Gus Mus: Kembali ke Tuhan, Terutama Pemimpinnya

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Jumat, 03 Februari 2017
Gus Mus: Kembali ke Tuhan, Terutama Pemimpinnya

KH. Mustifa Bisri alias Gus Mus.(MP/Widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pertemuan merahputih.com dengan KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus berlangsung selepas sholat magrib, di sebelah mushola Pondok Pesantren Raudlatul Thalabin (Taman Belajar Islam), Jalan KH. Bisri Mustofa, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, usai ia menjadi imam sholat berjemaah bersama santri.

Dengan bahasa yang sangat santun, Gus Mus mempersilahkan masuk ke ruang tamu, yang ternyata sudah ada puluhan orang menunggu. Dari Mandar Sulawesi Barat, Tuban, Kediri, Banten, Kudus dan sekitar Rembang.

Sebagai seorang kyai yang lahir dari Santri Jawa, Gus Mus sangat lekat dengan budaya dan kearifan lokal. Hal ini terlihat dari perlakuannya terhadap dayoh (tamu) yang datang. Gus Mus menjamu dengan tradisi orang-orang Jawa. "Yen wayahe dahar, tamu nggih kedah diaturi dahar. Kedah dicaosi unju'an."

Dan, di meja makan di ruangan tengahnya, hidangan dengan masakan khas Rembang, kelo mrico, pindang, bandeng dan aneka lauk seperti tahu-tempe, udang, menjadi bagian dari penyambung tali silaturahmi dan pengikat batin tradisi lama antara tamu dan tuan rumah bagi orang-orang Jawa.

Setelah memperkenalkan lebih jauh, perbincangan malam itu mengawali wawancara merahputih.com, tentang kondisi negeri yang sedang dilanda isu-isu intoleransi. Berikut kutipan singkat komentar Gus Mus ketika diminta tanggapan tentang intoleransi:

"Ini tergantung kepada pemerintah, pemerintah tegas apa enggak itu? Kalau bibit-bibit inteloresanis itu dari awal dibiarkan, nanti akan berkembang."

Sebagai seorang ulama sekaligus budayawan, bagaimana Gus Mus menyikapi Pancasila?

"Selama ini, Pancasila kan hanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan, terutama untuk kepentingan penguasa. 32 tahun Pak Harto menggunakan Pancasila itu hanya untuk kepentingan pemerintah Orde baru. Setiap pejabat itu, kalau pidato menyebut Pancasila itu ndak kurang dari 6 kali, 7 kali. Pak Harto malah sampai 8, 12 kali. Tapi diurai ndak pernah. Hanya Pancasila..Pancasila..Pancasila. Silanya itu lo, nyebut silanya saja ndak pernah. Sila Ketuhanan yang Maha Esa ndak disebut, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tidak disebut, Persatuan Indonesai ndak disebut. Pancasila tok! Karena memang kepentingannya bukan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila tersebut. Selama itu begitu terus, sampai kiamat kurang dua hari juga ya tetep! Wong itu sudah sangat indah sekali kok, pendahulu-pendahulu Kita, bikin itu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dan itu puncaknya di sana, dan itu yang membikin orang beradab, berkeadilan, berprikemanusiaan, bisa bersatu dengan orang lain, itu karena ngerti Pengeran, ngerti Tuhan."

Terkait banyaknya organisasi-organisasi yang berbasis agama, dan akhir-kahir ini ramai di media masa, bahkan dinilai sudah mengarah pada intoleransi, bagaimana menurut Gus Mus?

"Saya katakan, agama itu dianggap sebagai tujuan, lalu bikin organisasi keagamaan. Dikiranya agama itu juga ghayah, bukan! Agama itu wasilah, ghayahnya Allah, Tuhan yang Maha Esa. Kalau ghayahnya Tuhan, jadi kecil semua. Pelajari masing-masing itu jangan hanya fanatik pada organisasi keagamannya, tidak hanya pada agamanya. Kalau sampean ini misalnya, ini partai politik sebagai tujuan, orang-orang Indonesia yang tidak satu partai akan Anda musuhi, seolah-olah mereka bukan orang Indonesai. Ketika organisasi Islam Anda anggap tujuan hidup, maka organisasi-organisasi selain Islam akan Anda anggap bukan orang Indonesia."

Lalu, apa yang ingin anda sampaikan melihat kondisi seperti ini?

"Kembali ke Tuhan! Terutama pemimpinnya, semua harus kembali ke Tuhan. Pemimpinnya harus kembali ke Tuhan! Kalau orang itu lupa kepada Tuhan, lupa kepada Allah, Allah akan menjadikan orang itu lupa diri, itu. Sehingga dia lupa dengan dirinya, sampai kadang-kadang lupa saudara, lupa bapaknya, lupa anaknya dan segala macam itu karena lupa Allah. Maka orang-orang beriman tidak boleh melupakan Allah, enggak boleh!"

Anda juga dikenal sebagai seorang budayawan yang piawai membuat puisi; apa karya puisi terbaru Gus Mus?

"Puisi terbaru saya judulnya Dzikir! Begini;
setiap saat, setiap mengingat-Mu aku menyebut-MU
setiap saat setiap menyebut-Mu aku mengingat-Mu
setiap saat,
begitu saja! Hehehe.."

Ini adalah wawancara khusus wartawan merahputih.com Widi Hatmoko dengan Gus Mus di rumahnya, saat melakukan liputan khusus di beberapa tempat di Kabupaten Rembang dan Lasem, Rabu 25 hingga Senin 30 Januari 2017. Untuk mengikuti berita tentang Lasem, baca jug: Peradaban Islam di Lasem pada Masa Cheng Ho

#KH Mustofa Bisri #Nahdlatul Ulama #Ulama #Gus Mus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
NU harus mampu menjadi rumah bagi seluruh warganya. Rumah yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan intelektual, tetapi juga memiliki hati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Pandangan Calon Ketum PBNU Gus Kikin Soal NU Tidak Bisa Lepas Dari Politik
Indonesia
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Ada dugaan pengondisian terhadap paket-paket nama AHWA telah menimbulkan keresahan di kalangan pemilik suara.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Penentuan AHWA Muktamar NU Dikondisikan, Muktamirin Gelisah
Indonesia
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Seluruh peserta muktamar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan tuntunan para ulama serta menjunjung tinggi akhlak dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ma'ruf Amin Harapkan Muktamar Hasilkan Pemimpin Terbaik Sesuai Harapan Nahdliyin
Indonesia
Ribuan Santri Dikerahkan Buat Sambut Presiden Prabowo di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama
Selain akan dihadiri oleh Presiden, informasinya Muktamar Ke-35 NU juga akan dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ribuan Santri Dikerahkan Buat Sambut Presiden Prabowo di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Bagikan