5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi

Ilustrasi (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pasar kripto kini berada di titik penentu setelah Bitcoin mencatatkan imbal hasil fantastis di atas 600% dari level terendahnya pada akhir 2022.

Memasuki tahun 2026, para pelaku pasar terbelah menjadi dua kubu, ada yang melihat koreksi saat ini sebagai peluang akumulasi normal, dan ada yang meyakini pasar mulai memasuki fase bearish.

Sepanjang 2025, performa Bitcoin tergolong lesu dibandingkan aset tradisional. Hingga Desember 2025, kinerja tahunan (year-to-date) Bitcoin terkontraksi 7%, jauh tertinggal dari emas yang melonjak 62%, S&P 500 sebesar 16%, dan NASDAQ sebesar 20%. Fenomena ini menandai pertama kalinya sejak 2023 Bitcoin tertinggal di belakang aset utama lainnya.

Baca juga:

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Jadi Ajang Taruhan, Penjudi Kripto Anonim Raup Cuan Rp 6,6 Miliar

5 Prediksi Kripto untuk tahun 2026

1. Skenario Bullish: Bitcoin Rebound Pada Kuartal I Karena Kebijakan QSumber: Fidelity.

Skenario bullish untuk industri kripto dan Bitcoin pada tahun 2026 bergantung pada gagalnya teori siklus empat tahunan. Alasannya adalah faktor pendorong bullish dari lingkungan makro akan mendorong kripto dan aset berisiko lainnya ke dalam bull market yang diperpanjang.

CEO BitWise, Matthew Hougan, mengatakan pandangannya bahwa teori siklus sudah mati diperkuat oleh dua faktor: penurunan suku bunga dan pemerintah yang mau terlibat dengan kripto.

Gautam Chhugani, analis di Bernstein, memperkirakan Bitcoin akan mencapai $200 ribu pada tahun 2026 dengan bull market yang lebih lama.

2. Skenario Bearish: 2026 Akan Menjadi Awal Pasar Bearish Berikutnya

Meskipun banyak yang optimis tentang tahun 2026, faktanya Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 30% selama beberapa minggu terakhir. Banyak trader, seperti Benjamin Cowen, telah menyatakan bias bearish mereka terhadap Bitcoin.

Ia mengatakan Bitcoin pada akhirnya akan turun kembali di bawah SMA 200 Minggu ($60k-$70k) pada tahun 2026. Pandangan bearish terhadap pasar menyatakan bahwa siklus 4 tahun masih utuh.

Selain itu, untuk pertama kalinya sejak separuh tahun 2024, Bitcoin berada di bawah EMA 100 Minggu. Hal ini juga terjadi pada tahun 2022, ketika Bitcoin akhirnya turun di bawah EMA 100 Minggu setelah puncak November 2021.

3. Fundamental Kembali Penting

Ada banyak tren yang terjadi di bull market dua tahun terakhir. Sejak tahun 2023, pasar telah melihat eksperimen teknologi ZK, blockchain modular, agen AI dan AI, pasar prediksi, perp DEX, ICM, dan narasi lainnya.

Namun, sebagian besar dari apa yang disebutkan di sini sudah mati. Namun, beberapa narasi memiliki permintaan nyata dan mempertahankan penggunanya. Pendle, perdagangan bunga inovatif masih mempertahankan $3 miliar di TVL, banyak protokol stablecoin menyimpan miliaran dolar sejak diluncurkan, dan Hyperliquid mengukir jalurnya sendiri di sektor Perp Dex.

Ketika pasar menjadi bearish selama beberapa bulan terakhir, fundamental sekali lagi menjadi bahan pembicaraan. Pendapatan, PMF (kecocokan produk dan pasar), dan pengguna menjadi semakin penting bagi investor dan pedagang.

4. Pasar Prediksi Akan Terus Berkembang

Salah satu produk paling inovatif dan sukses yang muncul dari pasar bullish ini adalah pasar prediksi. Dua pemain terkemuka di sektor ini adalah Kalshi dan Polymarket. Keduanya saat ini memiliki valuasi sekitar $11 miliar hingga $15 miliar, dengan Kalshi baru saja mengumpulkan $1 miliar pada valuasi $11 miliar.

