Sains

Ilmuwan Ungkap Fakta Baru: Sperma tidak Berenang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2020
Ilmuwan Ungkap Fakta Baru: Sperma tidak Berenang

Temuan baru yang mematahkan anggapan 300 tahun. (foto: science dignity digest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA ini, kita percaya bahwa sperma berenang menuju sel telur. Namun, semua berubah kini.

Di bawah mikroskop, sperma manusia memang tampak berenang seperti belut dengan ekor berputar-putar ke sana kemari saat mereka mencari telur untuk dibuahi. Orang pertama yang mengamati secara dekat sperma manusia ialah Antonie van Leeuwenhoek, seorang ilmuwan Belanda yang dikenal sebagai bapak mikrobiologi.

BACA JUGA:

Pertama Kalinya, Daya Magnet Diaktifkan Menggunakan Listrik dengan Bahan Non-Magnetik

Pada 1677, Van Leeuwenhoek mengarahkan mikroskop yang baru dikembangkannya ke arah air mani miliknya. Untuk pertama kalinya, ia melihat cairan itu diisi dengan sel-sel kecil yang bergerak.

Di bawah mikroskop 2D, jelas bahwa sperma didorong ekor, yang tampaknya bergoyang-goyang saat kepala sperma diputar. Selama 343 tahun, itulah pemahaman tentang bagaimana sperma manusia bergerak.

sperma
Ternyata sperma tidak berenang. (foto: CBS News)

Namun, kini mikroskop 3D baru dan video berkecepatan tinggi mengungkapkan bahwa sperma tidak berenang dalam gerakan simetris yang sederhana. "Ada ilmuwan yang mendalilkan bahwa kemungkinan ada elemen 3D yang sangat penting untuk bagaimana ekor sperma bergerak, tetapi sampai saat ini kami belum memiliki teknologi untuk melakukan pengukuran seperti itu," kata Allan Pacey, seorang profesor andrologi di Universitas Sheffield di Inggris seperti dilansir Live Science. Allan mengatakan penelitian baru itu merupakan langkah maju yang signifikan.

Ilmuwan yang disebutkan Pacey ialah Hermes Gadelha. Bersama rekan-rekannya di Universidad Nacional Autónoma de Mexico, ia memulai penelitian. Ia menggunakan teknik mikroskop yang memungkinkan untuk pencitraan dalam 3 dimensi dan kamera berkecepatan tinggi yang dapat menangkap 55.000 frame per detik. Mereka coba merekam sperma manusia berenang pada slide mikroskop. "Apa yang kami temukan adalah sesuatu yang sangat mengejutkan karena itu benar-benar mematahkan teori yang selama ini berkembang dalam dunia sains," kata Gadêlha kepada Live Science.

Dari penelitiannya tersebut, ekor sperma tidak bergoyang seperti cambuk dari sisi ke sisi. Sebaliknya mereka hanya bisa mengalahkan dalam satu arah. Untuk memeras gerakan ke depan dari gerakan ekor asimetris ini, kepala sperma berputar bersamaan dengan ekor yang diputar. Rotasi kepala dan ekor sebenarnya adalah dua gerakan terpisah yang dikendalikan oleh dua mekanisme seluler yang berbeda. Ketika mereka bergabung tampak seperti bor yang berputar. "Sperma bahkan tidak berenang, sperma mengalir ke dalam cairan," kata Gadelha.

berudu
Bukan berenang, melainkan mengalir. (foto: learnaboutnature)



Dalam istilah teknis, bagaimana sperma bergerak disebut presesi. Artinya ia berputar di sekitar sumbu tetapi sumbu rotasi itu berubah. Pergerakannya mirip dengan planet-planet yang berotasi di sekitar matahari. "Penting untuk dicatat bahwa dalam perjalanan mereka ke sel telur, sperma akan berenang melalui lingkungan yang jauh lebih kompleks daripada setetes cairan yang mereka amati untuk penelitian ini," kata Pacey.

"Dalam tubuh perempuan, mereka harus berenang di saluran sempit yang sangat lengket di leher rahim, dinding sel bergelombang di saluran tuba, juga harus mengatasi kontraksi otot dan cairan didorong ke arah yang berlawanan ke mana mereka ingin menuju. Namun, jika mereka mampu mengebor ke depan, saya sekarang dapat melihat dengan lebih jelas bagaimana sperma dapat mengatasi serangan ini untuk mencapai sel telur dan bisa masuk ke dalamnya, " terang Pacey.

Untuk itu, motilitas sperma (kemampuan sperma untuk bergerak) menjadi salah satu metrik utama yang dilihat dokter kandungan ketika menilai kesuburan pria.(avia)

BACA JUGA:

Bir ini Mermiliki Rasa Mustard

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Bagikan