Bisnis

Gravel Berikan Apresiasi untuk Pekerja Bangunan

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 21 Desember 2022
Gravel Berikan Apresiasi untuk Pekerja Bangunan

(Foto: Pexels/Burst)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GRAVEL, perusahaan aplikasi pencari pekerja bangunan, telah bertumbuh pesat sejak 2019. Tercatat lebih dari 4.000 konstruksi di 18 provinsi Indonesia sudah dikerjakan Gravel. Menurut laporan reviews pada aplikasi, 99,7 persen pemilik proyek menyatakan puas dengan hasil kerja Gravel.

Sejak peluncurannya, aplikasi ini menawarkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan konsumen properti terhadap pekerja bangunan. Juga menjembatani kepentingan para pekerja bangunan dengan konsumen properti.

Misalnya, pekerja bangunan selalu merasa upahnya terlalu rendah, sedangkan konsumen menilai upah pekerja terlalu tinggi. Di titik inilah Gravel mempertemukan dua kepentingan yang berbeda.

Gravel menyadari perkembangan pesat aplikasinya tak lepas dari andil para pekerja konstruksi yang tergabung sebagai Dulur Gravel, sapaan akrab bagi para mitra tukang bangunan. Dulur Gravel memiliki tekad usaha dan dedikasi yang luar biasa di setiap pekerjaan yang diambil.

“Dedikasi Dulur terus menjadi inspirasi bagi Gravel untuk terus semangat berkontribusi dalam pembangunan negeri, dan kami terpanggil untuk memberikan apresiasi terbaik untuk mereka,” kata Georgi Putra, Co-Founder dan CEO Gravel dalam keterangan resmi kepada Merahputih.com.

Baca juga:

Strategi Gravel Jembatani Kepentingan Tukang dan Konsumen Properti

gravel pekerja bangunan
Gravel menyadari perkembangan pesat aplikasinya tak lepas dari andil para pekerja konstruksi yang tergabung sebagai Dulur Gravel (Foto: Gravel)

Gravel berupaya menjaga standar kualitas para pekerja bangunan. Melalui aplikasi Gravel, pekerja bangunan dapat menampilkan portofolio serta sertifikat bidang keahliannya. Dengan begitu, konsumen properti pun mengetahui profil pekerja bangunan yang akan mereka sewa.

Hasilnya moncer. Gravel mengklaim mendapat review bagus dari konsumen tentang mitranya. "Dulur datang tepat waktu di proyek, dapat bekerja sesuai standar industri konstruksi, mengikuti perkembangan material bangunan dan paham cara pengaplikasiannya, sehingga mampu memberikan hasil kualitas kerja yang memuaskan," demikian pernyataan resmi Gravel.

Sebagai bentuk apresiasi Gravel untuk pekerja bangunan, Gravel menggelar acara spesial bertajuk “Momen Kebersamaan Gravel” (MKG) pada Minggu, 18 Desember 2022 di Hotel Samala Jakarta Barat.

“MKG adalah acara perdana yang diselenggarakan oleh Gravel khusus untuk para Dulur, yang semoga dapat membawa kebahagiaan, sinergi, dan mempererat hubungan kita semua," ungkap Georgi Putra

Tak kurang dari 200 perwakilan Dulur dari berbagai daerah hadir memeriahkan event ini. Mereka dihibur oleh stand up comedian Gilang Herlambang atau Gilang Durhaka, jebolan kompetisi nasional Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) IX Kompas TV, dan penampilan musisi dangdut.

Baca juga:

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pembeli Properti Pemula

gravel
Sebentuk kepedulian Gravel untuk menjaga keselamatan dan keamanan kerja Dulur. (Foto: Gravel)

Hadir pula perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI), pemilik proyek yang menjadi user aplikasi Gravel, dan para pemangku kepentingan lainnya memberikan apresiasi terbaik kepada para Dulur di acara ini.

“Kami sangat mengapresiasi Gravel sebagai startup nasional yang telah menghadirkan inovasi dalam sektor jasa konstruksi. Jika sebelumnya untuk cari tukang kita harus ke sana-ke mari dan menghabiskan waktu untuk dapat informasi jasa tukang. Kini cukup lewat aplikasi Gravel sudah dapat pekerja konstruksi yang berkualitas” ungkap Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemkominfo RI penuh dengan apresiasi.

