MerahPutih.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang investasi pusat data (data center) Indonesia kepada investor asal China dalam forum Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7).
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Andi Maulana menegaskan perkembangan data center menjadi salah satu sektor paling menjanjikan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.
“Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,” kata Andi, di hadapan perwakilan 27 perusahaan China.
Baca juga:
Ekonomi Digital Jadi Pilar Pertumbuhan
Andi menambahkan prospek tersebut sejalan dengan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan memiliki nilai gross merchandise value (GMV) sebesar US$ 180–340 miliar (Rp 2.940–5.560 triliun) pada 2030.
Faktor pendorongnya antara lain populasi muda yang mobile-first, akses internet yang semakin luas, serta kebijakan pemerintah yang pro-inovasi.
Ekonomi digital tidak lagi sekadar sektor pendukung, melainkan telah berkembang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional,
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Andi Maulana
Proyeksi Nilai Pasar Data Center Indonesia Hingga 2031
Dikutip dari laporan Mordor Intelligence, BKPM menngungkapkan nilai pasar data center Indonesia mencapai US$ 1,44 miliar (Rp 23,4 triliun) pada 2025 dan diperkirakan naik menjadi US$ 1,83 miliar (Rp 29,8 triliun) pada 2026.
Baca juga:
Investor China Kabur, Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani Batal
BKPM menambahkan angka itu diproyeksikan terus tumbuh hingga US$ 3,48 miliar (Rp 56,7 triliun) pada 2031, dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 13,71 persen.
Sebagai perbandingan dilansir dari Antara, nilai pasar data center global diperkirakan meningkat dari US$ 386,71 miliar (Rp 6.300 triliun) pada 2025 menjadi US$ 684,39 miliar (Rp 11.100 triliun) pada 2031.
(*)

