Hampir Punah, Harimau Hitam Tertangkap Kamera

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 06 November 2020
Hampir Punah, Harimau Hitam Tertangkap Kamera

Harimau hitam langka tertangkap kamera. (Foto: mirror.co.uk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HANYA tersisa enam ekor di dunia, harimau hitam dinyatakan hampir punah. Namun, seoranng fotografer amatir asal India, Soumen Bajpayee, beruntung bisa memotret harimau hitam yang sangat langka berjenis melanistik itu.

Situs Mirror mengabarkan Bajpayee sangat beruntung dapat meilihat dan memotret salah satu dari enam harimau hitam yang diketahui masih ada di dunia, Rabu (4/11). Harimau tersebut memiliki garis-garis hitam tebal yang menyembunyikan bulu-bulu berwarna jingga. Harimau ini hanya ditemukan di bagian timur Odisha, India.

BACA JUGA:

Patung Ekor Paus Selamatkan Kecelakaan Kereta Jatuh di Rotterdam

Pada awalnya, Bajpayee tidak mengenal spesies harimau melanistik. Ia merasa beruntung dapat melihat harimau langka di hutan. Ia bercerita harimau hitam tersebut muncul secara tiba-tiba dan berjalan kembali ke belakang pohon. “Saya sedang mengamati berbagai burung dan monyet di pepohonan ketika saya tiba-tiba melihat sesuatu yang tampak seperti harimau, tetapi tidak seperti harimau biasanya,” katanya.

harimau hitam
Tertangkap kamera fotografer amatir. (Foto: mirror.co.uk)

Mahasiswa magister teknologi dari Kolkata di Benggala Barat tersebut mengatakan terkejut dengan keunikan spesies sehingga dia tidak menyadari pentingnya apa yang dia lihat. "Awalnya saya bahkan tidak menyadari apa yang terjadi karena saya melihat harimau yang sama sekali berbeda," katanya.

Bajpayee mengaku telah melihat banyak harimau sebelumnya, baik di alam liar maupun di penangkaran. Namun, menurutnya, harimau ini sama sekali berbeda.

Pria berusia 27 tahun tersebut baru saja terjun ke dunia fotografi dan berhasil mengambil beberapa foto binatang buas yang luar biasa. Dia mengatakan sejauh ini dua harimau hitam di cagar alam Nandankan telah ditangkap melalui jebakan kamera.

harimau hitam
Hanya tersisa tujuh sampai delapan ekor di dunia.(Foto: mirror.co.uk)

Ilmuwan dan ahli margasatwa dari Institut Margasatwa India Dr Bivash Pandav kepada Times of India mengatakan ia meyakini hanya tersisa tujuh hingga delapan ekor harimau jenis ini di India. Menurutnya, harimau ini unik karena genetik mereka. Diyakini, garis hitam tebal pada tubuh harimau ini muncul karena perkawinan sekerabat.

Harimau hitam berukuran relatif lebih kecil dari harimau umumnya. Mereka pertama kali terlihat di India pada 1990-an. Saat ini, keenam harimau yang berada di ambang kepunahan itu diketahui dapat ditemukan di India, yakni di Cagar Alam Simlipal dan Suaka Nandankanan.(Scp)

BACA JUGA:

Ariana Grande Sindir Influencer TikTok Berpesta Saat Pandemi

#Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Aktivis lingkungan, Arief Kamarudin mengatakan ia tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk langsung turun tangan menangkap ikan sapu-sapu di perairan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Lifestyle
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Arief bukanlah pengamat. Ia saksi hidup yang tumbuh bersama Ciliwung.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Indonesia
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
Indonesia
Sarinah Jakarta E-Prix Sukses Kelola 21,4 Ton Sampah, Diubah Jadi Bahan Baku Baru dan Kompos
Capaian ini sejalan dengan semangat penyelenggaraan event yang mengedepankan keberlanjutan, efisiensi energi, dan penggunaan kendaraan berbasis listrik.
Dwi Astarini - Rabu, 23 Juli 2025
Sarinah Jakarta E-Prix Sukses Kelola 21,4 Ton Sampah, Diubah Jadi Bahan Baku Baru dan Kompos
Indonesia
Laut Penuh Sampah, Produksi Oksigen Berkurang
Suplai oksigen ke manusia akan berkurang.
Dwi Astarini - Rabu, 20 November 2024
Laut Penuh Sampah, Produksi Oksigen Berkurang
Lifestyle
WWF Laporkan Penurunan Drastis Populasi Satwa Liar Dunia
Dwi Astarini - Jumat, 11 Oktober 2024
WWF Laporkan Penurunan Drastis Populasi Satwa Liar Dunia
Dunia
Tingkatkan Aksi Pengurangan Polusi Plastik, Korsel, China, dan Jepang Duduk Bersama
Pertemuan itu akan membahsa instrumen pengaturan polusi plastik yang mengikat secara internasional.
Dwi Astarini - Senin, 30 September 2024
Tingkatkan Aksi Pengurangan Polusi Plastik, Korsel, China, dan Jepang Duduk Bersama
Lifestyle
Perubahan Iklim makin Nyata, Gen Z dan Alpha Paling Terdampak
WMO menyebut bahwa pada 2050, dalam skenario terburuk, negara-negara di dunia akan menghadapi tidak hanya bencana hidrometeorologi.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Agustus 2024
Perubahan Iklim makin Nyata, Gen Z dan Alpha Paling Terdampak
Dunia
Langkah Gesit China dalam Paten Hijau
China mengamankan posisi teratas dalam hal pengajuan paten hijau.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Agustus 2024
Langkah Gesit China dalam Paten Hijau
Bagikan