MERAHPUTIH.COM - UPAYA membasmi ikan invasif seperti sapu-sapu tidak boleh dilakukan sembarangan. Alih-alih menyelamatkan lingkungan, tindakan tanpa pengetahuan justru berisiko menimbulkan bahaya serius, bahkan mengancam nyawa.
Aktivis lingkungan, Arief Kamarudin mengatakan ia tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk langsung turun tangan menangkap ikan sapu-sapu di perairan.
“Sebenarnya pertama saya enggak menyarankan orang. Saya enggak pernah menyarankan gitu orang untuk ayo tangkap sapu-sapu. Hal yang saya lakukan sejauh ini ya edukasi tentang sapu-sapu, bahayanya segala macam,” ujarnya saat ditemui Merahputih.com, Jumat (17/4).
Menurut Arief, aktivitas di sungai bukan perkara sepele. Banyak risiko yang mengintai, mulai dari kemungkinan tenggelam hingga bahaya benda tajam dan limbah yang tersembunyi di dalam air. “Karena biar bagaimanapun nggak sembarangan orang bisa turun ke air, risikonya ada banyak, yang pertama bisa tenggelam, banyak benda tajam segala macam, apalagi di Ciliwung,” katanya.
Ia menegaskan, langkah paling sederhana, tapi berdampak besar yang bisa dilakukan masyarakat yakni menjaga ekosistem, dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan. “Kalau menurut saya, hal yang harus dilakukan orang awam, yang pertama kita jaga ekosistemnya saja dulu, jangan buang sampah, kalau limbah juga kita jangan buang sembarangan,” jelasnya.
Baca juga:
Arief juga mengingatka kurangnya edukasi tentang spesies invasif bisa memicu kesalahan fatal. Ia mencontohkan kasus di Danau Toba, ketika ikan sapu-sapu justru dilepasliarkan dengan harapan mengendalikan spesies lain. Namun, hal itu berpotensi memperburuk kondisi ekosistem. “Kita edukasi diri kita aja dulu tentang ikan yang invasif dan bahayanya seperti apa, supaya tak ada kejadian, orang buang sapu-sapu satu karung berharap bisa ngurangin red devil. Nah, itu kan terjadi karena kurangnya edukasi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia kembali menekankan bahwa menjaga lingkungan tetap menjadi langkah utama yang bisa dilakukan semua orang.
“Tapi kalau untuk orang, yang bisa saya sarankan, jaga ekosistem. Jangan buang sampah sembarangan,” tutupnya.(tka)
Baca juga:
Pemprov DKI Gandeng Bogor Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung, Fokus dari Hulu