI yang terdiri dari gabungan tiga matra Kopassus TNI AD, Korpasgat TNI AU, Korps Marinir TNI AL, serta Kostrad TNI AD.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
TNI Terjunkan 442 Pasukan Tim Afla ke Titik Karhutla, Saat Ini Latihan Turun Tali dari Heli
Indonesia
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Jika ada WNI yang bergabung dengan militer negara asing maka status kewarganegaraan Indonesia akan hilang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
DPR Setuju Anggaran KPK 2027 Tambah Rp 774,31 Miliar Jadi Rp 2,22 Triliun
Komisi III DPR RI menyetujui tambahan anggaran KPK sebesar Rp774,31 miliar. Dengan tambahan ini, pagu anggaran KPK 2027 naik menjadi Rp2,22 triliun untuk mendukung pemberantasan korupsi
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
DPR Setuju Anggaran KPK 2027 Tambah Rp 774,31 Miliar Jadi Rp 2,22 Triliun
Berita Foto
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Ketua DPR Puan Maharani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 01 September 2026
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Indonesia
Asrama TNI Matoangin Makassar Kebakaran, 35 Rumah Barak Ludes Korban Dilarikan ke 2 RS
Sebanyak 35 unit rumah barak TNI ludes terbakar, memaksa penghuni panik menyelamatkan diri di tengah kobaran api dalam kebakaran yang terjadi Selasa (1/9) siang tadi.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Asrama TNI Matoangin Makassar Kebakaran, 35 Rumah Barak Ludes Korban Dilarikan ke 2 RS
Indonesia
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi mengubah wajah pertahanan maritim TNI AL. Bukan sekadar kapal bekas, ini adalah pusat komando bergerak untuk menjaga kedaulatan dan ujung tombak operasi kemanusiaan Indonesia
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Indonesia
13 Tindak Pidana Yang Bisa Aset Dirampas Negara
daftar tersebut disusun setelah pihaknya melakukan penelitian dan pendalaman, termasuk mempertimbangkan masukan dari para ahli hukum.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
13 Tindak Pidana Yang Bisa Aset Dirampas Negara
Indonesia
Kebakaran Terjadi di Basement Gedung KPK, Api Berhasil Dipadamkan
Basement gedung KPK mengalami kebakaran, Sabtu (29/8). Sebanyak 14 petugas pemadam dikerahkan ke lokasi.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
Kebakaran Terjadi di Basement Gedung KPK, Api Berhasil Dipadamkan
Indonesia
Subuh Masih Bakar-bakaran. Tol Dalam Kota Ditutup Sejak Pagi, Polisi Catat Fasilitas Rusak
Kendaraan yang hendak masuk Tol Dalam Kota diarahkan menggunakan jalur alternatif Jalan Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono dan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Subuh Masih Bakar-bakaran. Tol Dalam Kota Ditutup Sejak Pagi, Polisi Catat Fasilitas Rusak
Berita Foto
Polisi Bubarkan Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR dengan Water Cannon
Polisi mengerahkan Mobil Water Cannon untuk membubarkan massa aksi demo 27 Agustus di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Polisi Bubarkan Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR dengan Water Cannon
Bagikan