Semuel menambahkan bahwa upaya transformasi digital harus terus didorong baik dalam sektor publik maupun privat. Dalam kesempatan tersebut Samuel juga menyampaikan apresiasi untuk Dulur atas kontribusinya dalam transformasi digital.

Melalui MKG, Gravel juga meluncurkan secara resmi Rompi dan Helm Gravel sebagai APD (Alat Pelindung Dulur). Pengadaan Rompi dan Helm Gravel ini jadi sebentuk kepedulian Gravel untuk menjaga keselamatan dan keamanan kerja Dulur.

Selain itu, Gravel juga mempersembahkan penghargaan kepada para Dulur berprestasi melalui tiga kategori penilaian, yaitu Dulur Terajin atau Dulur yang terus ambil pekerjaan dari aplikasi; Dulur Tercuan atau Dulur dengan pendapatan terbanyak; dan Dulur Tereksis atau Dulur yang aktif di media sosial Komunitas Sedulur Gravel.

Verry Julianto, salah satu Dulur yang memperoleh penghargaan, mengaku tak menyangka kerjanya kini jauh lebih dihargai setelah kemunculan aplikasi pencari tukang bangunan.

“Senang sekali bisa kumpul, nyanyi dan joget bareng Dulur dan Gravel, apalagi dapat penghargaan segala. Enggak nyangka pekerjaan saya sebagai tukang dihargai begitu besar di sini. Makin semangat kerja dan jemput rejeki dari aplikasi. Terima kasih, Gravel!” seru Verry.

Gravel berharap ke depan aplikasi mereka dapat membuat tukang bisa mencari pekerjaan sendiri dan menjadi lebih berdaya. (dru)

Baca juga:

Jual-Beli Properti Kini Enggak Perlu Lagi Pakai Cara Lama

#Aplikasi #Buruh
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2026. KSPI menilai upah Rp 5,73 juta terlalu kecil dan tidak sesuai biaya hidup ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Indonesia
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Ratusan buruh akan menggelar aksi serentak di Jakarta pada Kamis (15/1). Sejumlah tuntutan bakal dilayangkan, termasuk revisi UMP DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Indonesia
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Penetapan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5,73 juta ditolak buruh. Gubernur Pramono Anung menegaskan tidak akan memberi subsidi upah dari APBD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Lifestyle
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Saat ini, ada lebih dari lima pemain besar di sektor neobank kripto. Revolut, Kast, Ether.fi, Rain, Tria, dan Reddotpay adalah beberapa di antaranya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Indonesia
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Aksi buruh menolak UMP Jakarta 2026 Rp 5,72 juta terus berlanjut. Gubernur DKI Pramono Anung menjelaskan dasar penetapan sesuai PP Nomor 49 Tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Desember 2025
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Indonesia
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Penetapan UMP Jakarta 2026 mendapat penolakan. Para buruh siap mengambil jalur hukum untuk menolak kebijakan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Berita Foto
Aksi Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 Tak Sesuai KHL
Aksi massa buruh menggelar unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).
Didik Setiawan - Senin, 29 Desember 2025
Aksi Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 Tak Sesuai KHL
Indonesia
Hari Ini Buruh Turun ke Jalan Protes Hasil Ketusan Upah Minimum
Kenaikan sebesar 6,17 persen yang ditetapkan saat ini telah habis tergerus oleh laju inflasi dan kenaikan harga barang pokok.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Hari Ini Buruh Turun ke Jalan Protes Hasil Ketusan Upah Minimum
Indonesia
Buruh Gelar Aksi Protes Besaran UMP Jakarta 2026, Bawa 3 Tuntutan
"Adalah sebuah ketimpangan yang tidak masuk akal ketika UMP Jakarta justru lebih rendah dibandingkan UMK di daerah penyangga seperti Kota Bekasi yang berada di kisaran Rp5,99 juta."
Frengky Aruan - Senin, 29 Desember 2025
Buruh Gelar Aksi Protes Besaran UMP Jakarta 2026, Bawa 3 Tuntutan
Indonesia
UMK Solo 2026 Jauh Dari Kebutuhan Hidup Layak, Buruh Makin Sulit Sejahtera
melihat angka UMK Solo yang ditetapkan ini masih jauh dari besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang ditetapkan sendiri oleh Pemerintah sebesar Rp 3.600.000.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Desember 2025
UMK Solo 2026 Jauh Dari Kebutuhan Hidup Layak, Buruh Makin Sulit Sejahtera
Bagikan