Pasar prediksi telah mendapatkan perhatian dari sektor teknologi yang lebih luas. CEO Polymarket tampil di TV dan mengatakan bahwa pasar prediksi adalah salah satu cara paling akurat untuk memprediksi suatu peristiwa. Selain itu,

Kalshi baru saja menjadi mitra pasar prediksi resmi CNN. Dengan Piala Dunia FIFA yang semakin dekat, sektor pasar prediksi akan semakin bertumbuh pada tahun 2026.

5. Crypto Terintegrasi ke dalam Kehidupan Sehari-hari Melalui Neobank

Stablecoin dan pembayaran kripto adalah kemajuan lain dalam industri kripto yang menemukan kecocokan pasar produk mereka. Meskipun proyek berbasis stablecoin sudah populer di kalangan pengguna kripto, pembayaran kripto (neobank) mulai menarik perhatian masyarakat luas.

Saat ini, ada lebih dari lima pemain besar di sektor neobank kripto. Revolut, Kast, Ether.fi, Rain, Tria, dan Reddotpay. Secara kolektif, sektor neobanks mencapai sekitar $400 juta volume di bulan November (tidak termasuk data dari Revolut dan Kast).

Baca juga:

Pembangunan PSEL Masuk Proyek Hilirisasi Strategis Pemerintah, Investasi Capai Rp 600 Triliun

Sektor-sektor Berpotensi Untuk 2026 Terlepas dari kita memasuki pasar bearish atau bull run yang diperpanjang, yang pasti adalah beberapa narasi atau sektor akan mengungguli yang lain. Seperti yang telah kita bahas beberapa kali di atas, proyek-proyek dengan pengguna nyata dan produk yang dapat digunakan akan menjadi kunci.

Mengingat hal ini, kita dapat mempersempit beberapa sektor potensial: perpetual DEX, pasar prediksi, tokenisasi, dan pembayaran atau stablecoin. Semua narasi ini sudah memiliki potensi untuk mengungguli di tahun mendatang karena fundamentalnya yang kuat.

#Aplikasi #Kripto #Investasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Hypernet Techonologies meluncurkan TokenKu.ai. Platform ini bisa mengakses 120 model ai.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Indonesia
Investasi Emas Makin Diminati, ACC Tawarkan Skema Cicilan Tanpa Jaminan
Astra Credit Companies menawarkan cicilan emas bagi masyarakat yang ingin berinvestasi.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Investasi Emas Makin Diminati, ACC Tawarkan Skema Cicilan Tanpa Jaminan
Indonesia
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia sedang membahas kerja sama dengan kelompok-kelompok perusahaan Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek bersama di bidang energi, termasuk kilang dan terminal penyimpanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Rayu Rusia Garap 138 Blok Eksplorasi Migas di Indonesia
Indonesia
Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pupuk di Vladivostok Rusia
Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pupuk di Vladivostok Rusia
Indonesia
Jakarta Tawarkan Potensi Investasi Rp 115 Triliun
Jakarta Investment Centre (JIC) menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Jakarta Tawarkan Potensi Investasi Rp 115 Triliun
Indonesia
Terjerat Dugaan Kasus Penipuan Dana Investasi, Polisi Bakal Periksa Ruben Onsu Pekan Depan
Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengklaim telah melaksanakan serangkaian penyelidikan pada 25 April 2026 yang telah dialih dari proses penyelidikan ke penyidikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Terjerat Dugaan Kasus Penipuan Dana Investasi, Polisi Bakal Periksa Ruben Onsu Pekan Depan
Indonesia
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Modus pelaku biasanya mengakui customer service dari GoPay, lalu meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Penipuan Dana Investasi
Terkait kronologi, terlapor (Ruben Onsu) yang memiliki usaha menawarkan korban untuk menginvestasikan dananya. Hingga akhirnya terjadi kesepakatan antara korban dan terlapor.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Penipuan Dana Investasi
Indonesia
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Prabowo mengumumkan lokasi awal Indonesia Financial Center atau PFII di Jakarta dan Bali. PFII akan menjadi pusat keuangan dan investasi berstandar dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Indonesia
Pemprov DKI Tawarkan 40 Aset dengan Potensi Investasi Rp 22,37 Triliun
Pemprov DKI terus memperluas skema creative financing, kerja sama pemanfaatan aset, serta pemenuhan kewajiban pengembang untuk membiayai infrastruktur dan fasilitas publik.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Pemprov DKI Tawarkan 40 Aset dengan Potensi Investasi Rp 22,37 Triliun
Bagikan