Ibu Negara Prancis Jalani Isolasi Mandiri

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 20 Oktober 2020
Ibu Negara Prancis Jalani Isolasi Mandiri

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron (tengah) di Elysee Palace. (ANTARA/REUTERS/Charles Platiau/cfo/17)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ibu Negara Prancis Brigitte Macron akan menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari setelah ia melakukan kontak dengan seseorang terdiagnosis terinfeksi COVID-19.

"Brigitte Macron pada Kamis 15 Oktober melakukan kontak dengan seseorang, yang dinyatakan positif COVID-19 Senin ini, 19 Oktober, dan mengalami gejala penyakit tersebut," kata kantor Presiden Emmanuel Macron melalui pernyataan, Senin (19/10).

"Sesuai dengan rekomendasi otoritas kesehatan, ia akan menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari. Pada tahap ini, Brigitte Macron tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut," katana, dikutip Antara.

Baca Juga:

Kepala Perunding PLO Dilarikan ke RS Tel Aviv

Sementara itu, Kementerian kesehatan Prancis melaporkan 25.086 kasus corona 24 jam terakhir pada hari Jumat lalu, setelah melaporkan rekor 30.621 pada hari Kamis.

Jumlah total infeksi sejak awal tahun sekarang mencapai 834.770, jumlah kumulatif kematian sebesar 33.303.

Seorang tenaga kesehatan melakukan tes swab dari seorang warga di sebuah pusat tes penyakit virus corona (COVID-19) di Paris, Prancis, Selasa (13/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier/nz/cfo (REUTERS/BENOIT TESSIER)
Seorang tenaga kesehatan melakukan tes swab dari seorang warga di sebuah pusat tes penyakit virus corona (COVID-19) di Paris, Prancis, Selasa (13/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier/nz/cfo (REUTERS/BENOIT TESSIER)

Jumlah pasien di rumah sakit dengan COVID-19 naik 437 menjadi 10.042, melebihi 10.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni, dan jumlah pasien dalam perawatan intensif naik 50 menjadi 1.800, tingkat yang terakhir terlihat pada pertengahan Mei.

Baca Juga:

Indonesia Minta Negara Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam tujuh hari terakhir, Prancis telah mendaftarkan hampir 14.800 infeksi COVID-19, lebih dari 132.430 yang terdaftar selama penguncian selama dua bulan dari pertengahan Maret hingga pertengahan Mei.

Prancis, seperti negara-negara Eropa lainnya, bergulat dengan cara memperlambat penyebaran virus dan mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang berada dalam tekanan sambil mempertahankan ekonomi secara terbuka dan melindungi pekerjaan. (*)

Baca Juga:

Menteri Kesehatan Afsel Positif Corona

#Prancis #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
French Blood Establishment (EFS) mengatakan ruang pendingin tempat penyimpanan darah terdampak peretas.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
Dunia
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Jumlah narapidana di Prancis mencapai 90.937 orang, jauh melampaui kapasitas penjara. Hampir 9.000 orang terpaksa tidur di atas kasur lantai.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Indonesia
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
RUU itu bertujuan mengatur "ganti rugi atas kerusakan akibat kekerasan atau perusakan yang dilakukan di ruang publik serta pemulihan kerugian."
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
Dunia
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang diikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu (21/10).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Dunia
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Vinted, yang didirikan di Lituania pada 2008, telah berkembang menjadi salah satu pasar barang bekas terbesar di Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Bagikan